Berita Terkini
Trending Tags

Tradisi Lebaran yang Bikin Kangen! Dari Sungkeman Haru hingga Anak-anak Berburu “Rezeki Dadakan”

  • account_circle Ega Patria
  • calendar_month 2 jam yang lalu
  • visibility 29
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Anak-anak mulai “berburu” Tunjangan Hari Raya (THR) dari para kerabat saat hari raya, (20/3/2026), Foto : Ega-Sinergia

Sinergia | Ponorogo — Suasana hangat dan penuh haru mewarnai perayaan Hari Raya Idul Fitri di berbagai daerah, termasuk di Desa Gontor, Kecamatan Gontor, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur. Tradisi mudik atau “mulih disik” kembali menjadi momen yang paling dinanti, ketika para perantau pulang ke kampung halaman untuk berkumpul bersama keluarga.

Usai melaksanakan salat Idul Fitri, tradisi sungkeman menjadi pemandangan yang tak terpisahkan. Satu per satu anggota keluarga bersimpuh, memohon maaf kepada orang tua dan sanak saudara. Tangis haru pun pecah, mencairkan jarak yang sempat terbentang karena kesibukan dan perantauan.

Seperti yang terlihat di keluarga besar almarhum Mbah Supeno di Desa Gontor. Siang itu, halaman rumah dipenuhi anggota keluarga lintas generasi. Mereka saling berjabat tangan, berpelukan, bahkan tak sedikit yang menitikkan air mata saat mengungkapkan permohonan maaf.

Tradisi ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan menjadi simbol kuatnya nilai kekeluargaan, khususnya di kalangan masyarakat Jawa. Momen Lebaran dimanfaatkan untuk mempererat kembali tali silaturahmi yang mungkin sempat renggang.

Setelah prosesi sungkeman usai, suasana berubah menjadi lebih riang. Anak-anak mulai “berburu” Tunjangan Hari Raya (THR) dari para kerabat yang telah bekerja atau merantau. Dengan tertib, puluhan anak terlihat mengantre untuk menerima uang saku dalam amplop.

Di keluarga tersebut, sekitar 40 anak ikut serta dalam tradisi bagi-bagi THR. Bahkan, tak sedikit dari mereka yang berhasil mengumpulkan uang hingga ratusan ribu rupiah, bahkan mencapai satu juta rupiah.

Salah satu anak, Rafasa Zidane Raharjo, mengaku senang mengikuti tradisi tersebut. Ia mengungkapkan akan menggunakan uang yang didapat untuk membeli sepatu baru.

Sementara itu, sesepuh keluarga, Setyo Budiyono, menjelaskan bahwa tradisi bagi-bagi THR atau dalam istilah Jawa disebut “sangu” telah berlangsung turun-temurun sejak generasi terdahulu. Tradisi ini tidak hanya sekadar berbagi rezeki, tetapi juga memiliki makna mendalam dalam mempererat rasa persatuan dan kekeluargaan.

“Kegiatan ini sudah dilakukan sejak zaman mbah-mbah dulu. Tujuannya untuk menumbuhkan rasa memiliki dan memperkuat keguyuban keluarga,” ujarnya.

Meski sebagian perantau hanya memiliki waktu singkat untuk pulang kampung, momen Lebaran tetap dimanfaatkan secara maksimal untuk berkumpul bersama keluarga besar. Tradisi sungkeman dan berbagi THR pun menjadi bagian tak terpisahkan dari perayaan, sekaligus wujud rasa syukur atas rezeki yang telah diberikan.

Lebaran bukan hanya tentang kemenangan setelah sebulan berpuasa, tetapi juga tentang kembali ke akar—merajut kebersamaan, mempererat silaturahmi, dan menciptakan kenangan yang akan selalu dirindukan. (Ega)

Bagikan
  • Penulis: Ega Patria
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • 2.424 Buruh Rokok Terima BLT DBHCHT, Bupati Madiun Ultimatum Larangan Bansos Untuk Judol

    2.424 Buruh Rokok Terima BLT DBHCHT, Bupati Madiun Ultimatum Larangan Bansos Untuk Judol

    • calendar_month Selasa, 14 Okt 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 48
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang bersumber dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) Tahun Anggaran 2025 kepada 2.424 penerima. Bantuan tersebut diberikan kepada dua kategori penerima, yakni 1.895 petani tembakau dan 529 buruh pabrik rokok. Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh Bupati Madiun Hari […]

    Bagikan
  • Gas Elpiji 3 Kg Langka di Magetan, Warga Kelimpungan Harga Tembus Rp. 26 Ribu

    Gas Elpiji 3 Kg Langka di Magetan, Warga Kelimpungan Harga Tembus Rp. 26 Ribu

    • calendar_month Rabu, 25 Jun 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 34
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – Kelangkaan gas elpiji bersubsidi 3 kilogram kembali terjadi di Kabupaten Magetan dalam tiga hari terakhir. Tabung gas berwarna hijau itu mendadak sulit ditemukan di pasaran. Kalaupun tersedia, harganya melambung tinggi, bahkan mencapai Rp. 26 ribu per tabung jauh melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah. Situasi ini menimbulkan keresahan […]

    Bagikan
  • Lavani Navy Tundukkan Indomaret 3-0 di Laga Pembuka Livoli Magetan 2025

    Lavani Navy Tundukkan Indomaret 3-0 di Laga Pembuka Livoli Magetan 2025

    • calendar_month Jumat, 10 Okt 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 40
    • 0Komentar

    Sinergi | Magetan – Tim bola voli LavAni Navy melebarkan langkah mereka pada babak Final Four Livoli Divisi Utama 2025 dengan kemenangan mutlak dari Runner Up putaran Bojonegoro, Indomaret Sidoarjo. Dalam laga pembuka yang digelar di GOR Ki Mageti, Magetan, Jawa Timur, Jumat (10/10/2025), LavAni menang tiga set langsung, 3-0 (25–22, 25–18, 25–19). Pertandingan yang […]

    Bagikan
  • Menanti 13 Tahun, Suwito dan Ratusan Jemaah Haji Magetan Akhirnya Menuju Tanah Suci

    Menanti 13 Tahun, Suwito dan Ratusan Jemaah Haji Magetan Akhirnya Menuju Tanah Suci

    • calendar_month Jumat, 16 Mei 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 36
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan — Langit Magetan tampak cerah, namun suasana di Pendopo Surya Graha justru penuh haru dan air mata. Jumat pagi (16/05/2025), menjadi momentum yang tak terlupakan bagi 339 calon jemaah haji (CJH) asal Kabupaten Magetan. Setelah menunggu bertahun-tahun, impian mereka untuk menunaikan ibadah haji akhirnya terwujud. Keberangkatan yang masuk dalam Kloter 51 […]

    Bagikan
  • Kisah Inspiratif Nurisha Kitana, Mahasiswi UI Asal Magetan yang Terpilih Jadi Delegasi UNICEF Dunia

    Kisah Inspiratif Nurisha Kitana, Mahasiswi UI Asal Magetan yang Terpilih Jadi Delegasi UNICEF Dunia

    • calendar_month Senin, 8 Des 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 59
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Dari sebuah rumah sederhana di Kecamatan Maospati, Magetan, lahirlah sosok muda yang kini mengharumkan nama daerahnya di tingkat nasional hingga dunia. Ia adalah Nurisha Kitana, mahasiswi Ilmu Politik Universitas Indonesia (UI) yang berhasil menjadi delegasi UNICEF di forum internasional Global NCD Alliance Forum 2025 di Kigali, Rwanda. Perjalanannya bukan sekadar deretan […]

    Bagikan
  • Bupati Sugiri Sancoko dan Sejumlah Orang Diperiksa di Polres Ponorogo

    Bupati Sugiri Sancoko dan Sejumlah Orang Diperiksa di Polres Ponorogo

    • calendar_month Jumat, 7 Nov 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 62
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah mendalami kasus dugaan korupsi yang menjerat Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko pada Jumat (07/11/2025). Pintu rumah dinas Bupati Ponorogo di Pringgitan tertutup rapat begitu kabar Operasi Tangkap Tangan (OTT) mencuat ke publik. Dua mobil plat AD terpantau memasuki rumah dinas diduga pegawai KPK. Selang beberapa saat, dua […]

    Bagikan
expand_less