Berita Terkini
Trending Tags

Kisah Inspiratif Nurisha Kitana, Mahasiswi UI Asal Magetan yang Terpilih Jadi Delegasi UNICEF Dunia

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Senin, 8 Des 2025
  • visibility 165
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Nurisha Kitana, mahasiswi Ilmu Politik Universitas Indonesia (UI), Foto : Istimewa

Sinergia | Magetan – Dari sebuah rumah sederhana di Kecamatan Maospati, Magetan, lahirlah sosok muda yang kini mengharumkan nama daerahnya di tingkat nasional hingga dunia. Ia adalah Nurisha Kitana, mahasiswi Ilmu Politik Universitas Indonesia (UI) yang berhasil menjadi delegasi UNICEF di forum internasional Global NCD Alliance Forum 2025 di Kigali, Rwanda.

Perjalanannya bukan sekadar deretan prestasi, melainkan kisah tentang tekad, pendidikan, dan kepedulian sosial yang berangkat dari keterbatasan ekonomi dan ketulusan membantu kelompok terpinggirkan.

Awal Perjalanan: Dari Maospati Menuju Kampus Ternama Tanah Air

Nurisha adalah lulusan SMAN 1 Maospati, yang menempuh pendidikan saat masa pandemi Covid-19. Minimnya aktivitas sekolah membuatnya fokus belajar hingga akhirnya lolos SNMPTN jalur undangan ke jurusan Ilmu Politik UI dengan nilai 93,6.

“Aku satu-satunya putri Magetan yang diterima UI tahun 2022,” tuturnya melalui percakapan via Whatsapp.

Namun kabar bahagia itu diiringi kegelisahan. Kondisi ekonomi keluarganya membuat kuliah terasa berat. Ayahnya bekerja sebagai driver ojek online sekaligus membuka bengkel kecil, sementara ibunya adalah ibu rumah tangga.

“Aku sempat nggak boleh kuliah karena biaya. Disuruh kerja saja. Tapi alhamdulillah aku dapat dua beasiswa. KIP Kuliah dan beasiswa ILUNI FEB UI. Jadi kuliahku gratis sampai lulus, bahkan dapat uang saku,” katanya.

Image Not Found
Nurisha Kitana mendapatkan penghargaan dari Bupati Magetan, Foto : Istimewa

Membangun Gerakan Sosial : Gandeng ODGJ

Tahun 2021, jauh sebelum dikenal sebagai aktivis muda UI, Nurisha mendirikan komunitas Gandeng ODGJ, gerakan sosial yang fokus pada pemberdayaan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ), pendampingan penyintas gangguan mental serta edukasi kesehatan jiwa untuk anak, remaja, dan masyarakat.

Berawal dari kepedulian sederhana, komunitas ini kini berkembang di delapan wilayah diantaranya Jabodetabek, Surabaya, Malang, Jember, Kediri, Madiun Raya, Solo, dan Yogyakarta. Sudah 300 lebih penerima manfaat yang dibantu, dan dalam beberapa kegiatan mereka mampu menggerakkan hingga 600 relawan.

“Ini advokasi akar rumput. Kami mulai dari hal kecil, tapi impact-nya besar. Sampai membawa aku ke UNICEF dan WHO,” ungkapnya.

Program Utama Gandeng ODGJ

  • Beberapa program yang telah dijalankan diantaranya
  • Cleanup Day : kampanye peduli lingkungan dan PHBS. Roadshow
  • Ramadan : edukasi kesehatan mental untuk anak & remaja.
  • World Mental Health Month/Day: sambang dulur, santunan, pelatihan hidroponik, melukis, budidaya ikan dalam ember, hingga kerajinan tangan.
  • Tantangan Terbesar: Stigma dan Legalitas

“Masih banyak pendanaan yang menolak karena legalitas kami belum lengkap. CSR belum bisa masuk. Tapi sekarang dokumen sedang proses,” jelasnya.

Image Not Found
Nurisha terpilih sebagai Delegasi UNICEF Indonesia untuk menghadiri Global NCD Alliance Forum di Kigali, Rwanda, Foto : Istimewa

Prestasi dan Pengakuan Nasional

Kiprah sosialnya mengantarkan berbagai penghargaan, antara lain Mahasiswa Berprestasi FISIP UI 2023 (Kategori Pengabdian Masyarakat), Student Ambassador UI, Penghargaan Kemenkes sebagai Collector Data Digital saat relawan IGD pandemik serta Pemuda Pelopor Terbaik Magetan 2025 bidang Sosial Kemasyarakatan. Bahkan, komunitas Gandeng ODGJ juga diakui sebagai salah satu gerakan mahasiswa paling berdampak dalam isu kesehatan mental di Indonesia.

Menjadi Delegasi UNICEF Termuda dari 66 Negara

Pada Februari 2025, Nurisha terpilih sebagai Delegasi UNICEF Indonesia untuk menghadiri Global NCD Alliance Forum di Kigali, Rwanda. Ia menjadi delegasi termuda dari 66 negara. Di forum internasional itu, ia mempresentasikan praktik pemberdayaan penyintas ODGJ di Indonesia serta advokasi kesehatan mental untuk generasi muda.

Tidak berhenti di sana, ia juga dinominasikan WHO untuk mengikuti Multi-Stakeholder Hearing on NCDs and Mental Health di tingkat dunia.

Image Not Found
Nurisha terpilih sebagai Delegasi UNICEF Indonesia untuk menghadiri Global NCD Alliance Forum di Kigali, Rwanda, Foto : Istimewa

Mimpi Besar Pulang dan Mengabdi untuk Magetan

Meski namanya sudah menembus panggung global, Nurisha memegang satu mimpi yang tidak pernah berubah yakni pulang dan membangun Magetan. “Aku pasti pulang. Mengabdi untuk Magetan adalah mimpi satu-satunya yang aku pegang sejak awal,” tuturnya.

Ia ingin memperkuat ekosistem kesehatan mental di Magetan, pemberdayaan masyarakat berbasis inklusi  serta kebijakan daerah yang ramah penyintas ODGJ.

“Aku belajar politik untuk itu. Semua advokasi dan jaringan ini pada akhirnya akan kembali untuk Magetan,” imbuhnya.

Sosok Inspiratif dari Lereng Gunung Lawu

Kisah Nurisha Kitana adalah bukti bahwa keterbatasan bukan penghalang, mimpi besar dapat dicapai tanpa privilege dan kepedulian sosial dapat membuka pintu hingga forum dunia.

Dengan kerja keras dan visi yang jelas, mahasiswi UI asal Maospati ini menjadi salah satu figur muda paling inspiratif yang membawa nama Magetan, UI, dan Indonesia ke tingkat global. (Nan/Krs)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto

Rekomendasi Untuk Anda

  • Cerita Letda Cke Isdayun Yang Menggeluti Bertani Tebu

    Cerita Letda Cke Isdayun Yang Menggeluti Bertani Tebu

    • calendar_month Minggu, 6 Apr 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 127
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Di luar kesibukannya sebagai prajurit TNI AD, Letda Cke Isdayun yang kesehariannya menjabat sebagai Paur Penrem 081/DSJ juga menjadi petani tebu. Lahan tebu yang digarapnya itu seluas 1,25 hektare dan berada tak jauh dari rumahnya. Dari budidaya tebu yang dilakukan, ia mengaku dapat memberikan dampak bagi keluarga dan membantu para anggotanya. […]

    Bagikan
  • Musim Entong Tiba! Warga Banyubiru Berburu ‘Lauk Gurih’, Laris Dijual Rp20 Ribu Segelas

    Musim Entong Tiba! Warga Banyubiru Berburu ‘Lauk Gurih’, Laris Dijual Rp20 Ribu Segelas

    • calendar_month Sabtu, 22 Nov 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 121
    • 0Komentar

    Sinergia | Ngawi – Datangnya musim hujan membawa aktivitas khas bagi warga di sekitar kawasan hutan jati Desa Banyubiru, Kecamatan Widodaren, Kabupaten Ngawi. Tumpukan daun jati kering yang berserakan di lantai hutan berubah menjadi habitat entong—kepompong ulat jati berwarna cokelat. Tidak hanya sebagai sumber pangan sekaligus rezeki musiman bagi warga. Sejak pagi, para ibu rumah […]

    Bagikan
  • Loket Pendaftaran RSUD Caruban Madiun Terbakar, Ini Penyebabnya

    Loket Pendaftaran RSUD Caruban Madiun Terbakar, Ini Penyebabnya

    • calendar_month Sabtu, 7 Mar 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 541
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun — Kebakaran terjadi di ruang loket pendaftaran poli rawat jalan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Caruban, Kabupaten Madiun, Sabtu (7/3/2026) pagi. Api diketahui muncul dari area meja komputer di ruang pelayanan tersebut. Peristiwa itu pertama kali diketahui oleh petugas kebersihan RSUD Caruban, Mariyanto, yang saat itu sedang membersihkan rumput di sekitar […]

    Bagikan
  • Ini Menu MBG Dari SPPG Demangan 4 yang Disantap Siswa SDN 1 Demangan

    Ini Menu MBG Dari SPPG Demangan 4 yang Disantap Siswa SDN 1 Demangan

    • calendar_month Kamis, 16 Apr 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 415
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Dugaan keracunan massal yang menimpa 18 siswa SDN 1 Demangan Kota Madiun mulai mengarah pada menu makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikonsumsi pada Kamis (16/4/2026). Dari story akun tiktok @sppg.demangantaman4 diketahui menu kali ini yakni nasi, dori krispi saus teriyaki, orek tempe, tumis wortel baby corn dan belimbing. […]

    Bagikan
  • Terungkap Fakta Penusukan di Ngawi, Pemilik Angkringan Ternyata Pelaku, Bukan Saksi

    Terungkap Fakta Penusukan di Ngawi, Pemilik Angkringan Ternyata Pelaku, Bukan Saksi

    • calendar_month Sabtu, 30 Agt 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 84
    • 0Komentar

    Sinergia | Ngawi – Misteri kasus penusukan yang menewaskan Andik Kristanto (39), warga Desa Gelung, Kecamatan Paron, Ngawi, akhirnya terungkap. Polisi memastikan tersangka bukan orang asing seperti yang sempat dikabarkan, melainkan Andika Rangga Pratama, pemilik angkringan tempat kejadian berlangsung. Kasatreskrim Polres Ngawi, AKP Aris Gunadhi, mengatakan penangkapan terhadap tersangka dilakukan Jumat (29/08/2025) dini hari sekitar […]

    Bagikan
  • Pemkab Madiun Bakal Bangun  Rest Area di Perbatasan Nganjuk–Madiun

    Pemkab Madiun Bakal Bangun  Rest Area di Perbatasan Nganjuk–Madiun

    • calendar_month Kamis, 9 Okt 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 163
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun tengah menyusun dokumen kajian rencana pembangunan rest area di kawasan By Pass perbatasan Madiun – Nganjuk yang terletak di Desa Pajaran, Kecamatan Saradan. Di lahan seluas sekitar 50.648 meter persegi aset milik PT KAI Daop 7 Madiun bakal terbangun rest area sebagai sarana peristirahatan bagi pengguna jalan […]

    Bagikan
expand_less