
Sinergia | Magetan – Peringatan Hari Kesaktian Pancasila tahun 2025 di Kabupaten Magetan dipusatkan di Monumen Soco, Desa Soco, Kecamatan Bendo, Rabu (01/10/2025). Lokasi ini dipilih karena menjadi saksi bisu tragedi pemberontakan PKI 1948 yang merenggut puluhan nyawa tokoh penting, aparat, hingga ulama.
Bupati Magetan Nanik Endang Rusminiarti menegaskan, upacara di Monumen Soco bukan sekadar seremonial, melainkan bentuk penghormatan terhadap para korban yang gugur demi mempertahankan ideologi bangsa.
“Banyak pejabat, aparat, dan ulama menjadi korban pemberontakan PKI 1948. Mereka dibantai lalu dikubur di sumur Soco. Peringatan ini mengingatkan kita agar sejarah kelam itu tidak terulang. Generasi muda harus menjaga Pancasila sebagai pemersatu bangsa,” ujarnya.
Selain upacara, pemerintah daerah juga menyerahkan santunan kepada warga sekitar Monumen Soco. Langkah ini menjadi wujud kepedulian sekaligus mempererat hubungan pemerintah dengan masyarakat di kawasan bersejarah tersebut.
Monumen Soco berdiri di atas lokasi tragedi berdarah 1948. Lebih dari 100 korban dimasukkan ke sumur tua, dan 67 di antaranya berhasil diidentifikasi. Beberapa tokoh yang gugur antara lain Bupati Magetan Sudibjo, Jaksa R. Moerti, Kapten Sumarno, KH. Soelaiman Zuhdi Affandi, serta tokoh masyarakat Muhammad Suhud.
Pemerintah Kabupaten Magetan juga mengkaji usulan pembangunan museum di kawasan monumen. Rencana ini diharapkan menjadikan Monumen Soco tak hanya tempat peringatan, tetapi juga pusat edukasi ideologi Pancasila bagi generasi muda.
Kusnanto – Sinergia