Berita Terkini
Trending Tags

Video Medsos Anggota DPRD Magetan Tuai Sorotan Warganet Bahas Isu Toko Modern

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Kamis, 23 Okt 2025
  • visibility 23
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Sebuah video pendek yang diunggah akun TikTok menampilkan dua anggota DPRD Kabupaten Magetan, Foto : Kusnanto – Sinergia

Sinergia | Magetan – Sebuah video pendek yang diunggah akun TikTok @MasDik menampilkan dua anggota DPRD Kabupaten Magetan tengah bersemangat menyampaikan dukungan terhadap kegiatan daerah. Dalam video berdurasi singkat itu, keduanya tampak kompak mengenakan seragam olahraga dengan bertuliskan PBVSI Magetan.

Namun, alih-alih fokus pada pesan motivasi yang disampaikan oleh keduanya, warganet justru ramai menyoroti isu lain di kolom komentar, yaitu terkait rencana pembukaan toko modern yang ada di wilayah Magetan. Perdebatan pun mulai muncul soal kebijakan moratorium toko modern yang sempat diberlakukan pemerintah daerah.

Salah satu pengguna TikTok, akun Aik Aziz, menuliskan komentar bernada kritik. “Kalau benar semangatnya untuk membuka toko modern, jangan sampai rakyat kecil yang dirugikan. Pemerintah seharusnya berpihak pada pedagang lokal, bukan hanya memberi ruang bagi pengusaha besar,” tulisnya.

Nada serupa juga disampaikan akun User2024, yang menilai pemerintah seharusnya memperkuat ekonomi masyarakat desa. “Daripada mencabut moratorium toko modern, lebih baik mengembangkan koperasi atau BUMDes agar bisa membangun toko sendiri tanpa perlu membuka jaringan besar,” tulisnya.

Di sisi lain, beberapa warganet mencoba memberikan sudut pandang berbeda. Akun Kantil Official menilai keberadaan toko modern tidak selalu memberikan dampak buruk. “Kalau dikelola dengan baik, toko modern bisa membantu masyarakat mendapat akses barang yang lebih mudah dan bisa ikut mendukung promosi wisata,” tulisnya.

Pendapat lain datang dari akun Mastin, yang melihat potensi positif dari sisi lapangan kerja. “Kalau nanti ada toko modern atau mal di Magetan, mungkin bisa membuka banyak peluang kerja seperti di daerah lain,” tulisnya.

Isu pembukaan toko modern memang menjadi topik hangat di Kabupaten Magetan dalam beberapa bulan terakhir. Sebagian masyarakat menilai kehadiran jaringan ritel besar dapat mematikan usaha kecil. Sementara pihak lain melihatnya sebagai peluang investasi yang bisa menggerakkan ekonomi daerah.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari dua anggota DPRD yang videonya menjadi perbincangan publik tersebut. Meski demikian, diskusi warganet di kolom komentar menunjukkan bahwa persoalan ekonomi lokal dan keberpihakan terhadap pelaku UMKM masih menjadi perhatian utama masyarakat Magetan.

Kusnanto – Sinergia

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto

Rekomendasi Untuk Anda

  • Wali Kota Madiun Tinjau Sungai Piring, Turunkan Alat Berat Bersihkan Sampah

    Wali Kota Madiun Tinjau Sungai Piring, Turunkan Alat Berat Bersihkan Sampah

    • calendar_month Selasa, 20 Mei 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 21
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Wali Kota Madiun, Maidi, melakukan peninjauan langsung ke Sungai Piring di Kelurahan Pilangbango Kecamatan Kartoharjo yang kerap terdampak banjir saat musim hujan. Dalam kunjungannya, Wali Kota juga mengerahkan alat berat untuk membersihkan tumpukan sampah yang menyumbat aliran air, khususnya di kolong jembatan. Mayoritas sampah yang ditemukan berasal dari tumpukan bambu […]

    Bagikan
  • Jebakan Tikus Listrik Mematikan, Dua Petani di Magetan Jadi Korban

    Jebakan Tikus Listrik Mematikan, Dua Petani di Magetan Jadi Korban

    • calendar_month Selasa, 3 Jun 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 37
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – Suyadi (53), buruh tani warga Desa Rejomulyo Kecamatan Barat Kabupaten Magetan meninggal dunia seketika setelah tersengat listrik dari jebakan tikus rakitan. Sementara Suprapto (44), pemilik sawah, mengalami luka bakar serius ketika berusaha menolong rekannya. Insiden itu terjadi pada Senin sore (02/06/2025). Berdasarkan keterangan Kapolsek Barat, Iptu Munif Setiyono, kedua pria […]

    Bagikan
  • Tangis Keluarga Korban Pecah saat Bertemu Agus Penjaga Perlintasan JPL 08

    Tangis Keluarga Korban Pecah saat Bertemu Agus Penjaga Perlintasan JPL 08

    • calendar_month Selasa, 27 Mei 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 29
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – Suasana tangis pecah saat keluarga korban kecelakaan maut di perlintasan kereta api JPL 08, Kelurahan Mangge, Kecamatan Barat Magetan bertemu dengan Agus Supriyanto di Mapolres Magetan pada Selasa (27/05/2025). Dalam unggahan di akun Instagram resmi @humas.polresmagetan, pertemuan pria 49 tahun itu dengan keluarga korban difasilitasi langsung oleh Kapolres Magetan, AKBP […]

    Bagikan
  • Bupati Madiun Tekankan Disiplin Pengelolaan ADD dalam Bimtek Tata Kelola Keuangan Desa

    Bupati Madiun Tekankan Disiplin Pengelolaan ADD dalam Bimtek Tata Kelola Keuangan Desa

    • calendar_month Selasa, 13 Jan 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 41
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun — Pemerintah Kabupaten Madiun menggelar bimbingan teknis (Bimtek) Realisasi Tata Pemerintahan Bersahaja menuju Optimalisasi Tata Kelola Keuangan Daerah melalui penguatan Pejabat Pengelola Keuangan Daerah (PPKD) tingkat desa di Kecamatan Wungu, Selasa (13/1/2026). Bupati Madiun Hari Wuryanto menegaskan pentingnya kedisiplinan dalam pengelolaan Anggaran di Desa baik itu Dana Desa ( DD ) atau […]

    Bagikan
  • Gugat Badan Kehormatan, Sumadi Soroti Mandeknya Penanganan Dugaan Pelanggaran Etik di DPRD Magetan

    Gugat Badan Kehormatan, Sumadi Soroti Mandeknya Penanganan Dugaan Pelanggaran Etik di DPRD Magetan

    • calendar_month Sabtu, 21 Feb 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 358
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Polemik dugaan pelanggaran kode etik di lingkungan legislatif Kabupaten Magetan kembali mengemuka. Sumadi, kuasa hukum Nur Wakhid, menyatakan akan mengajukan gugatan terhadap Badan Kehormatan (BK) DPRD Magetan karena menilai lembaga tersebut tidak menjalankan kewajiban sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2018. Sumadi mengungkapkan bahwa laporan resmi terkait dugaan pelanggaran […]

    Bagikan
  • 1.125 Honorer di Pemkab Magetan Diusulkan Jadi PPPK Paruh Waktu, Ini Alasannya

    1.125 Honorer di Pemkab Magetan Diusulkan Jadi PPPK Paruh Waktu, Ini Alasannya

    • calendar_month Selasa, 19 Agt 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 27
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Ribuan tenaga honorer di Kabupaten Magetan akhirnya mendapat kepastian status. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan resmi mengusulkan sebanyak 1.125 honorer untuk diangkat menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu. Usulan tersebut mencakup 31 guru, 271 tenaga kesehatan, dan 823 tenaga teknis. Khusus tenaga kesehatan, selama ini banyak yang digaji melalui […]

    Bagikan
expand_less