Berita Terkini
light_mode
Trending Tags

Viral Kisah Cinta Pasangan Beda Usia 23 Tahun di Magetan Tuai Sorotan

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month 16 jam yang lalu
  • visibility 227
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Nusantoro Jati (42) dan Gracia Angelica Mayangsari (19) Kisah Cinta Pasangan Beda Usia 23 Tahun di Magetan. Foto : Jepretan Layar

Sinergia | Magetan – Sebuah video yang menampilkan momen pertemuan sepasang kekasih di Kabupaten Magetan mendadak viral di media sosial. Dalam rekaman tersebut, keduanya tampak duduk berdampingan di sebuah ruangan bersama seorang petugas pencatatan pernikahan, disaksikan keluarga dari kedua belah pihak.

Petugas kemudian menanyakan kesiapan mempelai perempuan untuk menerima pinangan sang kekasih. Pertanyaan itu dijawab dengan anggukan mantap serta senyum bahagia dari sang perempuan, yang kemudian mengatakan bahwa alasannya memilih sang pujaan hati adalah “karena cinta”. Jawaban tersebut sontak mengundang tawa dan kebahagiaan dari calon suami dan keluarga yang hadir.

Belakangan diketahui pasangan tersebut adalah Nusantoro Jati (42), warga Kelurahan Kepolorejo, Kecamatan/Kabupaten Magetan, dan Gracia Angelica Mayangsari (19), warga Dukuh Kauman, Desa Plumpung, Kecamatan Plaosan. Momen itu merupakan rangkaian prosesi sebelum pernikahan mereka, yang menjadi perhatian publik lantaran jarak usia keduanya terpaut 23 tahun.

Saat dihubungi melalui pesan singkat, Jati mengisahkan bagaimana pertemuan mereka bermula. Ia menyebut perkenalan itu terjadi sekitar pertengahan 2025, ketika Gracia tampil bernyanyi di sebuah acara panggung di Magetan. Merasa cocok setelah berkenalan, Jati mengaku merasakan perasaan berbeda yang membuatnya yakin untuk melangkah lebih jauh.

“Setelah beberapa kali bertemu dan ngobrol, rasanya memang cocok. Itu pertama kalinya saya merasakan jatuh cinta,” ujarnya.

Image Not Found
Nusantoro Jati (42) dan Gracia Angelica Mayangsari (19) Kisah Cinta Pasangan Beda Usia 23 Tahun di Magetan. Foto : Jepretan Layar

Tak butuh waktu lama, hubungan keduanya berlanjut ke tahap pacaran selama tiga bulan sebelum Jati memutuskan membawa hubungan itu ke arah yang lebih serius dengan meminta restu keluarga. Namun, ia mengakui sempat menghadapi penolakan dari orang tua Gracia.

“Awalnya memang belum direstui karena perbedaan usia yang cukup jauh. Tapi setelah melalui proses panjang, bahkan sampai mendapatkan bantuan dari pihak kelurahan, akhirnya keluarga menerima dan merestui,” tuturnya.

Setelah mendapat restu, pasangan ini melangsungkan pertunangan pada Kamis (5/2/2026), kemudian menikah melalui pemberkatan gereja pada Minggu (15/2/2026). Bagi Jati, Gracia adalah sosok yang lembut dan mudah dibimbing, sehingga ia mantap menjadikannya pasangan hidup.

Terkait rencana masa depan, Jati berharap istrinya fokus menjadi ibu rumah tangga dan tinggal di Magetan. Ia menyebut pasangan itu sudah memiliki rumah sendiri, sementara Gracia sebelumnya baru menamatkan pendidikan dan bekerja sebagai penyanyi panggung.

Di sisi lain, Gracia mengungkapkan alasannya menerima pinangan Jati. “Saya nyaman dengan sikapnya yang dewasa dan mampu membuat hubungan ini saling cocok satu sama lain,” ujarnya.

Viralnya video prosesi pertemuan jelang pernikahan mereka tidak pernah terlintas dalam benak keduanya. Jati justru berpesan kepada masyarakat, khususnya para laki-laki yang masih melajang, agar percaya diri dalam menentukan pilihan hidup.

“Komentar positif atau negatif itu wajar. Yang penting yakin pada pilihan sendiri dan siap dengan segala konsekuensinya. Banyak orang menunggu jodoh sampai usia tak lagi muda, jadi jangan ragu melangkah,” pungkasnya.(Kus).

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Kris/Byg

Rekomendasi Untuk Anda

  • Soal Pengunduran Diri Kades Taji, Camat Karas Klarifikasi Perangkat dan BPD

    Soal Pengunduran Diri Kades Taji, Camat Karas Klarifikasi Perangkat dan BPD

    • calendar_month Selasa, 23 Des 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 26
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Keputusan mendadak Kepala Desa Taji, Kecamatan Karas, Kabupaten Magetan, Sigit Supriyadi, untuk mengundurkan diri dari jabatannya memicu kehebohan publik. Surat pengunduran diri tertanggal 19 Desember 2025 itu beredar luas di media sosial, membuat warganet mempertanyakan alasan di balik langkah tersebut. Padahal, masa jabatan Sigit masih tersisa dua tahun lagi hingga 2027. […]

    Bagikan
  • Duh, Muda-Mudi di Kota Madiun Bikin Resah, Sewa Kamar Durasi Singkat

    Duh, Muda-Mudi di Kota Madiun Bikin Resah, Sewa Kamar Durasi Singkat

    • calendar_month Rabu, 24 Des 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 21
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Petugas Satpol PP dan Damkar Kota Madiun bersama TNI-Polri menindaklanjuti pengaduan masyarakat terkati keberadaan muda-mudi sebuah rumah kost di Jalan Mondroguno, Kelurahan Sogaten, Kota Madiun, Selasa (23/12) malam. Keberadaan laki-laki dan perempuan ini menjadi keresahan warga sekitar. Mereka pun dibawa ke kantor Kelurahan Sogaten untuk ditindaklanjuti sesuai ketentuan. Lurah Sogaten, […]

    Bagikan
  • Gerebek Toko Plastik, Petugas Gabungan Temukan 12 Ribu Batang Rokok Ilegal

    Gerebek Toko Plastik, Petugas Gabungan Temukan 12 Ribu Batang Rokok Ilegal

    • calendar_month Jumat, 31 Okt 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 11
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun –  Sebanyak 12.236 batang rokok ilegal tanpa pita cukai diamankan Petugas gabungan dari Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C (KPPBC TMP C) Madiun bersama Detasemen Polisi Militer (Denpom) V/1 Madiun. Puluhan ribu barang siap jual tersebut ditemukan saat pemeriksaan sebuah toko plastik di Desa Matesih, Kecamatan Jiwan, […]

    Bagikan
  • H+5 Lebaran, Kepadatan Penumpang Kereta Api di Stasiun Madiun Masih Tinggi

    H+5 Lebaran, Kepadatan Penumpang Kereta Api di Stasiun Madiun Masih Tinggi

    • calendar_month Sabtu, 5 Apr 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 16
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Kepadatan penumpang kereta api di Stasiun Madiun masih tampak tinggi hingga Sabtu (05/04/2025) atau H+5 Lebaran. Keberangkatan penumpang mencapai lebih dari 4.000 orang per hari, dengan tujuan favorit seperti Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, dan Malang. Tercatat seluruh tiket perjalanan kereta api jarak jauh telah terisi 100 persen, bahkan untuk kereta […]

    Bagikan
  • Ekspedisi Patriot Goes To Mahalona Luwu Timur: Jejak Anak Muda di Tengah Tantangan Daerah Transmigrasi Penghasil Lada

    Ekspedisi Patriot Goes To Mahalona Luwu Timur: Jejak Anak Muda di Tengah Tantangan Daerah Transmigrasi Penghasil Lada

    • calendar_month Rabu, 29 Okt 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 34
    • 0Komentar

    Sinergia | Luwu Timur – Bagi Sebagian orang, perjalanan ke daerah terpencil merupakan perjalanan yang penuh rintangan dan menyusahkan. Namun, bagi tim ekspedisi patriot, pengalaman ini merupakan kesempatan berharga untuk ikut berkontribusi pada Pembangunan di daerah transmigrasi, khususnya di daerah luwu timur.  Ekspedisi Patriot merupakan salah satu program Kementrian Transmigrasi yang berkolaborasi dengan beberapa Universitas […]

    Bagikan
  • APTRI Madiun Mendesak Pemerintah Tunjuk Bulog Tangani Impor Gula

    APTRI Madiun Mendesak Pemerintah Tunjuk Bulog Tangani Impor Gula

    • calendar_month Rabu, 4 Jun 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 15
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – DPC Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI ) wilayah PG Redjo Agung Baru Madiun mendesak pada pemerintah perlunya menghidupkan kembali Dewan Gula Indonesia (DGI). Selain itu turut meminta pentingnya izin impor gula ditangani sepenuhnya oleh Bulog karena dinilai mampu sebagai stabilisator harga dan penyerap gula petani. DPC APTRI Madiun berharap […]

    Bagikan
expand_less