
Sinergia | Madiun — Wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) kembali menyerang hewan ternak di Kabupaten Madiun, Jawa Timur. Dalam kurun waktu satu bulan terakhir, sedikitnya 30 ekor sapi dilaporkan terjangkit PMK, dengan rincian 20 ekor di Kecamatan Saradan dan Gemarang sedangkan 10 ekor di Kecamatan Dolopo.
Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Madiun menyebut, kasus PMK terpantau meningkat seiring masuknya musim pancaroba yang rentan memicu penyakit hewan menular strategis.
Sejumlah wilayah lain juga mulai menunjukkan tanda-tanda kewaspadaan. Salah satu peternak di Kecamatan Saradan, Dardiri, mengaku di lingkungannya sudah ditemukan beberapa sapi dengan gejala yang mengarah pada PMK, seperti mulut berbusa dan kondisi hewan lemas.
“Sebagai upaya antisipasi, kami mengutamakan kebersihan kandang dan memberikan jamu-jamuan kepada ternak, termasuk rutin menyemprotkan desinfektan,” ujar Dardiri, Senin (19/1/2026).
Merespons kondisi tersebut, DKPP Kabupaten Madiun menggencarkan langkah pencegahan dengan penyemprotan desinfektan dan pemberian vitamin, terutama di pasar-pasar hewan. Pasar hewan dinilai menjadi salah satu jalur utama keluar-masuk ternak dari luar daerah dan berpotensi menjadi titik penyebaran virus.

Dokter hewan Puskeswan Pilangkenceng, drh Denny Irawan Wardhana, menjelaskan upaya pencegahan dilakukan secara rutin di seluruh pasar hewan di Kabupaten Madiun.
“Pagi hari ini kami melaksanakan kegiatan antisipasi penyakit hewan menular strategis, terutama PMK, karena akhir-akhir ini terjadi peningkatan kasus, baik di Kabupaten Madiun maupun daerah sekitar,” kata drh Denny.
Menurutnya, penyemprotan desinfektan dan pencucihamaan dilakukan secara berkala di pasar hewan besar seperti di Pasar Bajulan Kecamatan Saradan, Pasar Muneng yang menjual sapi, serta pasar kambing di Dolopo dan Mlilir.
Selain itu, pemerintah daerah juga menjalankan vaksinasi PMK secara masif di sejumlah desa dan kecamatan sebagai langkah pencegahan lanjutan.
“Vaksinasi sudah dan terus dilakukan secara maraton di desa-desa untuk menekan penyebaran PMK,” ujarnya. DKPP mengimbau para peternak untuk meningkatkan kewaspadaan dengan menjaga kebersihan kandang serta melakukan penyemprotan desinfektan secara rutin, minimal satu kali dalam sepekan, guna mencegah meluasnya penularan penyakit. (Tov).