Waspada Cuaca Ekstrem di Madiun, Sejumlah Rumah Rusak Diterjang Hujan dan Angin Kencang
- account_circle Kriswanto
- calendar_month 13 jam yang lalu
- visibility 43
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Madiun – Hujan deras disertai angin kencang menerjang wilayah RT 07 Desa Klitik, Kecamatan Wonoasri, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Rabu (18/2/2026) sore. Akibatnya, sejumlah rumah warga mengalami kerusakan, terutama pada bagian atap yang beterbangan diterpa angin.
Warga setempat mengaku sempat mendengar suara gemuruh sebelum atap rumah mereka terlepas dan berjatuhan. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, meski kerugian material ditaksir mencapai jutaan rupiah.
Salah satu warga terdampak, Samini, menuturkan angin datang secara tiba-tiba saat hujan deras mengguyur. “Awalnya hujan biasa, lalu terdengar suara gemuruh keras. Tiba-tiba atap rumah saya terangkat dan jatuh. Kami langsung keluar rumah untuk menyelamatkan diri,” ujarnya, Kamis (19/2/2026).
Keesokan paginya, relawan bersama personel TNI-Polri dan warga bergotong royong membersihkan puing-puing serta memperbaiki atap rumah yang rusak. Proses perbaikan dilakukan secara swadaya sambil menunggu pendataan dari pemerintah daerah.

Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Madiun, Ageng Kurnia Wijayanto, mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih berpeluang terjadi selama puncak musim penghujan.
“Memasuki bulan Februari ini, wilayah Kabupaten Madiun masih berpotensi terjadi cuaca ekstrem seperti angin puting beliung, banjir, hingga tanah longsor. Kami mengimbau warga untuk selalu waspada dan segera mencari tempat aman saat hujan deras disertai angin kencang,” tegasnya.
Ia juga meminta masyarakat menjauhi pohon-pohon besar serta bangunan yang rawan roboh saat terjadi angin kencang. Warga diimbau segera melapor kepada pemerintah desa atau instansi terkait apabila terjadi kondisi darurat.
BPBD memperkirakan puncak musim penghujan di Kabupaten Madiun akan berlangsung hingga pertengahan Maret 2026. Pemerintah daerah pun terus melakukan pemantauan dan kesiapsiagaan guna meminimalkan risiko bencana serta memastikan keselamatan warga.(Krs).
- Penulis: Kriswanto
- Editor: Buyung


