Berita Terkini
Trending Tags

Ratusan Tahun Terjaga, Tradisi “Kawin Air” Warisan Sakral dari Carangrejo

  • account_circle Ega Patria
  • calendar_month Jumat, 31 Okt 2025
  • visibility 185
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Tradisi kawin Air masih dipertahankan warga desa carangrejo, Foto : Ega Patria – Sinergia

Sinergia | Ponorogo – Di tengah derasnya arus modernisasi, warga Desa Carangrejo, Kecamatan Sampung, Kabupaten Ponorogo, masih teguh menjaga sebuah tradisi tua yang sarat makna: Kawin Air. Upacara ini bukan sekadar ritual tahunan, tetapi menjadi simbol hubungan harmonis antara manusia dan alam. Sebuah warisan spiritual yang telah bertahan selama ratusan tahun.

Pagi itu, Jumat (31/10/2025), suasana Bendungan Somorobangun di Desa Biting, Kecamatan Badegan, tampak ramai. Ratusan warga berjalan beriringan, sebagian membawa kendi tanah liat berisi air dari sungai, sebagian lainnya membawa sesaji. Tua muda berbaur dalam khidmat, menapak jejak leluhur mereka yang sejak lama meyakini air sebagai sumber kehidupan yang harus dijaga dan disyukuri.

Ritual Kawin Air dimulai dengan doa bersama dan kenduri sederhana. Setelah itu, air dari aliran Sungai Somorobangun diambil dengan kendi, lalu dibawa ke Desa Carangrejo untuk “dikawinkan” dengan air dari Sendang Beji. Prosesi ini dipercaya sebagai simbol penyatuan dua sumber kehidupan yang memberikan berkah bagi pertanian dan kelangsungan hidup warga.

“Ini adalah tradisi mengawinkan dua sumber mata air, yaitu Sungai Somorobangun dan Sendang Beji. Sebelum pengairan dilakukan, warga mengadakan kenduri sebagai bentuk rasa syukur dan doa agar selalu diberi kelancaran serta kehidupan,” tutur Muhammad Mukhlis, salah satu petani Carangrejo, sambil menata kendi di pinggir sendang.

Menurut warga, asal-usul tradisi ini berakar dari legenda Mbah Doblang, tokoh yang dipercaya membawa tongkat sakti dari Sungai Somorobangun hingga ke Carangrejo. Dari seretan tongkat itu, konon muncullah aliran air yang menyuburkan desa.

“Dulu daerah sini masih hutan. Tapi karena Mbah Doblang membawa pulang tongkat mistiknya, muncullah sungai. Dari situ, warga mendapat pengairan dari Somorobangun. Sekarang dimodifikasi, dikawinkan dengan Embung Beji agar semakin membawa berkah,” jelas Kamsun, Kepala Desa Carangrejo.

Bagi warga Carangrejo, air bukan sekadar sumber penghidupan, tetapi juga simbol keseimbangan dan kesucian. Melalui Kawin Air, mereka belajar untuk tidak hanya mengambil dari alam, tetapi juga memberi penghormatan atas berkah yang diterima.

Kini, di tengah gempuran perubahan zaman, tradisi Kawin Air terus dijaga. Setiap tetes air yang “dikawinkan” menjadi pengingat bahwa keberlanjutan hidup manusia bergantung pada bagaimana ia memperlakukan alam.

Tradisi ini bukan hanya warisan budaya, melainkan juga doa panjang yang mengalir dari masa ke masa, dari tangan para leluhur hingga ke generasi hari ini — agar Carangrejo tetap subur, lestari, dan penuh berkah.

Ega Patria – Sinergia 

Bagikan
  • Penulis: Ega Patria

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bupati Tinjau Langsung Proyek Pengendalian Banjir di Ponorogo

    Bupati Tinjau Langsung Proyek Pengendalian Banjir di Ponorogo

    • calendar_month Kamis, 17 Apr 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 107
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko meninjau langsung sejumlah proyek pengendalian banjir di wilayahnya. Kegiatan ini dilakukan guna memastikan seluruh proyek berjalan sesuai rencana dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat dalam mengurangi risiko bencana banjir. Salah satu proyek yang ditinjau adalah normalisasi dam di Kelurahan Tonatan. Proyek ini merupakan bagian dari upaya jangka […]

    Bagikan
  • Pengusaha Selepan di Magetan Klaim Tak Terpengaruh Isu Beras Oplosan, Penjualan Justru Naik

    Pengusaha Selepan di Magetan Klaim Tak Terpengaruh Isu Beras Oplosan, Penjualan Justru Naik

    • calendar_month Rabu, 13 Agt 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 87
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – Di tengah maraknya pemberitaan tentang dugaan peredaran beras oplosan di sejumlah daerah, pengusaha penggilingan gabah di Kelurahan Tawanganom, Kecamatan Magetan, Jawa Timur, mengaku bisnisnya justru tetap lancar bahkan mengalami peningkatan. Sumining, pemilik selepan yang telah beroperasi sejak 1984, mengatakan bahwa isu beras oplosan tidak berdampak negatif terhadap usahanya. “Alhamdulillah beras […]

    Bagikan
  • Ini Langkah Pemkab Magetan Soal Anjloknya Harga Telur, Siapkan Skema Serapan Telur

    Ini Langkah Pemkab Magetan Soal Anjloknya Harga Telur, Siapkan Skema Serapan Telur

    • calendar_month Rabu, 6 Mei 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 206
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan — Pemerintah Kabupaten Magetan, Jawa Timur, menyiapkan skema peningkatan penyerapan telur ayam ras untuk merespons anjloknya harga di tingkat peternak yang berada di bawah harga acuan pemerintah. Langkah tersebut merupakan tindak lanjut atas aksi ratusan peternak yang sebelumnya membagikan sekitar tiga ton telur gratis di kawasan Alun-Alun Magetan sebagai bentuk protes terhadap […]

    Bagikan
  • Mayat Perempuan Misterius Ditemukan di Semak – Semak Area Pemakaman

    Mayat Perempuan Misterius Ditemukan di Semak – Semak Area Pemakaman

    • calendar_month Rabu, 20 Mei 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 176
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo — Warga Kelurahan Mangunsuman, Kecamatan Siman, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, digemparkan dengan penemuan sesosok jenazah perempuan tanpa identitas di semak-semak ilalang samping pemakaman umum, Rabu (20/5/2026) siang. Jenazah korban ditemukan dalam kondisi tergeletak kaku di antara rimbunnya semak yang hampir menyamarkan keberadaan tubuh korban. Penemuan mayat misterius tersebut langsung menjadi perhatian warga […]

    Bagikan
  • Banyak Permasalahan Aset di Bumi Kampung Pesilat, Komisi C bakal panggil BPKAD

    Banyak Permasalahan Aset di Bumi Kampung Pesilat, Komisi C bakal panggil BPKAD

    • calendar_month Rabu, 8 Jan 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 120
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Polemik Permasalahan tukar guling aset Pemerintah Kabupaten Madiun dengan Pemerintah Desa Purwosari kian panjang. Komisi C DPRD Kabupaten Madiun bakal menginventarisir permasalahan aset yang kian menahun menjadi catatan dalam audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Ketua komisi C DPRD Kabupaten Madiun  Rudi Triswahono menjelaskan pihaknya akan membahas bersama internal komisi. Serta […]

    Bagikan
  • Terjepit Harga Minyak Goreng, Pengrajin Lempeng Magetan Kurangi Isi dan Naikkan Harga Demi Bertahan

    Terjepit Harga Minyak Goreng, Pengrajin Lempeng Magetan Kurangi Isi dan Naikkan Harga Demi Bertahan

    • calendar_month Selasa, 5 Mei 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 190
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Kenaikan harga minyak goreng curah kembali menekan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Di Kabupaten Magetan, Jawa Timur, para pengrajin kerupuk nasi atau lempeng mulai merasakan dampak signifikan akibat lonjakan biaya produksi yang terus meningkat. Harga minyak goreng curah yang sebelumnya berada di kisaran Rp18 ribu hingga Rp19 ribu per […]

    Bagikan
expand_less