
Sinergia | Magetan – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Magetan sepanjang Senin (10/11/2025) memicu rentetan bencana alam di berbagai kecamatan. Dalam kurun waktu kurang dari sehari, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Magetan mencatat sedikitnya tujuh peristiwa, mulai dari tanah longsor, banjir luapan, hingga rumah warga yang roboh.
Satu orang dilaporkan meninggal dunia akibat tertimbun longsor di Kecamatan Poncol. Korban diketahui bernama Sarno (50), warga setempat, yang tertimpa material tebing saat tengah membantu mendorong motor mogok di jalur Janggan–Gonggang. Sementara remaja bernama Bayu (17) yang bersamanya mengalami luka berat.
“Intensitas hujan yang tinggi sejak siang membuat beberapa tebing di wilayah Poncol dan Plaosan tidak mampu menahan beban air. Akibatnya, longsor terjadi di beberapa titik sekaligus,” terang Eka Wahyudi, Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Magetan.
Menurutnya, longsor terbesar terjadi di jalur utama Poncol–Gonggang dengan ketinggian tebing mencapai sekitar 40 meter. Material longsor menutup akses desa menuju Dusun Kopen, Dagung, Candi, dan Templek. Selain itu, genangan air juga menutup sebagian Jalan Tawangmangu–Plaosan, tepatnya di sekitar Mbah Jo Resort dan Sarangsari Hill.
Selain peristiwa longsor dan banjir, empat kejadian lain tercatat berupa kerusakan lahan pertanian serta ambruknya atap dan tembok dapur milik warga akibat terpaan angin kencang yang menyertai hujan.
Begitu laporan masuk, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD bersama unsur TNI, Polri, Dinas PUPR, DLH, dan relawan segera dikerahkan ke lokasi. Pembersihan material dilakukan secara manual menggunakan sekop dan pacul, dibantu dua unit mobil pemadam kebakaran.
“Koordinasi lintas sektor sangat penting karena medan di wilayah Poncol cukup sulit. Kami berupaya membuka akses secepat mungkin agar warga bisa beraktivitas kembali,” ujar Eka.
Hingga malam hari, jalur utama Janggan–Gonggang telah bisa dilalui kembali sekitar pukul 19.00 WIB. Namun pembersihan lanjutan di kawasan Gonggang dan Wonomulyo baru akan dilakukan pada Selasa pagi (11/11), lantaran memerlukan alat berat.
BPBD Magetan kini menetapkan status siaga bencana hidrometeorologi, menyusul meningkatnya curah hujan di wilayah pegunungan. Warga di kawasan rawan seperti Poncol dan Plaosan diminta tetap waspada terhadap potensi longsor susulan.

“Kalau melihat tanah mulai retak, pohon atau tiang miring, atau terdengar suara gemuruh dari arah lereng, sebaiknya segera menjauh dan laporkan ke perangkat desa atau posko BPBD,” imbau Eka.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak melintasi jalur yang sudah diberi pembatas atau ditutup dengan terpal karena titik tersebut merupakan area berisiko tinggi. BPBD masih menyiagakan tim dan alat berat di sejumlah titik rawan, serta terus memantau kondisi cuaca. Berdasarkan prakiraan, hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi masih berpotensi mengguyur wilayah Magetan dalam beberapa hari ke depan.(Nan/Krs).