Jumat, 6 Nov 2026
Trending Tags

30,8 Hektare Hutan Gunung Lawu Terbakar, Perhutani Siapkan Pemulihan Bertahap

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Selasa, 22 Sep 2026
  • visibility 207
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Perhutani memetakan area terdampak kebakaran di lereng Gunung Lawu. Foto : Kus-Sinergia

Sinergia | Magetan – Seluas 30,8 hektare kawasan hutan di lereng Gunung Lawu yang masuk wilayah Kabupaten Magetan dan Ngawi, Jawa Timur, terdampak kebakaran sejak 14 September 2026. Perhutani KPH Lawu Ds kini mulai memetakan karakteristik area terdampak sebagai dasar menentukan metode pemulihan kawasan.

Wakil Administratur KPH Lawu Ds, Hermawan, mengatakan luas tersebut merupakan hasil pendataan terakhir hingga Sabtu (19/9/2026). Rinciannya, 17 hektare berada di wilayah Kabupaten Magetan dan 13,8 hektare di Kabupaten Ngawi.

“Khusus wilayah Ngawi luas area terbakar 13,8 hektare, untuk Magetan 17 hektare. Wilayah yang terbakar masuk hutan produksi dengan tegakan pohon pinus dan hutan lindung dengan vegetasi rimba campuran atau RBC,” ujar Hermawan, Senin (21/9/2026).

Di Magetan, area terdampak berada di Petak 66 dan Petak 50 RPH Bedagung, BKPH Lawu Selatan, KPH Lawu Ds, yang masuk wilayah Kecamatan Sidorejo dan Panekan. Sementara di Ngawi, kebakaran melanda Petak 39 RPH Manyol dan Petak 41 RPH Campurejo, BKPH Lawu Utara, masing-masing berada di Kecamatan Kendal dan Jogorogo.

Perbedaan karakteristik kawasan membuat penanganan pascakebakaran tidak bisa dilakukan dengan satu metode. Perhutani terlebih dahulu akan memetakan tingkat kerusakan tegakan, kondisi medan, serta jenis vegetasi yang masih mampu tumbuh di masing-masing petak.

Hermawan menjelaskan, sebagian lokasi terdampak memiliki medan berupa tebing terjal dan jurang sehingga tidak seluruh kawasan aman dijangkau petugas. Kondisi tersebut juga menjadi salah satu kendala dalam proses pemadaman ketika kebakaran terjadi.

Di sejumlah titik, pemadaman sebelumnya dilakukan dengan memperpanjang sekat bakar atau ilaran untuk membatasi pergerakan api. Bahkan, sulitnya medan di wilayah Ngawi sempat mendorong pemerintah daerah mengusulkan penggunaan helikopter untuk pemadaman melalui udara sebelum seluruh titik api akhirnya dinyatakan padam pada Minggu (20/9/2026).

Pasca kebakaran, Perhutani menyiapkan sejumlah skenario rehabilitasi. Pada kawasan yang masih memungkinkan dijangkau petugas, penanaman kembali akan dilakukan terhadap tegakan yang mengalami kerusakan.

Image Not Found
Kebakaran menghanguskan 30,8 hektare kawasan hutan Gunung Lawu. Foto : Kus-Sinergia

“Untuk tegakan yang terbakar jika memungkinkan ditempuh petugas kita akan lakukan penanaman kembali. Selain itu, sabuk-sabuk alami seperti tanaman kopi di bawah tegakan untuk pencegahan itu mungkin kemarin kita sosialisasi lagi ke warga,” jelas Hermawan.

Namun, tidak seluruh area membutuhkan penanaman dengan pola yang sama. Hermawan mencontohkan kondisi di Petak 66 RPH Bedagung, BKPH Lawu Selatan. Di lokasi tersebut, api lebih banyak membakar vegetasi bawah, sementara tegakan pinus di atasnya masih bertahan dan tidak mengalami kematian akibat kebakaran.

Kondisinya berbeda dengan Petak 41 HL RPH Campurejo, BKPH Lawu Utara, Ngawi. Kawasan tersebut memiliki kontur ekstrem dengan akses yang sangat terbatas sehingga sulit dilakukan penanaman secara konvensional.

Untuk mengembalikan fungsi hutan lindung di kawasan tersebut, Perhutani mempertimbangkan metode penyebaran biji-bijian dari jenis tanaman yang mampu beradaptasi dengan kondisi dan ketinggian lokasi yang mencapai lebih dari 1.700 meter di atas permukaan laut. Beberapa jenis yang dipertimbangkan antara lain eucalyptus dan kaliandra.

“Kalau yang pinus kemarin terbakar roboh, nanti sebagian kita sulami dengan tanaman pinus baru. Tapi kalau di hutan lindung yang aksesibilitas sulit, hanya bisa ditempuh dengan berjalan kaki, memungkinkan nanti kita menggunakan biji seperti pohon eucalyptus dan kaliandra untuk penanamannya,” katanya.

Perhutani belum menetapkan target waktu penyelesaian rehabilitasi kawasan terdampak. Lamanya pemulihan akan bergantung pada tingkat kerusakan setiap petak, kondisi medan, jenis tanaman yang dipilih, serta kecepatan pertumbuhan vegetasi baru.

Menurut Hermawan, pemulihan kawasan hutan tidak sekadar mengganti pohon yang terbakar. Upaya tersebut juga diarahkan untuk mengembalikan fungsi ekologis kawasan sesuai karakteristik masing-masing lokasi.

Dengan kondisi medan yang sebagian sulit dijangkau dan proses pertumbuhan vegetasi yang membutuhkan waktu, rehabilitasi 30,8 hektare kawasan terdampak kebakaran Gunung Lawu dipastikan menjadi proses jangka panjang dan dilakukan secara bertahap. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • 26 Ribu Peserta PBI JKN di Kabupaten Madiun Dinonaktifkan 

    26 Ribu Peserta PBI JKN di Kabupaten Madiun Dinonaktifkan 

    • calendar_month Jumat, 13 Feb 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 322
    • 0Komentar

    Sinergia| Madiun — Pemerintah pusat menonaktifkan sekitar 26 ribu peserta Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK) di Kabupaten Madiun. Kebijakan ini berdampak pada ribuan warga yang sebelumnya terdaftar sebagai penerima bantuan iuran jaminan kesehatan. Kepala Dinas Sosial Kabupaten Madiun, Supriyadi, mengatakan penonaktifan tersebut diimbangi dengan mutasi kepesertaan dari PBI daerah (PBI D) ke PBI […]

    Bagikan
  • Bupati Madiun Tekankan Disiplin Pengelolaan ADD dalam Bimtek Tata Kelola Keuangan Desa

    Bupati Madiun Tekankan Disiplin Pengelolaan ADD dalam Bimtek Tata Kelola Keuangan Desa

    • calendar_month Selasa, 13 Jan 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 248
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun — Pemerintah Kabupaten Madiun menggelar bimbingan teknis (Bimtek) Realisasi Tata Pemerintahan Bersahaja menuju Optimalisasi Tata Kelola Keuangan Daerah melalui penguatan Pejabat Pengelola Keuangan Daerah (PPKD) tingkat desa di Kecamatan Wungu, Selasa (13/1/2026). Bupati Madiun Hari Wuryanto menegaskan pentingnya kedisiplinan dalam pengelolaan Anggaran di Desa baik itu Dana Desa ( DD ) atau […]

    Bagikan
  • Terobosan Pemkot Madiun “SI NOVA AYU” untuk Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat

    Terobosan Pemkot Madiun “SI NOVA AYU” untuk Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat

    • calendar_month Senin, 21 Apr 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 322
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun — Pemerintah Kota Madiun kembali menghadirkan terobosan baru dalam pelayanan publik. Kali ini melalui program SI NOVA AYU, sebuah kompetisi inovasi pelayanan publik bertema “Mewujudkan Pelayanan Publik Berdampak untuk Kesejahteraan Masyarakat”, yang resmi diluncurkan oleh Wali Kota Madiun, Maidi, di Taman Hijau Demangan (THD), Senin (21/04/2025). Wali Kota Madiun, Maidi menyampaikan […]

    Bagikan
  • Nekad, Sejoli Gasak Motor di Rumah Kota Saat Tengah Malam

    Nekad, Sejoli Gasak Motor di Rumah Kota Saat Tengah Malam

    • calendar_month Kamis, 16 Okt 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 188
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Aksi pencurian sepeda motor terjadi di Kota Madiun. Kali ini, peristiwa tersebut menimpa penghuni Aston Liem Kost di Jalan Tunggul Nogo, Kelurahan Josenan, Kecamatan Taman, pada Selasa dini hari (14/10/2025). Kejadian itu terekam jelas oleh kamera CCTV. Dalam rekaman, terlihat sepasang pria dan wanita diduga pasangan suami istri datang berboncengan […]

    Bagikan
  • DPRD Kabupaten Madiun Gelar RDP Bersama Dinsos, DTSEN dan Tagana Ditelisik

    DPRD Kabupaten Madiun Gelar RDP Bersama Dinsos, DTSEN dan Tagana Ditelisik

    • calendar_month Rabu, 11 Mar 2026
    • account_circle Mandor
    • visibility 319
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab Madiun – DPRD Kabupaten Madiun serentak menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) terhadap materi Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Madiun tahun anggaran 2025. Selama dua hari ini RDP diagendakan untuk memanggil semua OPD Pemkab Madiun. Setiap OPD dibagi sesuai jadwal dengan masing masing komisi yang membidangi. Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Madiun Wahyu […]

    Bagikan
  • Peluncuran IPKD MCP 2025, Wali Kota Madiun Komitmen Mewujudkan Kota Anti Korupsi

    Peluncuran IPKD MCP 2025, Wali Kota Madiun Komitmen Mewujudkan Kota Anti Korupsi

    • calendar_month Rabu, 5 Mar 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 174
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Wali Kota dan Wakil Walikota Madiun mengikuti Peluncuran Indikator Indeks Pencegahan Korupsi Daerah (IPKD) Monitoring Center for Prevention (MCP) Tahun 2025 secara virtual pada Rabu (5/2/2025) di gedung GCIO Kota Madiun. Peluncuran ini juga di ikuti 38 Provinsi, 419 Kabupaten dan 93 Kota yang diselenggarakan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). […]

    Bagikan
expand_less