
Foto : Tova Pradana – Sinergia
Sinergia | Kab. Madiun — PT Global Way Indonesia (GWI) yang berlokasi di Desa Kedungrejo, Kecamatan Pilangkenceng, Kabupaten Madiun, akan memangkas 842 pekerja secara bertahap mulai Agustus hingga Oktober 2025. Keputusan ini disampaikan melalui surat pemberitahuan bernomor 29/P/GWIM/VIII/2025 yang diterima Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Madiun.
Manajemen GWI menyebut pemutusan hubungan kerja (PHK) dilakukan karena penurunan order produksi dan restrukturisasi organisasi.
“Dengan berat hati perusahaan harus mengurangi karyawan secara bertahap. Proses PHK mempertimbangkan absensi dan performa kerja,” demikian isi surat manajemen GWI yang ditandatangani oleh Marco Lin Operation VP pada 14 Agustus 2025.

Perusahaan memastikan akan memberikan pesangon sesuai peraturan perundang-undangan. Data detail karyawan yang terkena PHK akan diumumkan melalui serikat pekerja. Jumlah total tenaga kerja GWI saat ini sekitar 3.800 orang, mayoritas merupakan pekerja tetap di lini produksi.
Sekretaris Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Disnakertrans Kabupaten Madiun Ratnasari Wandanwulan memastikan belum ada laporan pelanggaran normatif terkait rencana PHK.
“Kalau pabrik melakukan PHK, harus ada pesangon atau kompensasi sesuai status pekerja. Surat resminya sudah kami terima dan normatifnya sesuai aturan,” ujarnya, Senin (25/8/2025).
Pemerintah daerah akan memeriksa pembayaran hak pekerja, termasuk jaminan hari tua (JHT) BPJS Ketenagakerjaan.
“Kami akan minta data by name by address untuk dicek. Sejauh ini tidak ada aduan dari serikat pekerja,” tambah Ratnasari.
Disnakertrans juga tengah menyiapkan penyaluran tenaga kerja ke perusahaan lain yang membutuhkan. Salah satunya, pabrik sepatu PT Golden Step di Desa Kuwu, Kabupaten Madiun, yang tengah membuka lowongan sekitar 2.000 pekerja, meski baru terisi sekitar 30 persen karena sebagian order masih dikerjakan di Mojokerto.
“Kalau ada kebutuhan, akan kami salurkan. Tapi tetap harus melalui tes keterampilan, tidak otomatis diterima,” jelas pejabat Disnakertrans.
PT GWI merupakan produsen alat alat olahraga untuk kebutuhan ekspor sempat memperluas pabrik untuk memenuhi permintaan pasar global. Namun turunnya permintaan menyebabkan kapasitas produksi berkurang drastis.
Tova Pradana – Sinergia