Berita Terkini
Trending Tags

Pergi dalam Pelukan Karung Rosok, Akhir Perjalanan Hidup Sugeng di Magetan

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Kamis, 11 Sep 2025
  • visibility 465
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Warga berdatangan ke kediaman Sugeng Riyanto, seorang pemulung asal Desa Purwosari, Foto : Kusnanto – Sinergia

Sinergia | Magetan – Sugeng Riyanto (49), seorang pemulung asal Desa Purwosari, Kecamatan/Kabupaten Magetan, mengakhiri hidupnya dengan cara yang begitu menyentuh. Kamis (11/09/2025) pagi, ia ditemukan meninggal dunia dalam posisi tertunduk, masih memeluk karung rosok yang selama ini menjadi tumpuan hidupnya.

Suparman (65), tetangga yang pertama kali mendengar suara keras sekitar pukul 09.30 WIB, masih teringat jelas momen itu.

“Saya keluar rumah setelah dengar suara ‘braakkk’. Begitu dilihat, beliau sudah tertelungkup sambil memeluk karung rosoknya. Kami mencoba memastikan bersama warga, tapi ternyata beliau sudah tidak bernyawa,” kenangnya dengan mata berkaca-kaca.

Pemandangan tersebut membuat warga yang berdatangan terdiam. Sugeng, yang kesehariannya dikenal ramah, berpulang dengan membawa karung yang menjadi simbol kerja kerasnya.

Tim medis dari Puskesmas Candirejo bersama Unit Identifikasi Polres Magetan segera melakukan pemeriksaan di lokasi. Kapolsek Magetan, AKP Ika Wardani, memastikan tidak ada tanda kekerasan pada tubuh korban.

“Kesimpulannya, beliau meninggal akibat sakit mendadak. Tidak ada indikasi tindak pidana. Jenazah sudah kami serahkan ke pihak keluarga,” jelasnya.

Bagi warga sekitar, Sugeng adalah pribadi sederhana. Ia selalu menyapa sambil menenteng karung besar berisi rosok. Kehilangan itu dirasakan betul oleh Brilliansya Risang Bagus (33), yang ikut menolong saat kejadian.

“Beliau tidak pernah mengeluh. Orangnya ramah dan pekerja keras. Rasanya berat sekali melihat beliau pergi masih dengan karung rosok di pelukannya. Itu seakan menegaskan perjuangan hidup yang beliau jalani,” ucapnya lirih.

Kapolsek Magetan, AKP Ika Wardani, juga turut menyampaikan rasa belasungkawa.

“Ini kejadian yang menyayat hati. Almarhum wafat saat berusaha mencari nafkah, dengan karung rosok yang tak pernah lepas dari kehidupannya. Semoga beliau mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya,” kata Kapolsek.

Image Not Found
Sugeng Riyanto meninggal dunia dalam posisi tertunduk, masih memeluk karung rosok, Foto : Ilustrasi/Kusnanto – Sinergia

Kini, karung rosok yang selalu setia menemani Sugeng menjadi saksi bisu akhir perjuangan seorang ayah, seorang pekerja keras, yang berpulang dengan cara begitu mengharukan.

Kusnanto – Sinergia

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto

Rekomendasi Untuk Anda

  • BPBD Madiun Petakan Wilayah Rawan Kekeringan, Perkuat Mitigasi Hadapi Kemarau Panjang 2026

    BPBD Madiun Petakan Wilayah Rawan Kekeringan, Perkuat Mitigasi Hadapi Kemarau Panjang 2026

    • calendar_month Kamis, 18 Jun 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 161
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Madiun mulai memperkuat langkah mitigasi menghadapi musim kemarau 2026 yang diprediksi berlangsung lebih panjang dibanding tahun sebelumnya. Sedikitnya 20 titik wilayah telah dipetakan sebagai daerah yang berpotensi mengalami kekeringan. Sementara kawasan hutan di sejumlah kecamatan juga menjadi perhatian khusus karena rawan kebakaran hutan dan lahan […]

    Bagikan
  • Pemkab Madiun Serahkan LHP Pengelolaan Keuangan ke 15 Desa

    Pemkab Madiun Serahkan LHP Pengelolaan Keuangan ke 15 Desa

    • calendar_month Senin, 26 Mei 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 122
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun  – Pemerintah Kabupaten Madiun menyerahkan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) atas Pengelolaan Keuangan Desa kepada 15 pemerintah desa di wilayah setempat. Penyerahan berlangsung di Ruang IT Pusat Pemerintahan Caruban, Senin (26/05/2025), sebagai bagian dari upaya penguatan tata kelola keuangan desa yang transparan dan akuntabel. Bupati Madiun, Hari Wuryanto, mengatakan bahwa dalam pemeriksaan […]

    Bagikan
  • Tebing 15 Meter Longsor, Seorang Petani di Panekan Magetan Nyaris Tertimbun

    Tebing 15 Meter Longsor, Seorang Petani di Panekan Magetan Nyaris Tertimbun

    • calendar_month Rabu, 12 Nov 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 123
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Hujan deras yang mengguyur wilayah Magetan memicu bencana tanah longsor kembali. Seorang petani bernama Pardi, warga Dusun Dagung, Desa Bedagung, Kecamatan Panekan, nyaris kehilangan nyawa setelah tertimbun material longsor di area kebun, Selasa (11/11/2025) sore. Peristiwa terjadi ketika korban hendak menuju sawah di tengah cuaca gerimis setelah hujan lebat. Saat melintas […]

    Bagikan
  • Tanem, Warga Ponorogo yang Dilaporkan Hilang, Ditemukan Tewas di Sungai Bengawan Madiun

    Tanem, Warga Ponorogo yang Dilaporkan Hilang, Ditemukan Tewas di Sungai Bengawan Madiun

    • calendar_month Sabtu, 14 Jun 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 124
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – Sesosok mayat perempuan tanpa identitas yang ditemukan di aliran Sungai Bengawan Madiun pada Sabtu (14/06/2025) akhirnya teridentifikasi sebagai Tanem (60), warga Desa/Kecamatan Sawoo, Ponorogo. Ia sempat dilaporkan hilang sejak akhir Mei lalu. Jasad korban ditemukan warga di kawasan Dukuh Banjeng, Desa Dukuh, Kecamatan Lembeyan, Kabupaten Magetan, dalam kondisi membusuk dan […]

    Bagikan
  • Warga Tanjungsepreh Protes Jalan Rusak, Tolak Truk ODOL Angkut Tanah Urug Melintas

    Warga Tanjungsepreh Protes Jalan Rusak, Tolak Truk ODOL Angkut Tanah Urug Melintas

    • calendar_month Rabu, 4 Jun 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 120
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – Puluhan warga Desa Tanjungsepreh, Kecamatan Maospati, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, menggelar aksi protes atas kerusakan parah Jalan Cempaka, Rabu (04/06/2025). Warga menolak keras truk over dimension over loading (ODOL) bermuatan tanah urug melintas di jalan desa mereka. Dalam aksinya, warga membentangkan spanduk bertuliskan: “Truk Over Dimensi Over Loading (ODOL) Muatan […]

    Bagikan
  • Polemik Tak Berujung PBNU, Ini Sikap PCNU Kota Madiun

    Polemik Tak Berujung PBNU, Ini Sikap PCNU Kota Madiun

    • calendar_month Selasa, 23 Des 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 252
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Polemik di tubuh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) hingga kini belum ada kata selesai. Menyikapi hal itu, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Madiun membuat pernyataan sikap bersama syuriah-tanfidziyah. Selain itu, juga meninda atas musyawarah kubro Pondok Pesantren Lirboyo, Kota Kediri, pada Minggu (21/12/2025) lalu. Ketua PCNU Kota Madiun, KH […]

    Bagikan
expand_less