Luncurkan Selamat Asri, Pemkab Madiun Sinkronkan Program Kebersihan dengan Instruksi Presiden Prabowo
- account_circle Tova Pradana
- calendar_month Jumat, 17 Apr 2026
- visibility 489
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Madiun – Pemerintah Kabupaten Madiun mulai mengakselerasi gerakan lingkungan bersih, sehat, dan rapi melalui program Selamat Asri (Selasa Jumat Aman Sehat Resik Indah). Program ini menjadi tindak lanjut dari instruksi Presiden RI Prabowo Subianto yang mendorong terciptanya budaya hidup bersih secara serentak di seluruh Indonesia.
Langkah tersebut juga diselaraskan dengan visi daerah “MADIUN BERSAHAJA” Kabupaten Madiun (Bersih, Sehat, dan Sejahtera) yang diusung Bupati Madiun Hari Wuryanto bersama Wakil Bupati Purnomo Hadi.
Dengan bersepeda mulai dari Pendopo Muda graha berkeliling ke kampung – kampung di wilayah Kecamatan Jiwan. Rombongan pejabat Pemkab Madiun tersebut melihat langsung kondisi lingkungan masyarakat di tingkat bawah.
Peluncuran program ditandai dengan apel “Selamat Asri” di SDN 1 dan 2 Kincang Wetan, Kecamatan Jiwan, Jumat (17/4/2026). Kegiatan ini diikuti jajaran organisasi perangkat daerah (OPD), sekaligus menjadi titik awal implementasi gerakan di sektor pendidikan.
Bupati Madiun, Hari Wuryanto, mengatakan program tersebut merupakan bentuk sinkronisasi antara kebijakan pemerintah pusat dan daerah. Menurutnya, regulasi telah diperkuat melalui Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 11 Tahun 2026 tentang Gerakan Selasa Jumat Bersih.
“Ini sudah linear dengan visi Kabupaten Madiun. Kita tinggal implementasi melalui kegiatan rutin setiap Selasa dan Jumat agar lingkungan menjadi bersih, sehat, dan nyaman,” ujar Hari.
Pemerintah daerah menjadikan lingkungan sekolah sebagai titik awal pelaksanaan program. Kehadiran bupati dan rombongan di SDN Kincang Wetan diharapkan menjadi dorongan bagi siswa dan tenaga pendidik untuk aktif menjaga kebersihan, baik di sekolah maupun di rumah.
Dalam kegiatan tersebut, bupati juga turun langsung membersihkan area di depan sekolah sebagai bentuk edukasi dan contoh nyata kepada masyarakat.
Meski dimulai dari sektor pendidikan, program Selamat Asri tidak terbatas di sekolah saja. Pemerintah memberikan fleksibilitas kepada setiap lembaga untuk menentukan hari pelaksanaan, baik Selasa maupun Jumat.
“Tidak hanya di sekolah, tapi juga di kantor, desa, RT, RW, semuanya harus melaksanakan kegiatan bersih-bersih,” tegasnya.

Selain launching, rombongan juga meninjau pelaksanaan program di SMPN 1 Jiwan. Dari hasil pemantauan, masih ditemukan sejumlah persoalan kebersihan, seperti tempat penampungan sampah yang berada di depan sekolah hingga mengganggu estetika lingkungan.
Tak hanya itu, ditemukan pula saluran selokan dan gorong-gorong yang tersumbat sampah. Kondisi ini dinilai berpotensi menimbulkan berbagai masalah kesehatan, seperti berkembangnya jentik nyamuk hingga risiko banjir.
Pemerintah mengingatkan pentingnya penanganan bersama terhadap persoalan tersebut, terutama menjelang musim kemarau yang rawan memicu penyebaran penyakit.
Pemkab Madiun berharap tercipta kesadaran kolektif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan. Gerakan ini juga menjadi bagian dari upaya memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat.
“Kalau badan kita sehat, lingkungan bersih, maka masyarakat yang kita layani juga akan merasa nyaman,” ujar Hari Wuryanto
Dengan adanya sinkronisasi program antara pemerintah pusat dan daerah, Pemkab Madiun menargetkan gerakan ini dapat berjalan berkelanjutan dan melibatkan seluruh elemen masyarakat, mulai dari lingkungan pendidikan hingga tingkat desa dan permukiman. (Tov)
- Penulis: Tova Pradana
- Editor: Diez





