Semangat Hari Kartini, Pelayanan Samsat Magetan Tampil Berbeda namun Tetap Prima
- account_circle Kusnanto
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 31
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Magetan – Peringatan Hari Kartini disambut penuh semangat oleh jajaran petugas di Kantor Bersama Samsat Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Suasana pelayanan pada Selasa (21/4/2026) tampak berbeda dari biasanya, dengan seluruh petugas mengenakan busana khas Jawa Timuran.
Mulai dari petugas loket, kasir, hingga petugas pengecekan fisik kendaraan, kompak tampil dengan pakaian tradisional. Petugas perempuan mengenakan kebaya, sementara petugas laki-laki menyesuaikan dengan busana adat Jawa Timur, menciptakan nuansa kultural yang kental di area pelayanan publik tersebut.
Meski tampil dengan busana tradisional, pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan normal dan lancar. Bahkan, suasana ini justru menarik perhatian dan simpati para wajib pajak yang tengah mengurus administrasi kendaraan.
Pengelola Data Pelayanan Perpajakan UPT PPD Magetan, Nurpodo, mengatakan penggunaan pakaian adat ini merupakan bentuk peringatan Hari Kartini yang rutin dilakukan setiap tahun.
“Penampilan ini untuk membedakan karena bertepatan dengan Hari Kartini yang diperingati setahun sekali. Kami mengenakan pakaian khas Jawa Timur, perempuan memakai kebaya, sedangkan laki-laki menyesuaikan,” ujarnya.

Ia memastikan, meski ada perubahan tampilan, kualitas pelayanan tidak mengalami gangguan. Justru, masyarakat terlihat antusias dan mengapresiasi suasana berbeda tersebut.
“Pelayanan hari ini tetap lancar. Masyarakat juga senang dengan momen seperti ini, apalagi petugas mengenakan kebaya yang terlihat lebih elegan, namun tetap profesional dalam melayani,” tambahnya.
Menurut Nurpodo, tradisi mengenakan busana adat saat Hari Kartini telah menjadi agenda tahunan di lingkungan Samsat Magetan. Hanya saja, tiap tahun terdapat sedikit variasi pada jenis pakaian yang digunakan, dengan tetap mengusung pakaian khas Jawa Timur sebagai ciri utama.
Momentum ini tidak hanya menjadi bentuk penghormatan terhadap perjuangan R.A. Kartini, tetapi juga menjadi cara untuk mendekatkan pelayanan publik dengan nilai-nilai budaya lokal.(Kus).
- Penulis: Kusnanto
- Editor: Kris/Byg





