Berita Terkini
Trending Tags

Tragedi Berulang! Bekas Galian C di Madiun Telan Dua Nyawa Anak, Warga Tuding Pemerintah Desa Tulung Lalai

  • account_circle Tova Pradana
  • calendar_month Selasa, 14 Apr 2026
  • visibility 542
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Kepala Desa Tulung Kecamatan Saradan Kabupaten Madiun, Sukarno, tinjau lokasi galian C yang memakan korban jiwa. (14/4/2026), Foto : Tova-Sinergia

Sinergia | Madiun – Tragedi kembali terjadi di Desa Tulung, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun. Bekas tambang galian C yang tak kunjung direklamasi kembali memakan korban jiwa. Total sudah dua anak meninggal dunia akibat lokasi berbahaya yang dibiarkan terbuka tanpa penanganan serius.

Warga pun geram. Mereka menilai pemerintah desa terkesan abai meski peringatan sudah berulang kali disampaikan.

Maridi, salah satu warga, mengungkapkan bahwa insiden ini bukan kejadian pertama. Ia menegaskan, masyarakat sudah lama meminta tindakan tegas, namun hingga kini belum ada langkah konkret dari pihak terkait.

“Sudah dua kali memakan korban jiwa. Kami minta segera ditutup, diratakan, dan diuruk agar tidak membahayakan lagi,” tegasnya.

Menurut Maridi, meskipun pemerintah desa sempat memberikan peringatan, kondisi di lapangan tetap dibiarkan tanpa penyelesaian menyeluruh. Hal itu membuat lokasi bekas galian masih menjadi ancaman serius, terutama bagi anak-anak.

Keresahan serupa disampaikan Karjito, warga lainnya. Ia menyoroti fakta bahwa korban yang jatuh seluruhnya adalah anak-anak.

“Sudah dua kali makan korban, semuanya anak-anak. Sampai sekarang belum ada tanda-tanda akan diuruk,” ujarnya prihatin.

Image Not Found
Warga Desa Tulung protes karena galian C tersebut telah makan dua korban jiwa. Foto : Tova-Sinergia

Sementara itu, Kepala Desa Tulung, Sukarno, menjelaskan bahwa lahan bekas galian tersebut merupakan milik warga bernama Sunarto. Ia menyebut aktivitas tambang sebelumnya dikelola oleh pihak pengembang, Bambang dan Toha.

Sukarno mengakui bahwa sempat ada upaya reklamasi, namun hanya berlangsung sementara sebelum aktivitas penggalian kembali terjadi. Pihak desa, lanjutnya, telah berkoordinasi dengan pengelola tambang agar segera melakukan reklamasi sesuai harapan warga.

“Kami sudah menghubungi pihak pengembang agar segera melakukan reklamasi supaya lahan bisa dimanfaatkan dengan baik dan tidak membahayakan,” jelasnya.

Meski demikian, hingga berita ini diturunkan, belum terlihat adanya tindakan nyata di lokasi. Warga pun mendesak pemerintah daerah turun tangan dan mengambil langkah tegas sebelum korban kembali berjatuhan.

Kasus ini menjadi sorotan serius, mengingat potensi bahaya yang terus mengintai di tengah permukiman. Warga berharap tragedi serupa tidak kembali terulang hanya karena lambannya penanganan. (Tov)

Bagikan
  • Penulis: Tova Pradana
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kopi Warisan Kolonial Belanda dari Lereng Gunung Lawu Tetap Bertahan, Jadi Primadona Baru Magetan

    Kopi Warisan Kolonial Belanda dari Lereng Gunung Lawu Tetap Bertahan, Jadi Primadona Baru Magetan

    • calendar_month Senin, 13 Jul 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 145
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Di tengah menjamurnya tren kopi lokal di Indonesia, lereng Gunung Lawu di Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan, masih menyimpan kekayaan yang tak banyak dimiliki daerah lain. Ratusan petani di kawasan ini tetap mempertahankan budidaya kopi dari bibit peninggalan era kolonial Belanda yang usianya telah melampaui satu abad. Keaslian varietas serta cita rasa […]

    Bagikan
  • Bocah 4 Tahun di Madiun Hilang Misterius, Warga dan BPBD Lakukan Pencarian

    Bocah 4 Tahun di Madiun Hilang Misterius, Warga dan BPBD Lakukan Pencarian

    • calendar_month Selasa, 14 Apr 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 329
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Seorang bocah berusia 4 tahun dilaporkan hilang secara misterius di Desa Tulung, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun, sejak Senin (13/4/2026) sore. Hingga Selasa (14/4/2026) pagi, upaya pencarian masih terus dilakukan oleh warga bersama tim gabungan. Korban diketahui bernama Rizuka Putra Ramadhan, putra pasangan Slamet dan Suwarni. Ia terakhir terlihat sekitar pukul 17.00 […]

    Bagikan
  • Bulog Madiun Siap Salurkan 9.500 Ton Beras SPHP untuk Tekan Inflasi di Semester II 2025

    Bulog Madiun Siap Salurkan 9.500 Ton Beras SPHP untuk Tekan Inflasi di Semester II 2025

    • calendar_month Jumat, 18 Jul 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 121
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) kembali digulirkan untuk semester II tahun 2025. Kepala Perum Bulog Cabang Madiun, Agung Sarianto, menyampaikan bahwa penugasan SPHP telah turun dengan target volume sebesar 1,318 juta ton secara nasional untuk periode Juli hingga Desember 2025. Dari jumlah tersebut, sebanyak 9.500 ton dialokasikan untuk […]

    Bagikan
  • Program Pengajaran Bahasa Portugis Untuk Sekolah Menengah

    Program Pengajaran Bahasa Portugis Untuk Sekolah Menengah

    • calendar_month Sabtu, 25 Okt 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 133
    • 0Komentar

    Sinergia | Ngawi – Pemerintah Indonesia tengah mempersiapkan langkah baru di bidang pendidikan, yakni penambahan Bahasa Portugis sebagai salah satu bahasa asing yang akan diajarkan di sekolah menengah. Kebijakan ini merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden RI Prabowo Subianto setelah membahas kerja sama pendidikan dengan Presiden Brasil, Luiz Inácio Lula da Silva, di Istana Merdeka, […]

    Bagikan
  • Motis Lebaran 2026: Solusi Mudik Aman dan Gratis untuk Pengendara Motor di Madiun

    Motis Lebaran 2026: Solusi Mudik Aman dan Gratis untuk Pengendara Motor di Madiun

    • calendar_month Selasa, 17 Mar 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 295
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Program mudik gratis sepeda motor (Motis) kembali digelar pada musim Lebaran 2026 sebagai solusi perjalanan aman dan nyaman bagi masyarakat. Program ini merupakan inisiatif Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan, yang didukung oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 7 Madiun. Di wilayah Daop 7 Madiun, layanan Motis difokuskan pada rute […]

    Bagikan
  • Permintaan Cingcau Hijau di Ponorogo Meningkat Selama Ramadhan

    Permintaan Cingcau Hijau di Ponorogo Meningkat Selama Ramadhan

    • calendar_month Selasa, 4 Mar 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 133
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ponorogo – Cingcau hijau menjadi salah satu menu berbuka puasa yang banyak diburu selama bulan Ramadhan. Seperti produksi cingcau hijau milik Winaryo (48), warga Desa Serangan, Kecamatan Sukorejo, Ponorogo, yang kebanjiran pesanan. Bapak dua anak ini mengaku, permintaan cingcau hijau buatannya meningkat drastis dibanding hari biasa. Jika sebelumnya hanya memproduksi 10 hingga […]

    Bagikan
expand_less