Berita Terkini
Trending Tags

Kisah Ully Haque Ussianti, Perempuan 36 Tahun yang Sukses Kembangkan Jamu Telang dan Buka Peluang Kerja

  • account_circle Kriswanto
  • calendar_month 2 jam yang lalu
  • visibility 42
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Kisah Ully Haque Ussianti Sukses Kembangkan Jamu Telang dan Buka Peluang Kerja. Foto : Kris-Sinergia

Sinergia | Kota Madiun – Di kawasan Kelurahan Demangan, tepatnya di Jalan Suwolobumi Gang Saptaloka, semangat wirausaha tumbuh dari tangan seorang perempuan. Dialah Ully Haque Ussianti, pemilik usaha bernama Malika yang dikenal sebagai produsen olahan bunga telang dan berbagai jamu tradisional.

Usaha ini bermula pada tahun 2020, saat pandemi COVID-19 melanda. Di tengah ketidakpastian, Ully justru menemukan peluang dari kebiasaan sederhana yakni mengonsumsi minuman herbal.

Awalnya, racikan jamu yang ia buat hanya terdiri dari sereh, jahe, lemon, dan madu. Namun, pertemuannya dengan bunga telang menjadi titik balik.

“Saya penasaran dengan bunga telang, warnanya unik. Waktu dicampur ke jamu, ternyata hasilnya cantik. Kalau ditambah jeruk, warnanya berubah jadi ungu, menarik sekali,” ungkapnya Selasa (21/4/2026).

Dari rasa penasaran itu, lahirlah produk jamu telang yang tak hanya sehat, tetapi juga memiliki daya tarik visual. Tak disangka, respons pasar begitu positif. Produk tersebut perlahan mendapat tempat di hati konsumen, terutama karena manfaatnya dalam menjaga daya tahan tubuh.

Kini, usaha perempuan 36 tahun ini tidak hanya memproduksi jamu telang, tetapi juga berbagai jenis jamu tradisional seperti temulawak, kunyit asam, beras kencur, hingga bir pletok. Dalam sehari, permintaan jamu telang bahkan bisa mencapai puluhan botol, didukung oleh jaringan reseller yang terus berkembang di Pulau Jawa.

Image Not Found
Kisah Ully Haque Ussianti Sukses Kembangkan Jamu Telang dan Buka Peluang Kerja. Foto : Kris-Sinergia

“Permintaan sehari Alhamdulillah sih ada reseller juga. Yang paling kencang emang bunga telang. Sehari itu bisa sampai 50 botol,” jelasnya.

Namun, lebih dari sekadar bisnis, bagi Ully, usaha ini memiliki makna yang lebih dalam. Ia ingin membuktikan bahwa perempuan juga mampu mandiri secara ekonomi sekaligus memberikan dampak bagi orang lain. Seperti keteladanan dari RA Kartini turut menjadi pelecut semangatnya dalam berkarir dan membangun usaha.

“Perempuan itu sebaiknya punya karya. Tidak hanya bergantung pada suami saja, tapi juga bisa menghasilkan. Dari usaha ini, setidaknya kita bisa membantu ekonomi keluarga,” tuturnya.

Semangat tersebut tidak berhenti pada dirinya sendiri. Kehadiran usaha dengan merk Malika ini turut membuka peluang kerja bagi masyarakat sekitar, mulai dari proses produksi hingga distribusi. Bahan baku pun sebagian besar diperoleh dari pasar dan supplier lokal di wilayah Kota Madiun, sehingga turut menggerakkan ekonomi daerah.

Di tengah persaingan usaha yang semakin ketat, Ully memilih untuk tidak melihat kompetitor sebagai ancaman. Sebaliknya, ia mengedepankan kolaborasi demi kemajuan bersama.

Image Not Found
Produksi jamu telang dengan merk MALIKITA yang digagas oleh Ully Haque Ussianti. Foto : Kris-Sinergia

“Persaingan itu pasti ada, tapi kami lebih fokus bagaimana jamu ini bisa maju di Madiun. Harapannya, jamu bisa jadi oleh-oleh khas Kota Madiun seperti bluder ataupun brem,” ujarnya.

Tak hanya itu, ia juga menaruh harapan besar pada generasi muda agar mampu menghasilkan karya. Terlebih dengan memanfaatkan perkembangan teknologi secara produktif.

“Sekarang teknologi sudah canggih. Gunakan untuk branding dan digital marketing, jangan hanya untuk hiburan,” pesannya.

Ke depan, Ully bercita-cita agar produknya bisa menjangkau seluruh Indonesia tanpa harus menggunakan bahan pengawet. Ia juga ingin menjadikan jamu sebagai identitas khas daerah yang semakin dikenal luas.

Kisah Ully ini pun menjadi bukti bahwa ketekunan, kreativitas, dan keberanian mencoba hal baru mampu melahirkan karya yang tidak hanya bernilai ekonomi, tetapi juga memberi manfaat bagi banyak orang.(Krs).

Bagikan
  • Penulis: Kriswanto
  • Editor: Buyung

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mendekati Lebaran, Dinas Perdagangan Kota Madiun Cek Stok dan Harga Kebutuhan Pokok

    Mendekati Lebaran, Dinas Perdagangan Kota Madiun Cek Stok dan Harga Kebutuhan Pokok

    • calendar_month Kamis, 27 Mar 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 56
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Dalam rangka memastikan ketersediaan dan stabilitas harga barang kebutuhan pokok menjelang Idul Fitri, Dinas Perdagangan Kota Madiun bersama tim Satgas Pangan melakukan pemantauan di pasar tradisional dan pasar modern. Seperti di Pasar Besar Madiun, harga kebutuhan pokok tergolong stabil. Seperti harga beras dan minyak goreng yang masih terjangkau. “Kami memeriksa […]

    Bagikan
  • Pekan Pertama Seleksi Sekda Kabupaten Madiun Sepi Peminat

    Pekan Pertama Seleksi Sekda Kabupaten Madiun Sepi Peminat

    • calendar_month Selasa, 20 Jan 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 120
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun— Seleksi terbuka jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Madiun yang dibuka sejak 13 Januari 2026 masih minim peminat. Hingga memasuki pekan pertama pendaftaran, belum satu pun pelamar yang mengirimkan berkas. Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Madiun Heru Kuncoro mengatakan, pendaftaran seleksi Sekda masih dibuka hingga 28 Januari 2026. […]

    Bagikan
  • Curah Hujan Tinggi, Banjir Rendam Permukiman dan Sawah di Ponorogo

    Curah Hujan Tinggi, Banjir Rendam Permukiman dan Sawah di Ponorogo

    • calendar_month Jumat, 2 Jan 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 148
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo — Curah hujan tinggi yang mengguyur Ponorogo sejak Kamis (1/1/2026) malam mengakibatkan banjir di sejumlah wilayah. Luapan air sungai mulai terjadi pada Jumat (2/1/2026) dini hari dan mengganggu aktivitas warga. Di Kecamatan Balong, banjir merendam Desa Ngampel, Balong, Bajang, dan Karangan. Selain itu, genangan air juga terjadi di Desa Winong, Kecamatan Jetis, […]

    Bagikan
  • Penutup Drainase Banyak Dicuri, Pemkab Magetan Geram dan Tempuh Langkah Hukum

    Penutup Drainase Banyak Dicuri, Pemkab Magetan Geram dan Tempuh Langkah Hukum

    • calendar_month Selasa, 17 Mar 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 63
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Aksi pencurian besi penutup drainase di sejumlah ruas jalan di Kabupaten Magetan menjelang Hari Raya Idulfitri memicu keprihatinan pemerintah daerah. Selain merugikan keuangan daerah, hilangnya fasilitas umum tersebut juga dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan. Besi penutup drainase yang hilang merupakan bagian dari infrastruktur jalan yang dibangun menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan […]

    Bagikan
  • Kelangkaan Elpiji 3 Kilogram di Ngawi Jelang Lebaran, Harga Tembus Rp40 Ribu

    Kelangkaan Elpiji 3 Kilogram di Ngawi Jelang Lebaran, Harga Tembus Rp40 Ribu

    • calendar_month Senin, 16 Mar 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 170
    • 0Komentar

    Sinergia | Ngawi – Menjelang Lebaran Idulfitri 2026, warga di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, semakin kesulitan mendapatkan gas elpiji 3 kilogram. Sejumlah pangkalan maupun pengecer di Kecamatan Widodaren melaporkan stok kosong sejak beberapa hari terakhir, membuat warga terpaksa berkeliling dari satu tempat ke tempat lain demi mendapatkan kebutuhan memasak tersebut. Kondisi ini terlihat jelas di […]

    Bagikan
  • Dari Panggung Jalanan ke Jejak Karya, Nogling S. Seniman Musik yang Tak Pernah Menyerah

    Dari Panggung Jalanan ke Jejak Karya, Nogling S. Seniman Musik yang Tak Pernah Menyerah

    • calendar_month Selasa, 6 Mei 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 97
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – Di sudut tenang Perumahan Banjarsari Raya, Magetan, Jawa Timur, terdapat sosok yang diam-diam menorehkan jejak panjang dalam dunia musik. Nogling S. adalah pencipta lagu yang telah menempuh perjalanan musiknya sejak tahun 2006. Perjalanan yang tidak dimulai dari studio mewah atau panggung gemerlap, melainkan dari lantai jalanan yang menjadi saksi awal […]

    Bagikan
expand_less