Berita Terkini
Trending Tags

Kisah Ully Haque Ussianti, Perempuan 36 Tahun yang Sukses Kembangkan Jamu Telang dan Buka Peluang Kerja

  • account_circle Kriswanto
  • calendar_month Selasa, 21 Apr 2026
  • visibility 192
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Kisah Ully Haque Ussianti Sukses Kembangkan Jamu Telang dan Buka Peluang Kerja. Foto : Kris-Sinergia

Sinergia | Kota Madiun – Di kawasan Kelurahan Demangan, tepatnya di Jalan Suwolobumi Gang Saptaloka, semangat wirausaha tumbuh dari tangan seorang perempuan. Dialah Ully Haque Ussianti, pemilik usaha bernama Malika yang dikenal sebagai produsen olahan bunga telang dan berbagai jamu tradisional.

Usaha ini bermula pada tahun 2020, saat pandemi COVID-19 melanda. Di tengah ketidakpastian, Ully justru menemukan peluang dari kebiasaan sederhana yakni mengonsumsi minuman herbal.

Awalnya, racikan jamu yang ia buat hanya terdiri dari sereh, jahe, lemon, dan madu. Namun, pertemuannya dengan bunga telang menjadi titik balik.

“Saya penasaran dengan bunga telang, warnanya unik. Waktu dicampur ke jamu, ternyata hasilnya cantik. Kalau ditambah jeruk, warnanya berubah jadi ungu, menarik sekali,” ungkapnya Selasa (21/4/2026).

Dari rasa penasaran itu, lahirlah produk jamu telang yang tak hanya sehat, tetapi juga memiliki daya tarik visual. Tak disangka, respons pasar begitu positif. Produk tersebut perlahan mendapat tempat di hati konsumen, terutama karena manfaatnya dalam menjaga daya tahan tubuh.

Kini, usaha perempuan 36 tahun ini tidak hanya memproduksi jamu telang, tetapi juga berbagai jenis jamu tradisional seperti temulawak, kunyit asam, beras kencur, hingga bir pletok. Dalam sehari, permintaan jamu telang bahkan bisa mencapai puluhan botol, didukung oleh jaringan reseller yang terus berkembang di Pulau Jawa.

Image Not Found
Kisah Ully Haque Ussianti Sukses Kembangkan Jamu Telang dan Buka Peluang Kerja. Foto : Kris-Sinergia

“Permintaan sehari Alhamdulillah sih ada reseller juga. Yang paling kencang emang bunga telang. Sehari itu bisa sampai 50 botol,” jelasnya.

Namun, lebih dari sekadar bisnis, bagi Ully, usaha ini memiliki makna yang lebih dalam. Ia ingin membuktikan bahwa perempuan juga mampu mandiri secara ekonomi sekaligus memberikan dampak bagi orang lain. Seperti keteladanan dari RA Kartini turut menjadi pelecut semangatnya dalam berkarir dan membangun usaha.

“Perempuan itu sebaiknya punya karya. Tidak hanya bergantung pada suami saja, tapi juga bisa menghasilkan. Dari usaha ini, setidaknya kita bisa membantu ekonomi keluarga,” tuturnya.

Semangat tersebut tidak berhenti pada dirinya sendiri. Kehadiran usaha dengan merk Malika ini turut membuka peluang kerja bagi masyarakat sekitar, mulai dari proses produksi hingga distribusi. Bahan baku pun sebagian besar diperoleh dari pasar dan supplier lokal di wilayah Kota Madiun, sehingga turut menggerakkan ekonomi daerah.

Di tengah persaingan usaha yang semakin ketat, Ully memilih untuk tidak melihat kompetitor sebagai ancaman. Sebaliknya, ia mengedepankan kolaborasi demi kemajuan bersama.

Image Not Found
Produksi jamu telang dengan merk MALIKITA yang digagas oleh Ully Haque Ussianti. Foto : Kris-Sinergia

“Persaingan itu pasti ada, tapi kami lebih fokus bagaimana jamu ini bisa maju di Madiun. Harapannya, jamu bisa jadi oleh-oleh khas Kota Madiun seperti bluder ataupun brem,” ujarnya.

Tak hanya itu, ia juga menaruh harapan besar pada generasi muda agar mampu menghasilkan karya. Terlebih dengan memanfaatkan perkembangan teknologi secara produktif.

“Sekarang teknologi sudah canggih. Gunakan untuk branding dan digital marketing, jangan hanya untuk hiburan,” pesannya.

Ke depan, Ully bercita-cita agar produknya bisa menjangkau seluruh Indonesia tanpa harus menggunakan bahan pengawet. Ia juga ingin menjadikan jamu sebagai identitas khas daerah yang semakin dikenal luas.

Kisah Ully ini pun menjadi bukti bahwa ketekunan, kreativitas, dan keberanian mencoba hal baru mampu melahirkan karya yang tidak hanya bernilai ekonomi, tetapi juga memberi manfaat bagi banyak orang.(Krs).

Bagikan
  • Penulis: Kriswanto
  • Editor: Buyung

Rekomendasi Untuk Anda

  • Harga Sayur Anjlok Usai Nataru, Diduga Dampak Libur Program MBG

    Harga Sayur Anjlok Usai Nataru, Diduga Dampak Libur Program MBG

    • calendar_month Jumat, 9 Jan 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 179
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Penurunan harga sayur secara drastis di berbagai pasar tradisional Kabupaten Magetan setelah libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Selain itu juga diduga belum beroperasinya kembali Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Selama dua pekan terakhir, sebagian besar komoditas sayuran mengalami koreksi harga yang cukup besar. Kondisi ini dirasakan pedagang dan petani sebagai […]

    Bagikan
  • Alami Luka Bakar 75 Persen Akibat Kebakaran Rumah, Sugeng Dirujuk ke RSUD dr. Soetomo

    Alami Luka Bakar 75 Persen Akibat Kebakaran Rumah, Sugeng Dirujuk ke RSUD dr. Soetomo

    • calendar_month Sabtu, 11 Okt 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 148
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Musibah kebakaran rumah terjadi di Desa Nambak, Kecamatan Bungkal, Kabupaten Ponorogo, pada Rabu malam (8/10/2025). Dalam insiden tersebut, pemilik rumah bernama Sugeng Atmojo (55) mengalami luka bakar serius hingga 72 persen di hampir seluruh tubuhnya. Korban kini menjalani perawatan intensif di RSUD dr. Soetomo Surabaya setelah sempat dirawat di RSUD dr. […]

    Bagikan
  • Terjepit Harga Minyak Goreng, Pengrajin Lempeng Magetan Kurangi Isi dan Naikkan Harga Demi Bertahan

    Terjepit Harga Minyak Goreng, Pengrajin Lempeng Magetan Kurangi Isi dan Naikkan Harga Demi Bertahan

    • calendar_month Selasa, 5 Mei 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 187
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Kenaikan harga minyak goreng curah kembali menekan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Di Kabupaten Magetan, Jawa Timur, para pengrajin kerupuk nasi atau lempeng mulai merasakan dampak signifikan akibat lonjakan biaya produksi yang terus meningkat. Harga minyak goreng curah yang sebelumnya berada di kisaran Rp18 ribu hingga Rp19 ribu per […]

    Bagikan
  • Mayat Pria Mengambang di Bengawan Madiun, Identitas Korban Terungkap

    Mayat Pria Mengambang di Bengawan Madiun, Identitas Korban Terungkap

    • calendar_month Senin, 25 Mei 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 176
    • 0Komentar

    Sinergia | Ngawi – Warga Desa Karangasri, Kecamatan Ngawi, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, digegerkan dengan penemuan sesosok mayat pria yang mengambang di pinggir Sungai Bengawan Madiun, Senin (25/5/2026) pagi. Korban ditemukan dalam kondisi tengkurap di aliran sungai kawasan desa setempat. Jasad pria tersebut pertama kali ditemukan sekitar pukul 07.15 WIB oleh seorang warga yang hendak […]

    Bagikan
  • Sudah Tiga Kali Bobol ATM, Dua Residivis Diringkus, Kapolres Magetan Peringatkan Buronan Segera Menyerahkan Diri

    Sudah Tiga Kali Bobol ATM, Dua Residivis Diringkus, Kapolres Magetan Peringatkan Buronan Segera Menyerahkan Diri

    • calendar_month Selasa, 24 Jun 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 148
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – Dua pelaku pembobolan mesin ATM di Indomaret Karangsono, Kecamatan Barat, Kabupaten Magetan, diketahui merupakan residivis yang telah beraksi sedikitnya tiga kali. Dari hasil pemeriksaan, keduanya sebelumnya pernah melakukan tindak serupa di sejumlah wilayah, dengan lokasi terakhir di Jawa Barat. Kapolres Magetan, AKBP Raden Erik Bangun Prakasa, mengungkap bahwa para pelaku […]

    Bagikan
  • Diduga Korban Perdagangan Manusia di Afrika, 7 PMI Madiun dan Magetan Dipulangkan

    Diduga Korban Perdagangan Manusia di Afrika, 7 PMI Madiun dan Magetan Dipulangkan

    • calendar_month Rabu, 3 Sep 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 133
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Sebanyak tujuh Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Madiun dan Magetan diduga menjadi korban perdagangan manusia (human trafficking) di Guinea Ekuatorial, Afrika. Mereka tiba kembali di Indonesia pada Rabu (03/09/2025) dan diterima Wakil Bupati Madiun, dr. Purnomo Hadi, di Kantor Pusat Pemerintahan (Puspem) Mejayan. Salah satu korban asal Desa Sugihwaras, […]

    Bagikan
expand_less