Komisi Informasi Jawa Timur Gelar Verifikasi Faktual Keterbukaan Publik
- account_circle Kriswanto
- calendar_month Kamis, 18 Sep 2025
- visibility 25
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Kota Madiun – Komisi Informasi (KI) Jawa Timur melakukan verifikasi faktual atau visitasi monitoring dan evaluasi (monev) keterbukaan informasi badan publik tahun 2025 di Kota Madiun. Kegiatan yang berlangsung pada Kamis (18/09/2025) tersebut dipusatkan di Gedung Gcio Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Madiun, dihadiri jajaran PPID Diskominfo dan awak media.
Komisioner KI Jawa Timur, Yunus Mansur Yasin, menjelaskan bahwa Kota Madiun termasuk salah satu daerah yang lolos visitasi karena memperoleh nilai tinggi pada tahap sebelumnya. “Prosesnya masih pada tataran web, tetapi Kota Madiun ini sudah bagus dari tahun-tahun sebelumnya. Harapan kami jangan berpuas diri, tetap lakukan inovasi agar berbeda dari yang lain. Yang terpenting adalah aksesibilitas bagi masyarakat untuk memperoleh informasi publik,” ungkapnya.
Yunus menambahkan, visitasi kali ini juga menyoroti kelengkapan dokumen wajib yang harus disediakan, seperti dokumen pengadaan barang dan jasa (PBJ). Tahun lalu Kota Madiun sempat terdapat kekurangan dalam hal PBJ, namun tahun ini sudah dinilai lebih sempurna. “Dari 140 badan publik yang ikut monev, hanya sekitar 70 yang lolos visitasi. Khusus pemerintah kabupaten/kota ada 22 yang terpilih dari 38 daerah. Kota Madiun salah satunya,” jelasnya.
Sementara itu, Sekretaris Diskominfo Kota Madiun, Robertha Juvita Rosa, menyampaikan rasa syukur karena Kota Madiun berhasil meraih nilai sempurna pada tahap pengisian mandiri. “Alhamdulillah, untuk SAKI (Self Assessment Keterbukaan Informasi) Kota Madiun mendapat nilai 100. Semoga visitasi ini juga bisa meraih nilai maksimal dengan dukungan semua pihak, termasuk teman-teman pers,” ujarnya.
Juvita menambahkan, capaian tersebut tidak lepas dari berbagai inovasi yang telah dijalankan, mulai dari program Bincang Bareng Mimin (dialog interaktif via radio dan media sosial), Jebol Kiper (Jemput Bola Komunikasi Informasi Publik), hingga Road Show PPID ke sekolah dan perguruan tinggi. Tahun ini, pihaknya juga berencana membentuk PPID di tingkat sekolah, puskesmas, hingga UPTD.
“Harapan kami, semua stakeholder bisa berkontribusi membangun harmonisasi dan keterbukaan informasi publik di Kota Madiun. Dengan komitmen dari pemerintah daerah dan dukungan DPRD, kami optimis tahun ini nilai bisa meningkat,” pungkasnya.
Surya – Sinergia
- Penulis: Kriswanto

