Tiket Murah, Penumpang KA Subsidi di Madiun Naik Tajam! Ini Kata KAI Daop 7
- account_circle Kriswanto
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 54
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Madiun — Kereta api ekonomi bersubsidi atau Public Service Obligation (PSO) semakin diminati masyarakat di wilayah KAI Daop 7 Madiun. Selain tarifnya yang terjangkau, layanan yang dinilai nyaman dan tepat waktu membuat jumlah penumpang terus mengalami peningkatan sepanjang 2026.
PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 7 Madiun mencatat, okupansi penumpang KA PSO selama Januari hingga April 2026 mencapai 86.400 pelanggan. Jumlah itu meningkat 21 persen dibanding periode yang sama tahun 2025 yang tercatat sebanyak 71.326 penumpang.
Manager Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, mengatakan tren kenaikan penumpang tersebut menunjukkan masyarakat semakin percaya menggunakan transportasi kereta api bersubsidi untuk perjalanan jarak jauh.
“Kereta api ekonomi PSO saat ini bukan hanya identik dengan tarif murah, tetapi juga sudah menjadi pilihan transportasi yang nyaman, aman, dan tepat waktu bagi masyarakat,” ujar Tohari, Selasa (26/5/2026).
Menurutnya, KAI bersama Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan terus menjaga kualitas layanan meskipun tarif yang dikenakan relatif rendah.
“Kami ingin memastikan seluruh lapisan masyarakat tetap bisa menikmati layanan transportasi yang berkualitas. Karena itu, meskipun bersubsidi, aspek keselamatan, kebersihan, dan kenyamanan tetap menjadi prioritas,” katanya.
Tohari menambahkan, keberadaan kereta PSO sangat membantu masyarakat yang membutuhkan moda transportasi hemat untuk bekerja, pendidikan, maupun perjalanan keluarga antarkota.
“Banyak pelanggan yang memilih KA ekonomi PSO karena lebih efisien dari sisi biaya. Dengan harga tiket yang terjangkau, masyarakat tetap bisa bepergian jauh dengan nyaman,” imbuhnya.
Di wilayah Daop 7 Madiun, layanan kereta ekonomi bersubsidi yang tersedia antara lain KA Kahuripan relasi Blitar–Kiaracondong dengan tarif Rp80 ribu hingga Rp84 ribu. Selain itu, terdapat KA Sri Tanjung relasi Lempuyangan–Surabaya Gubeng–Ketapang dengan tarif Rp88 ribu sampai Rp94 ribu yang juga melintas di wilayah Daop 7.
Sepanjang tahun 2025, jumlah pelanggan KA PSO di wilayah Daop 7 Madiun mencapai 239.223 penumpang. Angka tersebut dinilai menjadi indikator meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap transportasi publik yang ekonomis.
Tohari menyebut, meningkatnya minat masyarakat terhadap kereta subsidi juga menjadi sinyal positif bagi upaya pemerintah mendorong penggunaan transportasi massal.
“Kereta api menjadi salah satu moda transportasi yang ramah lingkungan. Semakin banyak masyarakat beralih ke transportasi massal, maka dampaknya juga positif terhadap pengurangan kemacetan dan emisi kendaraan,” jelasnya.
Ia menegaskan, KAI akan terus berupaya meningkatkan pelayanan agar kereta ekonomi bersubsidi tetap menjadi pilihan utama masyarakat.
“Kami berharap layanan PSO ini dapat terus mendukung mobilitas masyarakat sekaligus membantu pertumbuhan ekonomi daerah melalui konektivitas antarkota yang semakin mudah dan terjangkau,” tandasnya. (Krs)
- Penulis: Kriswanto
- Editor: Diez





