Jumat, 6 Nov 2026
Trending Tags

Berbagi Tips Penanganan PMK dari Putra Lembu Farm

  • account_circle Kriswanto
  • calendar_month Sabtu, 4 Jan 2025
  • visibility 316
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Pemberian ramuan rutin guna memperkuat daya tahan sapi dan mengantisipasi PMK. Foto : Kris

Sinergia | Kota Madiun – Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang menyerang sapi sangat meresahkan para peternak di berbagai daerah. Tidak sedikit ternak sapi yang akhirnya mati akibat PMK tersebut. Berbagai cara dilakukan guna mengatasi sapi yang terserang virus PMK.

Seperti yang dilakukan di kandang Putra Lembu Farm yang berada di Kelurahan Demangan Kecamatan Taman Kota Madiun ini. Penanganan yang dilakukan mulai dari menjaga kebersihan kandang yang setiap hari dibersihkan.

“Kami tiap harus membersihkan kandang serta menyemprotkan obat anti lalat. Kalau kondisi kandang bersih sapi nyaman dan lingkungan sekitar juga tidak bau” ujar Heri Prasetyo, Pemilik Putra Lembu Farm Sabtu (04/01/25).

Lanjut Heri, penanganan berikutnya bagi sapi yang terjangkit PMK yakni dengan menjaga asupan makanan. Selain itu, kondisi mulut sapi juga harus selalu dibersihkan serta disemprot campuran iodine atau betadine dengan air. Hal itu agar sakit di bagian mulut dapat sembuh.

“Kemudian saya berikan vitamin B kompleks kapsul per ekor biasanya 20 butir per hari. Saya pakai buah pisang kemudian saya bantu buat masukan ke mulut. Ini untuk menjaga asupan makan pada sapi. Karena sapi yang mati itu salah satunya tidak mau makan” terangnya.

Tidak berhenti disitu, untuk menjaga kondisi sapi baik yang terjangkit PMK maupun tidak, Heri juga memberikan ramuan khusus. Yakni ramuan rebusan daun jeruk purut, daun salam, daun pandan dan daun suruh.

” Semua daun itu direbus setelah mendidih dan airnya dingin dicekokkan ke sapi secara rutin. Sisa daun yang direbus tadi bisa diblender lalu diberikan ke kaki sapi yang terluka agar sembuh dan kering” kata Heri.

Untuk menjaga nafsu makan, sapi juga diberikan minuman dari campuran bubuk jahe, kunyit, lengkuas hingga gula merah. Pemberian racikan itu dapat dilakukan dengan cara di combor.

” Saat mencombor jangan pakai bambu karena mulut yang PMK biasanya sariawan. Jadi bisa pakai botol kaca dan diberikan saat malam hari” tandasnya.

Heri mengaku sapi yang terkena PMK harus dirawat secara telaten dan dilakukan pemantauan. Selain itu, juga dapat diberikan vaksinasi sesuai anjuran dokter hewan.

” Ya semoga PMK ini bisa segera lewat dan harga sapi tidak lagi anjlok dan kembali normal. Saya berharap peternak lain bisa mengatasi kondisi ini” harapnya.

D.Kris – Sinergia

Bagikan
  • Penulis: Kriswanto

Rekomendasi Untuk Anda

  • Wabah PMK Kembali Serang Magetan, Peternak Terpaksa Jual Murah Sapi

    Wabah PMK Kembali Serang Magetan, Peternak Terpaksa Jual Murah Sapi

    • calendar_month Senin, 15 Sep 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 190
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) kembali merebak di Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Desa Bogoarum, Kecamatan Plaosan, menjadi pusat perhatian setelah tiga ekor sapi dilaporkan mati sejak awal September 2025. Kondisi ini membuat lebih dari separuh populasi sapi di desa tersebut terinfeksi. Para peternak pun tak punya banyak pilihan selain menjual […]

    Bagikan
  • Bikin Panik ! Belasan Siswa Pingsan di Muhipo, Ternyata Simulasi Keracunan Massal

    Bikin Panik ! Belasan Siswa Pingsan di Muhipo, Ternyata Simulasi Keracunan Massal

    • calendar_month Selasa, 5 Mei 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 346
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Suasana panik sempat menyelimuti kegiatan belajar mengajar di SMA Muhammadiyah 1 Ponorogo (Muhipo), Selasa (5/5/2026) pagi. Belasan siswa kelas XI tiba-tiba pingsan, sebagian lainnya mengalami muntah hingga kejang usai menyantap kue ulang tahun milik salah satu teman sekelas. Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 09.00 WIB itu membuat guru dan siswa lainnya kebingungan. […]

    Bagikan
  • Musim Kemarau Basah Bikin Panen Tembakau Merosot, Harga Jual Turun

    Musim Kemarau Basah Bikin Panen Tembakau Merosot, Harga Jual Turun

    • calendar_month Kamis, 11 Sep 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 208
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Musim kemarau basah yang masih berlangsung pada September 2025 berdampak signifikan pada produksi tembakau di Desa Ngale, Kecamatan Pilangkenceng, Kabupaten Madiun. Curah hujan yang tidak menentu membuat kualitas daun tembakau menurun sehingga harga jualnya ikut tertekan. Sejumlah petani mengeluhkan hasil panen kali ini jauh berbeda dibandingkan tahun sebelumnya. Wariyem, petani […]

    Bagikan
  • Anak Sapi Bermata Tiga dan Bermocong Dua Lahir di Magetan Bikin Heboh

    Anak Sapi Bermata Tiga dan Bermocong Dua Lahir di Magetan Bikin Heboh

    • calendar_month Kamis, 9 Jul 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 337
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Fenomena langka menghebohkan warga Desa Setren, Kecamatan Bendo, Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Seekor anak sapi jantan hasil persilangan induk Simental dengan pejantan Limousin lahir dengan kelainan fisik berupa tiga mata, dua moncong, dua lidah, namun hanya memiliki satu kepala dan satu badan. Anak sapi tersebut lahir pada Senin (6/7/2026) sekitar pukul […]

    Bagikan
  • DPRD Magetan Setujui Tiga Raperda, Sanitasi hingga Pariwisata Jadi Prioritas Pembangunan

    DPRD Magetan Setujui Tiga Raperda, Sanitasi hingga Pariwisata Jadi Prioritas Pembangunan

    • calendar_month 10 jam yang lalu
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 53
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – DPRD Kabupaten Magetan menyetujui tiga Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) dalam rapat paripurna, Rabu (4/11/2026). Ketiga regulasi tersebut mengatur pengelolaan air limbah domestik, perubahan Perda Pengelolaan Barang Milik Daerah (BMD), serta Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Daerah (Ripparda) 2026-2045. Persetujuan ini menjadi langkah strategis Pemerintah Kabupaten Magetan dalam memperkuat tata kelola lingkungan, meningkatkan […]

    Bagikan
  • Harga Pupuk Subsidi Turun, Tapi di Magetan Masih Tinggi, Ini Penyebabnya

    Harga Pupuk Subsidi Turun, Tapi di Magetan Masih Tinggi, Ini Penyebabnya

    • calendar_month Rabu, 5 Nov 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 159
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Sejumlah petani di Kabupaten Magetan masih mengeluhkan dengan harga pupuk bersubsidi yang dinilai belum turun. Padahal pemerintah pusat telah menetapkan penurunan Harga Eceran Tertinggi (HET). Menanggapi hal itu, Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) Magetan memberikan penjelasan. Staf Bidang Sarana dan Prasarana (Sarpras) Pupuk Dinas TPHP Magetan, Edy Utomo, mengatakan […]

    Bagikan
expand_less