Rabu, 21 Okt 2026
Trending Tags

Retakan Tanah Makin Parah di Madiun, Tim Kaji Cepat Pemprov Jatim Temukan Pondasi Rumah Mulai Turun

  • account_circle Tova Pradana
  • calendar_month Jumat, 7 Nov 2025
  • visibility 260
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Tim gabungan dari Departemen Teknik Geologi Institut ITS, Dinas ESDM Jatim, serta BPBD meninjau langsung lokasi terdampak tanah retak, Foto : Tova Pradana – Sinergia

Sinergia | Kab. Madiun – Fenomena retakan tanah di Dusun Morosowo, Desa Mendak, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun, menjadi perhatian serius tim kaji cepat Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Retakan tersebut dilaporkan merusak sejumlah rumah warga dan menyebabkan sebagian pondasi mengalami penurunan.

Pada Jumat (07/11/2025), tim gabungan dari Departemen Teknik Geologi Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jatim, serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) meninjau langsung lokasi terdampak.

Ketua Tim Kaji Cepat ITS, Harris Miftakhul Fajar, mengatakan hasil pengamatan awal menunjukkan retakan tanah bersifat masif dan menyebar cukup luas. “Kami memetakan beberapa titik retakan di desa ini. Secara umum, retakan menyebar sekitar 50 meter dan berdampak pada sejumlah rumah. Jenis retakannya vertikal sehingga berpotensi menyebabkan penurunan tanah,” ujar Harris di lokasi.

Ia menambahkan, kondisi geologi di wilayah Mendak menunjukkan tanah sudah mengalami pelapukan sangat intensif. Material dasar berupa batuan breksi yang seharusnya keras kini berubah rapuh akibat proses pelapukan panjang.

“Wilayah ini berada di daerah perbukitan yang sudah tua secara geologi. Pelapukan diperparah oleh faktor hidrotermal karena lokasi Mendak cukup dekat dengan kawasan Telaga Ngebel yang memiliki sumber mata air panas,” jelasnya.

Menurut Harris, ketebalan lapisan tanah lapuk di lokasi tersebut diperkirakan mencapai 10 meter. Kondisi ini meningkatkan risiko longsor, terutama jika air meresap secara terus-menerus ke dalam tanah.

Ia menilai ada beberapa faktor utama penyebab pergerakan tanah, mulai dari ketebalan lapisan pelapukan, kemiringan lereng, hingga penambahan beban tanah akibat air hujan maupun aktivitas warga.

“Di beberapa rumah, kami temukan saluran air terbuka yang bisa membuat air meresap ke tanah meski tidak sedang hujan. Kondisi itu bisa mempercepat proses penurunan tanah,” kata Harris.

Sementara itu, Kepala Bidang Geologi dan Air Tanah Dinas ESDM Jawa Timur, Ertika Dinawati, menyebut pihaknya akan melakukan pemetaan lebih detail bersama BPBD dan ITS untuk menentukan langkah mitigasi. “Kami berkoordinasi lintas lembaga agar hasil kaji cepat ini bisa menjadi dasar mitigasi berkelanjutan antara pemerintah provinsi, kabupaten, desa, dan pihak akademisi,” ujarnya.

Pemerintah daerah diminta meningkatkan kewaspadaan dan melakukan sosialisasi kepada warga agar lebih berhati-hati, terutama saat intensitas hujan tinggi. (Tov/Krs)

Bagikan
  • Penulis: Tova Pradana

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tradisi Ngalap Berkah, Warga Munggut Berebut Gunungan Saat Peringati Malam Maulid Nabi

    Tradisi Ngalap Berkah, Warga Munggut Berebut Gunungan Saat Peringati Malam Maulid Nabi

    • calendar_month Jumat, 5 Sep 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 158
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Tradisi “Ngalap Berkah” digelar warga Kelurahan Munggut, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun, dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Kamis malam (04/09/2025). Warga dari berbagai usia tampak bersemangat berebut gunungan setinggi dua meter berisi jajanan pasar hingga perlengkapan rumah tangga. Teriakan riuh kemudian terdengar usai gunungan didoakan. Anak-anak langsung bergegas lari mengincar […]

    Bagikan
  • Polres Magetan Buka Peluang Restorative Justive Dalam Kasus Penganiayaan Anak yang Viral

    Polres Magetan Buka Peluang Restorative Justive Dalam Kasus Penganiayaan Anak yang Viral

    • calendar_month Selasa, 30 Des 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 171
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Upaya penyelesaian melalui mekanisme Restorative Justice kembali dibuka Polres Magetan terkait kasus penganiayaan terhadap anak berinisial B, warga Kelurahan Lembeyan Kulon, Kecamatan Lembeyan. Dalam insiden yang terjadi pada 27 November lalu itu, B diduga dipergoki mencuri velg truk senilai sekitar Rp.120 ribu oleh Bambang Sutrisno (46), pemilik bengkel setempat. Emosi tak […]

    Bagikan
  • DPRD dan Pemkot Madiun Bahas Soal Pemangkasan Dana Transfer Rp. 168 Miliar

    DPRD dan Pemkot Madiun Bahas Soal Pemangkasan Dana Transfer Rp. 168 Miliar

    • calendar_month Senin, 6 Okt 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 178
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Penyusunan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026 Kota Madiun menghadapi tantangan besar. Pemerintah pusat berencana memangkas alokasi transfer keuangan daerah (TKD) hingga sekitar Rp168 miliar. Wakil Ketua DPRD Kota Madiun Istono menyampaikan, hingga saat ini Badan Anggaran (Banggar) DPRD dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) belum menggelar pertemuan […]

    Bagikan
  • Ratusan Prajurit Yonif 501 Kostrad Bakal Serbu Langit Bangka Belitung, Ada apa ?

    Ratusan Prajurit Yonif 501 Kostrad Bakal Serbu Langit Bangka Belitung, Ada apa ?

    • calendar_month Kamis, 20 Nov 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 174
    • 0Komentar

    Sinergia | Bangka Belitung — Ratusan Prajurit Yonif 501 Kostrad bakal bermanuver di langit Bangka Belitung. Prajurit TNI ini tiba di Bandara Depati Amir, Pangkalpinang menggunakan pesawat angkut C-130 Hercules pada Selasa (19/11/2025). Kedatangan satuan tempur ini menjadi bagian dari latihan operasi udara terintegrasi. Danyonif 501/BY Letkol Inf I Gusti Bagus Prayuda mengungkapkan latihan ini […]

    Bagikan
  • Desil Warga Kota Madiun Tiba-Tiba Berubah, Ini Penyebab dan Cara Mengajukan Perubahan Data

    Desil Warga Kota Madiun Tiba-Tiba Berubah, Ini Penyebab dan Cara Mengajukan Perubahan Data

    • calendar_month Rabu, 2 Sep 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 214
    • 0Komentar

    Sinergia  | Kota Madiun — Perubahan desil masyarakat di Kota Madiun memicu kebingungan dan keluhan warga, terutama mereka yang merasa posisi desil tidak sesuai dengan kondisi ekonomi sebenarnya. Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun bersama Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Madiun kini menindaklanjuti persoalan tersebut melalui pemutakhiran dan verifikasi data. Hal itu ditegaskan Plt Wali Kota Madiun […]

    Bagikan
  • Harga Cabai Naik, Pengusaha Kuliner dan Produsen Sambal Tercekik

    Harga Cabai Naik, Pengusaha Kuliner dan Produsen Sambal Tercekik

    • calendar_month Selasa, 7 Jan 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 200
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ponorogo – Harga cabai rawit di Ponorogo, Jawa Timur hingga kini masih tinggi. Bahkan sempat menyentuh angka Rp. 120 Ribu per kilogramnya. Meski kini turun di kisaran harga Rp. 85 Ribu per kilogram, namun itu masih jauh dari harga normal. Kondisi ini memberikan tekanan besar terhadap pelaku usaha kuliner dan produsen sambal […]

    Bagikan
expand_less