
Sinergia | Kab.Madiun – Sebanyak 299 calon jemaah haji asal Kabupaten Madiun mulai menjalani pemeriksaan kesehatan di puskesmas masing-masing. Proses ini menjadi tahap awal sebelum pemberangkatan haji tahun 2026.
Pantauan di Puskesmas Mejayan, Senin (10/11/2025) siang, menunjukkan 19 calon jemaah tengah diperiksa oleh tim medis. Pemeriksaan meliputi tekanan darah, kadar gula darah, dan tes psikologis berupa wawancara terkait kemampuan beraktivitas sehari-hari atau Activity Daily Living (ADL), serta riwayat penyakit yang pernah dialami.
Salah satu calon jemaah, Perti Rosanti, mengatakan dirinya mengikuti seluruh rangkaian pemeriksaan sesuai arahan petugas. “Kami diperiksa tekanan darah, gula darah, dan juga ditanya soal aktivitas harian serta riwayat penyakit. Untuk persiapan, saya dan suami rutin jalan kaki dan jogging, juga memperbanyak minum air putih sesuai saran medis,” ujarnya.
Dikonfirmasi terpisah, Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Kabupaten Madiun, Bisri Mustofa, menjelaskan bahwa tahun 2026 Jawa Timur mendapat kuota 42.409 jemaah, sementara Kabupaten Madiun mendapat alokasi 299 jemaah utama dan 80 cadangan.
“Sekitar 60 persen jemaah sudah kami arahkan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan di puskesmas wilayah masing-masing. Proses ini dilaksanakan bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun,” terang Bisri.
Ia menambahkan, bagi calon jemaah yang belum menjalani pemeriksaan, Kemenag akan melakukan pendampingan bersama Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) agar difasilitasi pemeriksaannya di puskesmas.
“Setelah tahap cek kesehatan selesai, kami akan melanjutkan ke proses pembuatan paspor atau pasporing bagi seluruh jemaah,” kata Bisri.
Tahapan pemeriksaan kesehatan menjadi salah satu langkah krusial dalam memastikan kesiapan fisik calon jemaah haji. Pemerintah daerah menargetkan seluruh peserta haji asal Kabupaten Madiun telah memenuhi syarat kesehatan sebelum jadwal pemberangkatan ke Tanah Suci tahun depan.(Tov/Krs).