Selasa, 20 Okt 2026
Trending Tags

CoE Magetan 2026 Dikecam, Jumlah Event Anjlok, Inovasi Mandek, Komunitas Merasa Dimatikan

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Jumat, 12 Des 2025
  • visibility 267
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Peluncuran Calendar of Events (CoE) Magetan 2026 yang digelar meriah di Festival Plaza Ndoyo, Foto : Istimewa

Sinergia | Magetan – Peluncuran Calendar of Events (CoE) Magetan 2026 yang digelar meriah di Festival Plaza Ndoyo, Kamis (11/12/2025), justru memicu gelombang kritik dari publik dan pelaku wisata. Di tengah panggung seni, happening art bertema Samata Samapita, hingga parade musik keroncong yang digelar selama tiga hari, substansi kalender event dinilai jauh dari memuaskan.

Sorotan utama bukan pada acara peluncurannya, melainkan pada menyusutnya jumlah event secara drastis, dominasi agenda lama, serta dugaan minimnya transparansi proses penyusunan CoE. Dibandingkan tahun 2025 yang berisi sekitar 75 event, pada 2026 nanti jumlahnya anjlok menjadi sekitar 37 agenda.

Kepala Disbudpar Magetan Joko Trihono berdalih jika daftar yang dimasukkan adalah event yang paling memungkinkan dilaksanakan. “Tahun 2026 ada sekitar 37 event. Kami belum bisa melakukan kurasi penuh karena itu membutuhkan sertifikasi. Event-event ini kami pilih karena dinilai bisa dilaksanakan. Harapannya, selain menampilkan seni dan budaya, event juga memberi manfaat bagi UMKM dan ekonomi kreatif,” ujarnya, Jumat (12/12/2025).

Namun publik menilai pernyataan tersebut tidak menjawab hilangnya puluhan agenda, apalagi tanpa laporan evaluasi CoE 2025. Aktivis pariwisata dan keterbukaan informasi, Agus Pujiono, menilai pemangkasan jumlah event bukan sekadar keputusan teknis, tetapi pukulan telak terhadap kreativitas warga.

“Dari 75 event hidup di 2025, tiba-tiba dibabat tinggal sekitar 37 di 2026. Artinya puluhan embrio yang lahir dari keringat komunitas, anak muda, ibu-ibu PKK, karang taruna, seniman kampung seperti langsung disuntik mati sebelum sempat bernapas panjang,” tegasnya.

Agus menilai penyusunan CoE 2026 tidak partisipatif, tidak transparan, dan berpotensi menjadikan kalender event sebagai alat kuasa, bukan ruang kolaborasi rakyat. “Tanpa transparansi evaluasi dan perencanaan, event hanya jadi alat kekuasaan, bukan milik masyarakat,” lanjut Agus. “Kalau embrio-embrio ini terus dibunuh dalam gelap, lima tahun lagi kita cuma punya satu festival besar setahun, 36 foto medsos dinas, dan nol denyut nadi di kampung-kampung.”

Ia menuntut Disbudpar membuka data evaluasi CoE 2025 serta melibatkan komunitas sejak tahap perencanaan. Meski jumlah agenda dipangkas, CoE 2026 tetap didominasi event lama seperti Festival Sarangan, Kirab Gunungan, Festival Bambu, Festival Duren Nak’Nan, dan Festival Kali Banjeng.

Dominasi event rutin ini memunculkan kritik bahwa pariwisata Magetan berjalan di tempat. Tidak ada terobosan baru, sementara destinasi lain berlomba menawarkan konsep kreatif untuk menarik wisatawan muda. Namun publik menilai harapan itu tidak tercermin dalam daftar CoE yang stagnan.

Musisi sekaligus pelaku seni Magetan, Nogling S, menyoroti persoalan ini dengan nada reflektif. Menurutnya, pengurangan event bisa dipahami dari sisi kondisi ekonomi dan proses adaptasi pemerintahan yang baru. “Mungkin karena penghematan anggaran atau pemerintah daerah masih butuh penyesuaian dengan para pelaku seni,” ujarnya.

Meski begitu, ia menegaskan bahwa seniman tidak boleh sepenuhnya bergantung pada pemerintah. “Ini bisa jadi ujian kemandirian seniman dan pelaku event. Kita harus tetap berkarya dan menciptakan event mandiri tanpa selalu mengandalkan pemerintah,” imbuh Nogling S.

Namun ia tetap menegaskan bahwa pemerintah harus tetap membuka ruang agar potensi seniman tidak tersisih. Namun, hingga kini tidak ada laporan resmi mengenai realisasi CoE 2025. Terkait berapa event terlaksana, yang dibatalkan, maupun jumlah yang sekadar tercantum di daftar tanpa eksekusi.

Ketiadaan laporan ini menjadi titik kritik utama. Terlebih, meski CoE 2026 sudah diluncurkan, dokumen resmi berisi jadwal, lokasi, dan penyelenggara belum dipublikasikan di laman Magetan Tourism & Culture. Pelaku wisata mengaku kesulitan menyusun paket wisata dan strategi promosi karena tidak ada data pasti.

Tanpa reformasi perencanaan dan pelibatan komunitas, CoE Magetan dikhawatirkan hanya menjadi ritual tahunan, hidup di panggung seremonial, tetapi mati di akar kreativitas masyarakat. (Nan/Krs)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bus Sumber Selamat Tabrakan dengan Truk, Lima Orang Terluka

    Bus Sumber Selamat Tabrakan dengan Truk, Lima Orang Terluka

    • calendar_month Jumat, 10 Okt 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 169
    • 0Komentar

    Sinergia | Ngawi – Kecelakaan lalu lintas kembali terjadi di Jalan Raya Ngawi–Maospati, kilometer 17–18 masuk Desa Keras Wetan, Kecamatan Geneng, Kabupaten Ngawi, Jumat (10/10/2025) dini hari. Insiden itu melibatkan bus Sumber Selamat bernomor polisi W-7568-UP dengan truk Hino Dutro, S-8357-HM. Kasatlantas Polres Ngawi, AKP Yuliana Plantika menjelaskan bus sumber selamat dikemudikan Rohmat yang membawa […]

    Bagikan
  • Operasi Senyap Berlanjut, Tim Penyidik KPK Geledah Rumah Pribadi Wali Kota Nonaktif Maidi

    Operasi Senyap Berlanjut, Tim Penyidik KPK Geledah Rumah Pribadi Wali Kota Nonaktif Maidi

    • calendar_month Rabu, 21 Jan 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 338
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melanjutkan penggeledahan di rumah pribadi Wali Kota Madiun Nonaktif Maidi yang berada di Jalan Merpati, Kelurahan Nambangan Lor, Kecamatan Manguharjo pada Rabu (21/01/2026).  Dari keterangan warga sekitar, operasi senyap KPK ini sudah dilakukan sejak Rabu sore. Sekitar pukul 20.39 WIB, tim penyidik KPK keluar dari kediaman […]

    Bagikan
  • Libur Idul Adha 1446 H, Jalan Tol Madiun Alami Kenaikan Laju Kendaraan Mencapai 4,5%

    Libur Idul Adha 1446 H, Jalan Tol Madiun Alami Kenaikan Laju Kendaraan Mencapai 4,5%

    • calendar_month Jumat, 6 Jun 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 180
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Momen libur panjang Hari Raya Idul Adha 2025, PT Jasamarga Ngawi Kertosono Kediri (JNK) mengoptimalkan seluruh layanan operasional di ruas Tol Ngawi–Kertosono. Upaya ini dilakukan guna memastikan kelancaran arus kendaraan serta menjamin kenyamanan dan keselamatan para pengguna jalan tol. Direktur Utama PT JNK, Arie Irianto, menyampaikan bahwa lonjakan volume lalu […]

    Bagikan
  • Pemkab Madiun Gandeng UNS Percepat Skrining TBC Lewat Mobil Rontgen Keliling, Warga Bisa Periksa Gratis

    Pemkab Madiun Gandeng UNS Percepat Skrining TBC Lewat Mobil Rontgen Keliling, Warga Bisa Periksa Gratis

    • calendar_month Rabu, 22 Jul 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 217
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun memperkuat upaya pencegahan dan deteksi dini tuberkulosis (TBC) melalui kolaborasi dengan Universitas Sebelas Maret (UNS) Kampus Caruban Madiun. Kerja sama itu ditandai dengan penyerahan teknologi Tibi Smart untuk mendukung layanan skrining TBC menggunakan mobil rontgen milik Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun. Penyerahan dilakukan dalam rangkaian program Bakti Harmoni […]

    Bagikan
  • Waspada Tawon Vespa di Permukiman, Sengatan Bisa Picu Kematian

    Waspada Tawon Vespa di Permukiman, Sengatan Bisa Picu Kematian

    • calendar_month Rabu, 7 Jan 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 613
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun — Keberadaan tawon vespa atau yang dikenal masyarakat sebagai tawon ndas kembali menjadi perhatian serius. BPBD Kota Madiun mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama jika menemukan sarang tawon vespa di sekitar rumah atau lingkungan permukiman. Pasalnya, serangga ini tergolong sangat berbahaya dan berpotensi mematikan. Kasi Kegawatdaruratan dan Logistik BPBD Kota Madiun, […]

    Bagikan
  • Politeknik Negeri Madiun Gelar Job Fair 2026, 21 Perusahaan Buka Ratusan Lowongan

    Politeknik Negeri Madiun Gelar Job Fair 2026, 21 Perusahaan Buka Ratusan Lowongan

    • calendar_month Selasa, 29 Sep 2026
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 194
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Politeknik Negeri Madiun kembali menggelar bursa kerja (job fair)  yang bertajuk Job Fair dan Internship Expo 2026 pada Selasa (29/9/2026) di Graha Vokasi Kampus II Politeknik Negeri Madiun. Sebanyak 21 perusahaan turut serta ambil bagian dengan membuka ratusan lowongan pekerjaan yang dapat diakses oleh para pencari kerja. Kegiatan ini menjadi […]

    Bagikan
expand_less