Berita Terkini
Trending Tags

Tercatat di PBB, Kota Madiun Raih Terbaik I Indonesia’s SDGs Action Awards 2025

  • account_circle Sinergia Mediatama
  • calendar_month Rabu, 19 Nov 2025
  • visibility 230
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Penghargaan diserahkan langsung oleh Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy di kantor Bappenas, Foto : Istimewa

Sinergia | Jakarta – Prestasi membanggakan kembali diraih Kota Madiun di kancah nasional hingga internasional. Kota Pendekar resmi dinobatkan sebagai Terbaik I Indonesia’s SDGs Action Awards 2025 untuk kategori pemerintah kota. Penghargaan diserahkan langsung oleh Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy di kantor Bappenas, Rabu (19/11/2025).

Lebih istimewa lagi, capaian ini akan dibukukan dan tercatat di Kantor Pusat Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, Amerika Serikat sebagai bagian dari dokumentasi program pembangunan berkelanjutan yang dilakukan Bappenas bersama PBB. Usai penganugerahan, Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy menegaskan bahwa seluruh capaian para pemenang akan dituangkan dalam dokumen resmi dan diteruskan ke PBB sebagai bentuk kontribusi Indonesia terhadap pelaksanaan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).

“Kepada para pemenang, tularkan kemenangan ini kepada masyarakat. Dan jangan lupa, apa yang kita capai akan sampai ke kantor pusat United Nations (PBB) di New York. Pak Rudi, tolong semuanya dibukukan,” ujar Rachmat Pambudy.

Menurut Bappenas, dokumentasi ini tidak hanya menjadi pengakuan nasional, tetapi juga menunjukkan kontribusi nyata pemerintah daerah dalam mendukung agenda pembangunan global.

Sementara itu, Wali Kota Madiun, Maidi menyampaikan rasa syukur dan bangga atas pencapaian tersebut. Menurutnya, prestasi ini sejalan dengan visi Madiun Maju Mendunia yang selama ini diusung. “Ini sebuah kemajuan besar untuk Kota Madiun. Bukan hanya meraih penghargaan nasional, tetapi juga membuka pintu menuju panggung internasional,” ujar Wali Kota Maidi.

Image Not Found
Wali Kota Maidi memaparkan inovasi Selapanan di hadapan para juri di Graha Surveyor Indonesia, Jakarta, Foto : Istimewa

Ia menyebut keberhasilan ini merupakan bentuk kerja keras seluruh elemen, baik pemerintah maupun masyarakat. Apalagi, penghargaan Indonesia’s SDGs Action Awards merupakan hasil seleksi ketat dalam program Integrated Sustainable Indonesia Movement (I-SIM) 2025. Kota Madiun berhasil unggul dari 77 kota di seluruh Indonesia.

Dalam ajang tersebut, masing-masing daerah menampilkan inovasi pembangunan berkelanjutan. Kota Madiun mengusung inovasi Sekolah Lapangan Pertanian dan Perikanan Berkelanjutan (Selapanan). Penilaian dilakukan secara bertahap hingga sesi penjurian langsung.

Wali Kota Maidi memaparkan inovasi Selapanan di hadapan para juri di Graha Surveyor Indonesia, Jakarta, pada Senin (17/11/2025). Dimana, Kota Madiun masuk Top 5 bersama Kota Jambi dan Kota Tegal. “Saat penjurian kita sudah tampil maksimal dan optimis masuk tiga besar. Tidak menyangka justru menjadi terbaik pertama,” ungkap Maidi.

Perlu diketahui, Inovasi Selapanan dinilai penting karena mampu menjawab masalah klasik daerah perkotaan yakni minimnya lahan pertanian. Program ini mengajarkan teknik pertanian dan perikanan berkelanjutan yang adaptif terhadap lingkungan kota, sekaligus memperkuat ketahanan pangan.

Kondisi tersebut bukan hanya dialami Kota Madiun, tetapi hampir semua kota besar di Indonesia. Selapanan dipandang sebagai model inovasi yang dapat direplikasi daerah lain. “Ini bukti kerja keras bersama. Harapannya, ke depan kita dapat terus meningkatkan prestasi Kota Madiun di tingkat nasional hingga internasional,” tutur Maidi.

Keberhasilan Kota Madiun meraih Terbaik I Indonesia’s SDGs Action Awards 2025 tidak sekadar menjadi kebanggaan lokal, tetapi juga menjadi pencapaian bersejarah karena akan terdokumentasi resmi di PBB. Langkah ini membuka peluang lebih besar bagi Kota Madiun untuk menampilkan inovasi daerah di tingkat global. (Ist/Krs).

Bagikan
  • Penulis: Sinergia Mediatama

Rekomendasi Untuk Anda

  • TNI–Polri Magetan Gelar Patroli Besar Amankan Malam 1 Suro

    TNI–Polri Magetan Gelar Patroli Besar Amankan Malam 1 Suro

    • calendar_month Jumat, 27 Jun 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 171
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – Jajaran TNI dan Polri di Kabupaten Magetan menggelar patroli gabungan skala besar untuk mengamankan malam 1 Suro, Kamis malam (26/06/2025). Patroli tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Harkamtibmas) di tengah meningkatnya aktivitas warga dalam menyambut momen sakral tersebut. Patroli bermotor ini melibatkan sekitar 50 kendaraan roda […]

    Bagikan
  • Gudang Kerajinan Kayu Jati di Ngawi Terbakar, Produk Siap Ekspor ke Swedia Senilai Rp. 1 Miliar Ludes

    Gudang Kerajinan Kayu Jati di Ngawi Terbakar, Produk Siap Ekspor ke Swedia Senilai Rp. 1 Miliar Ludes

    • calendar_month Senin, 14 Sep 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 128
    • 0Komentar

    Sinergia | Ngawi – Kebakaran hebat menghanguskan sebuah gudang pengolahan kayu jati untuk kerajinan barang antik di Desa Jenggrik, Kecamatan Kedunggalar, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, Minggu (13/9/2026) malam. Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 19.20 WIB tersebut mengakibatkan seluruh bagian gudang terbakar. Tak hanya bahan baku kayu, sejumlah produk kerajinan yang telah selesai diproduksi dan siap […]

    Bagikan
  • Pemkab Magetan Pastikan PBB Tak Naik, Bunda Nanik: “Jangan Sampai Memberatkan Rakyat”

    Pemkab Magetan Pastikan PBB Tak Naik, Bunda Nanik: “Jangan Sampai Memberatkan Rakyat”

    • calendar_month Sabtu, 23 Agt 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 142
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Warga Kabupaten Magetan bisa sedikit bernapas lega. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) memastikan tidak akan ada kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) pada tahun ini. Kepastian itu disampaikan langsung oleh Bupati Magetan, Nanik Endang Rusminiarti. “Pajak bumi dan bangunan di Magetan nggak naik, mas,” tegas Bunda Nanik, sapaan akrabnya. Menurutnya, […]

    Bagikan
  • Polsek Ponorogo Bagikan Makan Sahur Untuk Pencari Nafkah Dini Hari

    Polsek Ponorogo Bagikan Makan Sahur Untuk Pencari Nafkah Dini Hari

    • calendar_month Senin, 10 Mar 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 162
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ponorogo – Bulan suci Ramadhan kerap menjadi momen bagi masyarakat untuk berbagi, terutama dalam menyediakan makanan berbuka puasa. Namun, hal berbeda dilakukan jajaran Polsek Ponorogo dengan membagikan makan sahur kepada para pekerja yang mencari nafkah pada dini hari. Program yang dijalankan ini menyasar para pencari nafkah yang kesulitan mendapatkan makanan sahur, seperti […]

    Bagikan
  • Komisi B DPRD Magetan Sidak Lokasi Pasar Hewan Pahingan, Warga Terancam Tergusur

    Komisi B DPRD Magetan Sidak Lokasi Pasar Hewan Pahingan, Warga Terancam Tergusur

    • calendar_month Rabu, 28 Mei 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 139
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – Komisi B DPRD Kabupaten Magetan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi Pasar Hewan Pahingan Maospati, Selasa (27/05/2025), menyusul aduan warga terkait rencana relokasi pasar ke lahan baru di belakang Puskesmas Maospati. Sidak ini mengungkap sederet persoalan, mulai penolakan sebagian warga, hingga potensi dampak lingkungan di area fasilitas publik. Langkah relokasi […]

    Bagikan
  • Nilai Paket Tak Sesuai Anggaran, Kanang Soroti Pelaksanaan Program MBG

    Nilai Paket Tak Sesuai Anggaran, Kanang Soroti Pelaksanaan Program MBG

    • calendar_month Senin, 16 Mar 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 248
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Dorongan evaluasi terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menguat. Anggota Komisi VI DPR RI, Budi Sulistyono atau Kanang, meminta pemerintah meninjau ulang seluruh mekanisme program menyusul berbagai persoalan yang muncul di sejumlah daerah. Kanang mengatakan evaluasi diperlukan setelah muncul laporan dugaan keracunan makanan, ketidaksesuaian kualitas menu, hingga selisih nilai […]

    Bagikan
expand_less