Gudang Kerajinan Kayu Jati di Ngawi Terbakar, Produk Siap Ekspor ke Swedia Senilai Rp. 1 Miliar Ludes
- account_circle Kusnanto
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 17
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Ngawi – Kebakaran hebat menghanguskan sebuah gudang pengolahan kayu jati untuk kerajinan barang antik di Desa Jenggrik, Kecamatan Kedunggalar, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, Minggu (13/9/2026) malam.
Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 19.20 WIB tersebut mengakibatkan seluruh bagian gudang terbakar. Tak hanya bahan baku kayu, sejumlah produk kerajinan yang telah selesai diproduksi dan siap diekspor ke Swedia juga ikut dilalap api.
Pemilik gudang, Suwardi, mengatakan saat kejadian dirinya sempat meminta seorang pegawai datang ke lokasi gudang untuk mengambil uang. Namun, setibanya di lokasi, kondisi gudang sudah dipenuhi api.
“Belum ada api sore itu. Saat saya menyuruh pegawai mengambil uang dan melihat gudang, ternyata sudah terbakar hebat,” kata Suwardi.
Menurut dia, produk kerajinan yang tersimpan di dalam gudang di antaranya berupa telenan, kursi, dan mangkuk berbahan kayu jati. Barang jadi tersebut telah dikemas dan dipersiapkan untuk dikirim ke Swedia pada pekan berikutnya.

Total produk yang terbakar diperkirakan setara dengan dua kontainer dengan nilai mencapai sekitar Rp1 miliar.
Besarnya material kayu yang berada di dalam bangunan membuat api dengan cepat membesar. Kondisi tersebut diperparah oleh tiupan angin sehingga kobaran api sulit dikendalikan.
Sejumlah pegawai gudang bersama warga sempat berupaya melakukan pemadaman secara mandiri menggunakan air seadanya. Namun, upaya tersebut tidak mampu menghentikan penyebaran api.
Tiga unit mobil pemadam kebakaran Pemerintah Kabupaten Ngawi kemudian dikerahkan ke lokasi. Petugas harus berulang kali melakukan penyemprotan karena titik api berada di antara tumpukan material kayu dari bagian depan hingga belakang gudang.
Petugas Pemadam Kebakaran Kabupaten Ngawi, Joko Kartono, mengatakan banyaknya material kayu menjadi salah satu kendala utama dalam proses pemadaman.

“Sulit dipadamkan karena banyak material kayu yang terbakar, dari depan hingga belakang. Kami sudah bolak-balik sekitar enam kali, tetapi api belum juga padam,” ujarnya.
Kepala Desa Jenggrik, Suparni, mengatakan kobaran api cepat membesar karena hampir seluruh bagian gudang dipenuhi kayu, termasuk produk kerajinan yang telah selesai diproduksi dan siap dikirim ke luar negeri.
Dugaan sementara, kebakaran dipicu puntung rokok yang diduga berasal dari salah seorang pegawai. Namun, penyebab pasti kebakaran masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut oleh petugas berwenang.
Setelah sekitar tiga jam berjibaku, api akhirnya berhasil dipadamkan. Proses pemadaman juga mendapat bantuan dua unit mobil pemadam kebakaran dari Kodim 0805 Ngawi dan Yon Armed 12 Ngawi.
Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut. Namun, kerugian material ditaksir mencapai lebih dari Rp1 miliar, terutama akibat musnahnya bahan baku serta produk kerajinan yang telah siap diekspor ke Swedia.
Petugas masih melakukan proses pendinginan di lokasi untuk memastikan tidak ada bara api yang kembali memicu kebakaran. (Kus)
- Penulis: Kusnanto
- Editor: Diez





