
Sinergia | Kab. Madiun – Pemerintah Kabupaten Madiun menyalurkan bantuan sosial modal usaha dan bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) Graduasi kepada 130 penerima manfaat. Penyerahan dilakukan secara simbolis oleh Bupati Madiun, Hari Wuryanto, didampingi Wakil Bupati Madiun, dr. Purnomo Hadi, serta Kepala Dinas Sosial Kabupaten Madiun di Pendopo Muda Graha, Senin (24/11/2025).
Bupati Hari Wuryanto menjelaskan bahwa bantuan tersebut diberikan kepada keluarga penerima PKH yang dinilai memiliki potensi untuk mengembangkan usaha mandiri. Dengan adanya modal ini, penerima manfaat diharapkan dapat keluar dari status kepesertaan PKH dan memberi ruang bagi warga kurang mampu lainnya untuk memperoleh bantuan serupa.
“Bantuan sosial ini kita berikan kepada mereka yang sudah masuk ke dalam PKH sebagai modal usaha. Insyaallah dengan modal ini berikutnya mereka akan kita lepas dari PKH dan dialihkan ke program lain. Ada 130 penerima, mudah-mudahan bisa meningkatkan pendapatan mereka. Fasilitas PKH yang sebelumnya diterima bisa dimanfaatkan oleh warga miskin lain yang belum menerima,” ujar Bupati Madiun.
Orang nomor satu di Kabupaten Madiun itu menambahkan bahwa penerima manfaat yang mendapatkan modal usaha sebesar Rp. 3 juta telah melalui proses validasi by name by address dan verifikasi lapangan. Mereka dipilih berdasarkan penilaian terhadap kesiapan dan potensi usaha yang dimiliki.
“Dari data PKH, kita evaluasi siapa yang punya bibit usaha. Mereka yang kita motivasi untuk keluar dari PKH. Setelah mendapat bantuan, setiap tahun akan ada evaluasi. Yang berkembang akan ditingkatkan lagi sehingga angka kemiskinan bisa turun lebih cepat,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Madiun, Supriyadi, menjelaskan bahwa proses pendampingan terhadap penerima manfaat dilakukan secara berkelanjutan oleh para pendamping PKH. Pendampingan ini dilakukan untuk memastikan usaha yang dijalankan terus berkembang.
“PKH memiliki pendamping yang selalu memantau. Usulan penerima ini juga berasal dari pendamping di lapangan. Evaluasi akan terus dilakukan agar usaha mereka bisa berkembang, terutama bagi yang belum punya pengalaman,” jelas Supriyanto.
Salah satu penerima manfaat, Wijyana, mengaku sangat bersyukur atas bantuan yang diterimanya. Ia berencana memanfaatkan modal tersebut untuk mengembangkan usaha kue basah yang telah dirintisnya dari rumah. “Saya senang sekali dapat bantuan dari Bupati. Bantuan ini akan saya gunakan untuk mengembangkan usaha kue basah saya,” ungkapnya. (Sur/Krs)