
Sinergia | Magetan – Seleksi tahap pertama Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi dan PPIH Kloter tahun 1447 H/2026 M tingkat kabupaten/kota digelar di Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemhaj) Kabupaten Magetan. Pelaksanaan tes berbasis komputer dan gawai berlangsung relatif lancar meski sempat ditemui kendala teknis.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Timur, Akhmad Sruji Bakhtiar, yang meninjau langsung proses seleksi, menyampaikan apresiasinya atas kesiapan panitia dan peserta.
“Alhamdulillah, Kantor Kementerian Haji Kabupaten Magetan telah mempersiapkan pelaksanaan tes dengan sebaik-baiknya. Ada kendala kecil seperti jaringan atau kapasitas ponsel peserta, tapi secara umum berjalan baik. Mudah-mudahan seleksi ini menghasilkan petugas terbaik sesuai harapan Kementerian Haji demi peningkatan layanan kepada jemaah,” ujarnya, Kamis (04/12/2025).
Sruji menambahkan, peserta yang lolos tahap pertama akan kembali menjalani tes tahap kedua. Dari tiap formasi, nantinya hanya dua peserta terbaik yang akan melaju dan dipilih satu sebagai petugas final.
Kepala Kantor Kemhaj Magetan, Ida Dwi Martini, menjelaskan bahwa dari 49 pendaftar awal, hanya 35 peserta yang lolos verifikasi dan dapat mengikuti seleksi hari ini. “Ada 14 pendaftar yang tidak lolos verifikasi karena persyaratan belum lengkap atau tidak memenuhi ketentuan. Jadi total ada 35 peserta yang mengikuti tes hari ini,” terangnya.
Ida merinci persyaratan untuk tiap formasi. Untuk ketua kloter, status ASN merupakan syarat mutlak dengan golongan minimal III/C. Sementara pembimbing ibadah dapat berasal dari ASN, ormas, atau masyarakat umum, dengan syarat wajib pernah berhaji dan memiliki sertifikat pembimbing ibadah profesional.
Untuk formasi PPIH Arab Saudi, seperti bagian konsumsi, akomodasi, dan transportasi, peserta bisa berasal dari berbagai unsur ASN, ormas, ataupun masyarakat selama memenuhi persyaratan yang ditetapkan pusat.
Diketahui, Magetan setiap tahun memberangkatkan jemaah sekitar satu kloter. Tahun ini kembali mendapatkan formasi ketua kloter satu orang dan pembimbing ibadah satu orang. Sementara formasi PPIH Arab Saudi ditentukan pada level provinsi, bukan kabupaten/kota. “Kami berharap Magetan bisa memperoleh formasi lebih banyak dibanding tahun sebelumnya,” ungkap Ida.
Seleksi tahap kedua dijadwalkan berlangsung dalam waktu dekat untuk menentukan para petugas terbaik yang akan mendampingi jemaah haji 2026.(Nan/Krs).