Berita Terkini
Trending Tags

Petani Lereng Gunung Lawu Merugi, Tanaman Membusuk dan Harga Anjlok

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Jumat, 16 Mei 2025
  • visibility 103
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Petani di lereng gunung lawu mengalami kerugian karena gagal panen, Foto : Kusnanto – Sinergia

Sinergia | Kab. Magetan — Cuaca ekstrem yang terus menghantam kawasan lereng Gunung Lawu, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, selama dua pekan terakhir berdampak serius pada sektor pertanian. Kabut tebal dan curah hujan tinggi yang turun hampir setiap hari menyebabkan kerusakan parah pada tanaman sayuran. Hal itu membuat para petani kelimpungan menghadapi gagal panen dan anjloknya harga jual hasil pertanian.

Kerusakan paling parah terjadi pada tanaman kentang, tomat, dan cabai. Ketiganya tak mampu bertahan dalam kondisi lahan yang terlalu lembab dan minim sinar matahari.

“Tanaman sejenis kentang, tomat, dan cabai sangat memprihatinkan, Mas. Banyak yang terserang jamur dan petek karena hujan terus-menerus dan kabut setiap malam,” keluh Wawan Suparno (46), petani kentang asal Kelurahan Sarangan Jumat (15/05/2025).

Daun tanaman kentang tampak mengeriting dan mengering. Sementara itu, umbi kentang di dalam tanah justru membusuk. Harapan untuk memetik hasil pun pupus. Selain kerusakan tanaman, petani kini harus menghadapi kenyataan pahit lainnya. Anjloknya harga jual di pasaran.

Harga cabai merah yang sebelumnya mencapai Rp. 70 ribu per kilogram kini hanya laku Rp. 30 ribu. Kentang yang biasanya dijual Rp. 20 ribu per kilogram kini hanya dihargai separuhnya.

“Kami rugi dobel. Panen gagal, harga pun jatuh. Biaya tanam nggak balik, apalagi bicara untung,” ujar Mulyono (60), petani tomat yang mengaku sebagian lahannya kini dibiarkan terbengkalai.

Image Not Found
Petani di lereng gunung lawu mengalami kerugian karena gagal panen, Foto : Kusnanto – Sinergia

Ironisnya, satu-satunya komoditas yang mengalami kenaikan harga justru tak bisa dinikmati. Harga tomat memang naik dari Rp. 5 ribu ke Rp. 8 ribu per kilogram. Namun buah yang dihasilkan banyak yang rusak dan tak layak jual akibat membusuk sebelum masa panen tiba.

Kondisi yang tak menentu membuat sebagian petani mulai mempertimbangkan untuk beralih ke jenis tanaman yang lebih tahan terhadap cuaca ekstrem. Namun langkah ini bukan tanpa risiko dan tantangan.

“Mengganti tanaman butuh biaya lagi, butuh waktu lagi. Belum tentu juga berhasil kalau cuacanya masih seperti ini,” kata Sumarni, petani lain yang juga terdampak.

Sejauh ini belum ada tanda-tanda perbaikan cuaca di kawasan Gunung Lawu. Petani hanya bisa berharap, hujan segera reda dan kabut tak lagi menyelimuti lahan mereka setiap malam.

“Kalau terus begini, musim tanam ini bisa jadi musim gagal bagi semua,” tutup Wawan.

Kusnanto – Sinergia

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dugaan Keracunan MBG di Ngawi, SPPG Kawu Belum Kantongi Sertifikat Laik Higieni

    Dugaan Keracunan MBG di Ngawi, SPPG Kawu Belum Kantongi Sertifikat Laik Higieni

    • calendar_month Kamis, 27 Nov 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 162
    • 0Komentar

    Sinergia | Ngawi – Kasus dugaan keracunan makanan kembali menimpa puluhan siswa SD dan SMP di Kecamatan Kedunggalar, Kabupaten Ngawi, setelah mereka menyantap menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Rabu (26/11/2025). Insiden tersebut memicu perhatian publik, terutama terkait standar kelayakan fasilitas yang menyiapkan ribuan porsi makanan bagi peserta didik. Fokus mengarah pada Satuan Pelayanan […]

    Bagikan
  • Dugaan Rasuah Kolam Renang Desa Sukosari dan Gemarang Menggantung, Muncul Lagi Laporan APBDes Simo

    Dugaan Rasuah Kolam Renang Desa Sukosari dan Gemarang Menggantung, Muncul Lagi Laporan APBDes Simo

    • calendar_month Senin, 19 Mei 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 124
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Perkerjaan rumah tim penyidik Kejari Kab. Madiun kian bertambah pasca laporan APBDes Simo Kec. Balerejo Tahun 2021-2024. Padahal dugaan rasuah dua kasus besar yakni kolam renang di Desa Gemarang, Kec. Gemarang dan Desa Sukosari Kec. Dagangan belum tuntas. Tak pelak desakan dan sindiran muncul agar penyidik Kejari tidak mengantung perkaranya. […]

    Bagikan
  • Gugatan Perdata Direktur PT. PLP Perkara PSU Kandas di PN Kota Madiun

    Gugatan Perdata Direktur PT. PLP Perkara PSU Kandas di PN Kota Madiun

    • calendar_month Rabu, 19 Mar 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 176
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Pengadilan Negeri (PN) Kota Madiun akhirnya memberikan putusan terhadap sidang gugatan perdata dalam perkara dugaan penyalahgunaan prasarana, sarana, dan utilitas umum (PSU) yang dilayangkan oleh Direktur PT Puri Larasati Propertindo (PLP) Hans Sutrisno. Gugatan itu turut menyerat Wali Kota Madiun sebagai tergugat. Dalam amar putusan, majelis hakim PN Kota Madiun […]

    Bagikan
  • Viral Keributan di Telaga Sarangan, Dipicu Motor Knalpot Brong

    Viral Keributan di Telaga Sarangan, Dipicu Motor Knalpot Brong

    • calendar_month Kamis, 9 Apr 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 272
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Destinasi wisata Telaga Sarangan, Kabupaten Magetan, kembali menjadi sorotan publik setelah sebuah video keributan viral di media sosial. Rekaman berdurasi 34 detik tersebut memperlihatkan cekcok antara wisatawan dengan pelaku usaha setempat. Dalam video yang beredar, tampak seorang pengendara sepeda motor terlibat adu mulut dengan sejumlah pedagang. Situasi sempat memanas hingga akhirnya […]

    Bagikan
  • Ratusan PPPK Akan Perkuat Tata Kelola Koperasi Merah Putih di Magetan

    Ratusan PPPK Akan Perkuat Tata Kelola Koperasi Merah Putih di Magetan

    • calendar_month Senin, 15 Des 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 280
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Upaya penguatan tata kelola Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih terus dilakukan seiring arahan dari pemerintah pusat. Salah satu langkah yang ditempuh adalah menempatkan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) guna menopang kualitas sumber daya manusia sekaligus mendorong pengelolaan koperasi yang lebih profesional dan transparan. Kebijakan tersebut mendapat respons positif dari Pemerintah Kabupaten […]

    Bagikan
  • Geledah Ruko Aset Pemkot Madiun, KPK Angkut 2 Koper Play Button

    Geledah Ruko Aset Pemkot Madiun, KPK Angkut 2 Koper

    • calendar_month Senin, 26 Jan 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 185
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Setelah melakukan penggeledahan selama berjam-jam, tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya keluar dari salah satu ruko di Jalan S. Parman Kelurahan Oro-Oro Ombo, Kecamatan Kartoharjo Kota Madiun sekitar pukul 19.00 WIB. Penggeledahan telah dilakukan KPK sejak Senin (26/01/2026) siang di ruko yang merupakan aset Pemkot Madiun. Diduga, ruko nomor […]

    Bagikan
expand_less