Senin, 26 Okt 2026
Trending Tags

Harga Padi Turun, Ini Temuan Tim Ekspedisi Patriot IPB Kendala Pertanian di Mahalona

  • account_circle Sinergia Mediatama
  • calendar_month Sabtu, 6 Des 2025
  • visibility 220
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Kondisi Pertanian di Kawasan Transmigrasi Mahalona, Kabupaten Luwu Timur dihadapkan permasalahan harga padi anjlok. Foto : Istimewa

Sinergia | Luwu Timur — Survei yang dilakukan Tim Ekspedisi Patriot IPB University pada September–November 2025 mengungkap kondisi memprihatinkan yang tengah dialami petani padi di Kawasan Transmigrasi Mahalona, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan. Penurunan harga jual padi dan meningkatnya biaya usaha tani disebut menjadi ancaman serius bagi kesejahteraan petani transmigran.

Dalam temuan tim, padi merupakan komoditas dominan di seluruh Satuan Permukiman (SP1–SP5) Mahalona dan menjadi penopang utama ekonomi masyarakat. Survei dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, hingga pengambilan sampel tanah untuk mengidentifikasi potensi peningkatan produktivitas.

Salah satu isu utama yang muncul adalah turunnya harga jual gabah di tingkat petani, meski pemerintah telah menetapkan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gabah kering panen sebesar Rp6.500 per kilogram melalui Keputusan Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Nomor 14 Tahun 2025.

Seorang petani di SP3 Mahalona mengaku heran dengan kondisi tersebut. “Kenapa harga jual bisa turun, sedangkan pemerintah sudah menetapkan harga Rp6.500 per kilogram?” keluhnya kepada tim. Tim juga menemukan bahwa rata-rata produktivitas petani di Mahalona masih berada di kisaran 5–6 ton gabah basah per hektare. Angka ini lebih rendah dibandingkan petani di Pulau Jawa yang mampu menghasilkan 7–8 ton.

Kondisi tersebut dipengaruhi keterbatasan pengetahuan teknis budidaya, infrastruktur irigasi yang belum optimal, serta karakteristik topografi lahan. Selain persoalan harga, petani juga terkendala akses alat pertanian modern, fluktuasi harga pupuk dan pestisida, hingga ketersediaan dan harga bahan bakar untuk mesin pertanian.

Infrastruktur jalan produksi yang belum memadai dan akses internet yang terbatas turut menghambat kemampuan petani memperoleh informasi budidaya maupun akses pasar. Ketergantungan pada pengepul juga menyebabkan nilai jual gabah tidak setara dengan biaya yang harus dikeluarkan petani.

Tim Ekspedisi Patriot menilai perlindungan harga bagi petani harus diperkuat melalui konsistensi penyerapan gabah oleh BULOG sesuai HPP yang berlaku. Intervensi Bapanas dan pemerintah daerah juga dinilai penting untuk mendorong stabilitas harga serta menekan beban biaya produksi petani.

“Dengan biaya produksi yang terus meningkat, penerapan HPP harus benar-benar berjalan di lapangan agar pendapatan petani tetap terlindungi,” demikian rekomendasi Tim Ekspedisi Patriot dalam laporannya.(Istimewa)

Bagikan
  • Penulis: Sinergia Mediatama

Rekomendasi Untuk Anda

  • Antisipasi Keracunan Makanan, Sekolah Perketat Pengawasan Menu MBG

    Antisipasi Keracunan Makanan, Sekolah Perketat Pengawasan Menu MBG

    • calendar_month Sabtu, 20 Sep 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 248
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kini dirasakan ribuan siswa di Kecamatan Parang, Kabupaten Magetan. Meski mendapat sambutan meriah, sekolah tidak lengah terhadap potensi masalah kesehatan. Di SMPN 1 Parang, langkah antisipasi dilakukan dengan membentuk tim khusus untuk mengawasi kelayakan makanan sebelum dibagikan. Kepala SMPN 1 Parang, Suparno, menuturkan bahwa pemeriksaan rutin […]

    Bagikan
  • Tak Wajib tapi Penting, TKA Bisa Jadi Tiket Emas ke Dunia Kampus dan Kerja

    Tak Wajib tapi Penting, TKA Bisa Jadi Tiket Emas ke Dunia Kampus dan Kerja

    • calendar_month Senin, 6 Okt 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 284
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Tes Kemampuan Akademik (TKA) bagi siswa kelas XII jenjang SMA/MA/SMK akan mulai dilaksanakan pada November 2025. Di Ponorogo, sekolah-sekolah kini tengah melakukan pendataan siswa yang berminat mengikuti program tersebut. Kasi SMA/SMK Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Jawa Timur Wilayah Ponorogo–Magetan, Eko Budi Santoso, menjelaskan bahwa TKA merupakan program baru dari Kementerian Pendidikan […]

    Bagikan
  • Mendung Tebal, Hilal Awal Ramadan 1447 H Tak Terlihat di Kabupaten Madiun

    Mendung Tebal, Hilal Awal Ramadan 1447 H Tak Terlihat di Kabupaten Madiun

    • calendar_month Rabu, 18 Feb 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 587
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun — Pemantauan hilal untuk penentuan awal Ramadan 1447 Hijriah di Kabupaten Madiun tidak membuahkan hasil. Selain posisi hilal yang masih berada di bawah ufuk, kondisi cuaca mendung tebal turut menghambat proses rukyatul hilal yang digelar pada Selasa (17/2/2026) sore. Pemantauan dilakukan oleh Kementerian Agama bersama Lembaga Falakiyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (LFPCNU) […]

    Bagikan
  • Ribuan Santri dan Warga Ngabar Gelar Shalat Istisqa, Doakan Korban Karhutla

    Ribuan Santri dan Warga Ngabar Gelar Shalat Istisqa, Doakan Korban Karhutla

    • calendar_month Kamis, 22 Okt 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 103
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Ribuan santri dan warga Desa Ngabar, Kabupaten Ponorogo, menggelar sholat istisqa di lapangan Pondok Pesantren Wali Songo Ngabar, Kamis (22/10/2026) sekitar pukul 10.00 WIB. Shalat tersebut dilaksanakan untuk memohon turunnya hujan di tengah kondisi kemarau yang mulai berdampak pada ketersediaan air. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bentuk kepedulian terhadap masyarakat […]

    Bagikan
  • BPBD Kota Madiun Droping Air Bersih, 21 KK Terdampak Kekeringan

    BPBD Kota Madiun Droping Air Bersih, 21 KK Terdampak Kekeringan

    • calendar_month Senin, 28 Sep 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 159
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Madiun melakukan droping air bersih untuk warga terdampak kekeringan di sejumlah wilayah Kota Madiun, Senin (28/9/2026). Kekeringan terjadi akibat sumur dalam milik warga tidak lagi mengalir selama musim kemarau. Sebanyak 21 kepala keluarga (KK) tercatat terdampak kekeringan. Rinciannya, 14 KK berada di wilayah Kelurahan […]

    Bagikan
  • Terjerat Kabel di Jalan Letjen Suprapto Ponorogo, Leher Pengendara Motor Luka dan Memar

    Terjerat Kabel di Jalan Letjen Suprapto Ponorogo, Leher Pengendara Motor Luka dan Memar

    • calendar_month Selasa, 13 Okt 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 167
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Seorang pengendara sepeda motor bernama Sopingi, 30, warga Desa Carat, Kecamatan Kauman, Kabupaten Ponorogo, mengalami luka dan memar di bagian leher setelah terjerat kabel Wi-Fi yang melintang di jalan. Peristiwa tersebut terjadi pada Senin (12/10/2026) sekitar pukul 16.45 WIB di Jalan Letjen Suprapto, tepatnya di selatan SPBU Gupolo, Kelurahan Keniten, Kecamatan […]

    Bagikan
expand_less