Berita Terkini
Trending Tags

Stok Pupuk Subsidi di Ponorogo Dipastikan Aman Hingga Akhir Tahun

  • account_circle Ega Patria
  • calendar_month Sabtu, 20 Sep 2025
  • visibility 158
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Ilustrasi pupuk urea, Foto : Ega Patria – Sinergia

Sinergia | Ponorogo – Ketersediaan pupuk bersubsidi di Kabupaten Ponorogo dipastikan aman hingga akhir 2025. Hal itu disampaikan Dinas Pertanian setempat menyusul kekhawatiran sebagian petani yang memasuki musim tanam kedua tahun ini.

Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Dinas Pertanian Ponorogo, Tamar Mahara, menegaskan bahwa cadangan pupuk masih mencukupi. Dari total alokasi yang diterima, sekitar 40 persen stok masih tersisa dan bisa dimanfaatkan hingga Desember mendatang.

“Stock sekitar 40-an persen, tapi cukup untuk kebutuhan petani sampai akhir tahun. Kita juga sudah mengajukan tambahan melalui re-alokasi tahap ketiga,” ujar Tamar saat ditemui di kantornya, Sabtu (20/09/2025)

Sejak awal tahun, Ponorogo mendapat jatah pupuk bersubsidi sebanyak 30.466 ton urea, 22.348 ton NPK, dan 4.517 ton pupuk organik. Jumlah tersebut kemudian bertambah melalui re-alokasi, sehingga total keseluruhan menjadi 35.782 ton urea, 25.585 ton NPK, serta 10.901 ton pupuk organik.

Selain tiga jenis tersebut, Dinas Pertanian juga mengajukan tambahan pupuk ZA sekitar 60 ton. Pupuk jenis ini banyak dibutuhkan oleh petani tebu yang tersebar di beberapa kecamatan.

“Jika ditambahkan dengan re-alokasi, ketersediaan pupuk kita semakin aman. Bahkan ada pengajuan ZA untuk mendukung tanaman tebu,” tambah Tamar.

Berdasarkan data hingga 2 September 2025, realisasi penyaluran pupuk bersubsidi di Ponorogo mencapai 62 persen untuk urea, 71 persen untuk NPK, dan 37 persen untuk organik. Angka tersebut menunjukkan distribusi pupuk terus berjalan meski belum merata di seluruh wilayah.

Menurut Tamar, persentase penyaluran berbeda karena faktor kebutuhan dan karakteristik lahan di tiap kecamatan. Petani tanaman pangan seperti padi lebih banyak menggunakan urea dan NPK, sedangkan pupuk organik baru terserap sebagian.

“Setiap jenis pupuk penggunaannya berbeda. Ada wilayah yang lebih dominan padi, ada juga yang butuh pupuk organik. Distribusi berjalan sesuai kebutuhan di lapangan,” pungkasnya.

Ega Patria – Sinergia 

Bagikan
  • Penulis: Ega Patria

Rekomendasi Untuk Anda

  • Protes Jalan Rusak, Warga Desa Kaponan Pilih Tanami Pohon Pisang dan Pepaya

    Protes Jalan Rusak, Warga Desa Kaponan Pilih Tanami Pohon Pisang dan Pepaya

    • calendar_month Senin, 12 Jan 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 271
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Resah dengan kondisi jalan yang rusak parah, warga Desa Kaponan, Kecamatan Mlarak, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, melakukan aksi protes dengan menanami lubang jalan menggunakan pohon pisang dan pepaya, Senin (12/1/2026). Aksi ini dilakukan di jalan poros penghubung Desa Kaponan dengan Desa Mlarak. Jalan tersebut merupakan akses utama warga untuk menuju sekolah, […]

    Bagikan
  • Budidaya Jamur Merang, Peluang Bisnis Menjanjikan di Madiun

    Budidaya Jamur Merang, Peluang Bisnis Menjanjikan di Madiun

    • calendar_month Senin, 17 Mar 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 307
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Budidaya jamur merang menjadi salah satu peluang usaha yang menjanjikan di Madiun. Ahmad Fauzani, 44 tahun, seorang pembudidaya jamur merang dari Kelurahan Munggut, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun, telah menekuni usaha ini sejak tahun 2016. Berkat bantuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui BKP Kabupaten Madiun, ia berhasil mengembangkan usahanya hingga […]

    Bagikan
  • Progres Pengerjaan Baru 10 persen, Gedung Sekolah Rakyat terus Dikebut

    Progres Pengerjaan Baru 10 persen, Gedung Sekolah Rakyat terus Dikebut

    • calendar_month Senin, 7 Jul 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 102
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo– Pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Ponorogo terus dikebut. Meski baru dimulai beberapa hari lalu, proses renovasi gedung bekas Sentra Industri di Jalan Trunojoyo itu ditargetkan selesai pada akhir Juli 2025. Hingga Senin (7/7/2025), progres pembangunan baru mencapai sekitar 10 persen. Belum terlihat adanya sekat untuk ruang kelas maupun asrama siswa. Selain itu, […]

    Bagikan
  • Usai Kejadian Dugaan Keracunan MBG, Pemkot Madiun Perketat Monitoring SLHS 24 SPPG

    Usai Kejadian Dugaan Keracunan MBG, Pemkot Madiun Perketat Monitoring SLHS 24 SPPG

    • calendar_month Senin, 20 Apr 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 246
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Pemerintah Kota Madiun mengambil langkah tegas menyikapi dugaan keracunan makanan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang terjadi beberapa waktu lalu. Fokus utama diarahkan pada pengetatan pengawasan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) di seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Madiun. Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Madiun, Soeko Dwi Handianto, […]

    Bagikan
  • Fery Sudarsono Raup Dukungan 13 PAC, PDIP Madiun Buka Peluang Untuk Kaum Muda dan Gen Z

    Fery Sudarsono Raup Dukungan 13 PAC, PDIP Madiun Buka Peluang Untuk Kaum Muda dan Gen Z

    • calendar_month Rabu, 10 Sep 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 154
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun — Perebutan kursi Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kabupaten Madiun periode 2025–2030 mulai mengerucut. Dari hasil penjaringan di 15 Pimpinan Anak Cabang (PAC), nama Fery Sudarsono mengantongi dukungan terbanyak dengan 13 usulan. Di posisi kedua, muncul nama Budi Wahono yang memperoleh dukungan tujuh PAC. Keduanya dikenal […]

    Bagikan
  • Gerbong Mutasi Lebih Besar, Maidi : OPD Tak Optimal Dievaluasi

    Gerbong Mutasi Lebih Besar, Maidi : OPD Tak Optimal Dievaluasi

    • calendar_month Rabu, 7 Mei 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 143
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Wali Kota Madiun, Maidi baru saja melakukan mutasi terhadap 5 pejabat pimpinan tinggi pratama pada Rabu (07/05/2025). Bahkan, 2 Kepala Dinas masuk “kotak” di posisi Staf Ahli. Rupanya, gerbong mutasi tidak ada berhenti disini saja. Maidi mengungkapkan bahwa perubahan struktur atau “gerbong” pemerintahan akan terus berlanjut hingga akhir tahun ini, […]

    Bagikan
expand_less