Berita Terkini
Trending Tags

Aksi Simbolik Hakordia di Magetan, Kritik Warga Disampaikan Lewat “Kado Anti Korupsi”

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Rabu, 10 Des 2025
  • visibility 83
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Aksi Simbolik Hakordia Warga berikan kritik lewat kado anti korupsi, Foto : Istimewa

Sinergia | Magetan – Peringatan Hari Anti Korupsi Internasional (Hakordia) di Magetan, diwarnai aksi unik dari sejumlah warga dan aktivis. Mereka datang ke Kejaksaan Negeri Magetan sambil membawa paket berisi cottonbud, obat tetes mata, dan peniti bukan sebagai hadiah, melainkan pesan moral agar penegakan hukum tidak abai terhadap dugaan praktik korupsi Rabu (10/12/2025).

Paket tersebut diterima langsung oleh Kepala Seksi Intelijen Kejari Magetan, Moh. Andy Sofyan. Aksi berlangsung singkat dan damai, namun pesan yang disampaikan tergolong tajam. Aktivis LE Swastika, Rudi Setiyawan, menjelaskan bahwa setiap benda memiliki makna khusus.

Yakni Cottonbud sebagai pengingat agar laporan masyarakat tidak diabaikan. Obat tetes mata mengisyaratkan pentingnya cara pandang yang jernih dalam menangani perkara. Dan peniti menjadi simbol keberanian untuk tetap tegak membela kebenaran.

“Ini bukan sindiran yang kasar, tapi pengingat supaya fungsi pengawasan hukum tetap hidup. Kalau ada yang merasa tersentil, artinya pesan ini berhasil,” ujar Rudi.

Dari komunitas Perempuan Melawan, Widiya Astuti menekankan bahwa korupsi bukan hanya isu hukum, tetapi langsung menyentuh kehidupan sehari-hari. “Ketika anggaran publik digelapkan, perempuan dan anak yang paling dulu merasakan dampaknya. Karena itu suara perempuan harus ikut mengawal penegakan hukum,” tegasnya.

Perwakilan Forum Rumah Kita, Agus Pujiono, turut menyampaikan pesan satir dalam aksi itu. Menurutnya, kritik memang tidak selalu nyaman, tetapi justru diperlukan. “Kalau ada yang tersinggung, ingat saja bahwa sesuatu yang berharga kadang terbentuk dari proses yang perih. Kritik itu justru bagian dari perbaikan,” ungkap Agus.

Ia juga menjelaskan bahwa cemiti yang dibawa peserta aksi bukan simbol ancaman, tetapi simbol keberanian moral untuk mencegah penyimpangan sedini mungkin. Sementara itu, Komunitas Pemoeda Magetan Institute menegaskan komitmen mereka untuk tetap menjadi kontrol sosial yang kritis. “Pemuda adalah penentu masa depan. Jangan sampai masa depan itu dikorbankan oleh praktik korupsi,” kata perwakilannya.

Kasintel Kejari Magetan, Moh. Andy Sofyan, menyambut aksi tersebut dengan sikap terbuka. Ia menegaskan bahwa kritik masyarakat bukan ancaman, melainkan dorongan bagi institusi penegak hukum. “Kami menghargai perhatian publik. Masukan seperti ini justru menjadi energi bagi kami untuk bekerja lebih profesional dan menjaga integritas,” ujarnya.

Aksi sederhana namun simbolis ini menjadi pengingat bahwa Hakordia bukan sekadar seremoni. Di Magetan, masyarakat memilih memberikan pesan terang yakni jangan pernah menutup mata terhadap korupsi sekecil apa pun bentuknya. (Nan/Krs)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto

Rekomendasi Untuk Anda

  • Penghuni Kos di Kartoharjo Ditemukan Tak Bernyawa, Polisi Selidiki Penyebab Kematian

    Penghuni Kos di Kartoharjo Ditemukan Tak Bernyawa, Polisi Selidiki Penyebab Kematian

    • calendar_month Senin, 8 Des 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 90
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Warga RT 20/RW 04, Kelurahan/Kecamatan Kartoharjo, digemparkan oleh penemuan jenazah seorang pria di kamar kos lantai dua, Minggu (07/12/2025) sore. Korban ditemukan dalam kondisi tanpa busana dan telungkup di lantai kamar. Pria tersebut diketahui bernama Saparin Budi Suwarno (64), warga Desa Sugihwaras, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun. Sehari-hari ia bekerja sebagai […]

    Bagikan
  • Skandal Ijazah Ditahan di Madiun, HRD Ngaku Cuma “Komitmen Kerja”  

    Skandal Ijazah Ditahan di Madiun, HRD Ngaku Cuma “Komitmen Kerja”  

    • calendar_month Rabu, 22 Apr 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 251
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Praktik penahanan ijazah karyawan kembali mencuat di Kabupaten Madiun. Kali ini, dugaan tersebut terjadi di perusahaan produsen plastik, CV Sukses Jaya Abadi yang berlokasi di Desa Wonoasri, Kecamatan Wonoasri. Sejumlah mantan karyawan mengeluhkan dokumen penting mereka, terutama ijazah, belum dikembalikan setelah berhenti bekerja. Praktik ini disebut-sebut sebagai bentuk “komitmen” dalam hubungan […]

    Bagikan
  • Kecelakaan Maut di Sambit Ponorogo, Dua Tewas Usai Avanza Tabrak Truk Parkir

    Kecelakaan Maut di Sambit Ponorogo, Dua Tewas Usai Avanza Tabrak Truk Parkir

    • calendar_month Rabu, 25 Jun 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 86
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ponorogo – Kecelakaan tragis terjadi di ruas Jalan Raya Ponorogo–Trenggalek, tepatnya di timur SPBU Desa Besuki, Kecamatan Sambit, Kabupaten Ponorogo, Rabu (25/06/2025). Sebuah mobil Avanza menabrak truk parkir hingga menyebabkan dua orang tewas dan satu lainnya luka berat. Informasi yang dihimpun, mobil Avanza dengan pelat nomor AE 1726 GL dikemudikan oleh Marcellino […]

    Bagikan
  • Diguyur Hujan Lebat, Rumah Warga Plaosan Longsor

    Diguyur Hujan Lebat, Rumah Warga Plaosan Longsor

    • calendar_month Sabtu, 8 Feb 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 66
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – Bencana tanah longsor menimpa rumah milik Subiyo (55) warga Dusun Tawing RT 10/ RW 2 Desa Plumpung Kecamatan Plaosan Kabupaten Magetan pada Jumat (7/2/2205) pukul 20.30 WIB. Bangunan rumah beserta pondasi setinggi 3 meter dan lebar 5 meter ini longsor usai selama satu minggu terakhir wilayah di lereng gunung Lawu […]

    Bagikan
  • Antusias Membludak, 600 Pemudik Ikuti Program Balik Gratis, 10 Bus Berangkat dari Terminal Purboyo

    Antusias Membludak, 600 Pemudik Ikuti Program Balik Gratis, 10 Bus Berangkat dari Terminal Purboyo

    • calendar_month Kamis, 26 Mar 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 94
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Program balik gratis yang diselenggarakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kembali digelar untuk arus balik Lebaran 2026. Dari wilayah Madiun dan sekitarnya, sebanyak 10 bus diberangkatkan menuju Jakarta dengan total sekitar 600 penumpang, termasuk tim pendamping. Febriyanti, Tim Leader Mudik Gratis Pemprov DKI untuk rute Madiun–Jakarta, mengatakan jumlah armada tahun ini […]

    Bagikan
  • Pengadaan 45 Miliar Rupiah di Dinkes Kabupaten Madiun Disorot, Dinilai Berpotensi Jadi Temuan Audit

    Pengadaan 45 Miliar Rupiah di Dinkes Kabupaten Madiun Disorot, Dinilai Berpotensi Jadi Temuan Audit

    • calendar_month Rabu, 25 Feb 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 130
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Kegiatan pengadaan barang dan jasa di Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun tahun anggaran 2026 senilai sekitar Rp45 miliar disorot. Pengadaan tersebut dinilai berpotensi menjadi temuan audit hingga berujung pada persoalan hukum jika ditemukan unsur pelanggaran. Sorotan itu berkaitan dengan dugaan perbedaan antara pencatatan dalam Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SiRUP) dan pelaksanaan […]

    Bagikan
expand_less