Berita Terkini
light_mode
Trending Tags

Pemkab Madiun Uji Coba Program MASTER CETE, Dorong Pembelajaran Kontekstual di Luar Kelas

  • account_circle Tova Pradana
  • calendar_month Senin, 15 Des 2025
  • visibility 182
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Pemerintah Kabupaten Madiun melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan melaksanakan uji coba program Master Cete yang melibatkan peserta didik di Madiun Umbul Square, Foto: Tim Liputan

Sinergia | Kab.Madiun – Pemerintah Kabupaten Madiun melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan mulai menguji coba Program MASTER CETE (Masyarakat Terdidik, Cerdas, dan Terampil). Program ini sebagai upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus mendorong penguatan ekonomi daerah. Uji coba program ini digelar di Madiun Umbul Square, Senin (15/12/2025) yang diikuti ratusan siswa tingkat SD dan SMP dari wilayah selatan Kabupaten Madiun.

Program tersebut menjadi bagian dari pembelajaran luar ruang (outdoor learning) yang dirancang agar siswa dapat mengaplikasikan materi pelajaran secara langsung di lapangan. Melalui pendekatan kontekstual, siswa diajak memahami teori yang diperoleh di kelas dengan praktik nyata di berbagai sektor.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Madiun, Agus Sucipto, mengatakan bahwa pelaksanaan uji coba ini merupakan bagian dari realisasi visi dan misi Pemerintah Kabupaten Madiun.

“Hari ini bertepatan dengan uji coba pelaksanaan visi-misi Pemkab Madiun, khususnya visi ketiga yaitu Bersahaja serta misi kelima yang berfokus pada pembangunan manusia yang cerdas dan terampil,” ujar Agus.

Ia menjelaskan, Program MASTER CETE direncanakan akan dilaksanakan secara penuh mulai Januari hingga Desember 2026. Kegiatan tersebut akan berlangsung rutin setiap Senin hingga Kamis dan tersebar di hampir 25 titik di seluruh wilayah Kabupaten Madiun.

“Salah satu titik pelaksanaannya ada di Umbul Square. Seluruh siswa SD dan SMP akan terlibat, dan pada pertengahan semester akan bergabung pula peserta didik dari jenjang PAUD dan TK,” jelasnya.

Dalam pelaksanaannya, MASTER CETE akan berjalan menyerupai kegiatan belajar di sekolah. Siswa mengikuti pembelajaran mulai pukul 07.00 hingga 14.30 WIB, namun lokasinya berada di luar kelas, seperti destinasi wisata, situs bersejarah, hingga kawasan edukasi milik daerah.

“Anak-anak belajar di destinasi wisata atau tempat bersejarah yang ada di Kabupaten Madiun. Ini pembelajaran kontekstual, di mana teori yang dipelajari di kelas bisa langsung diaplikasikan di lapangan bersama guru. Harapannya, karakter peserta didik dapat terbentuk lebih kuat,” katanya.

Agus menegaskan, pembelajaran berbasis pengalaman menjadi penting karena teori semata dinilai belum cukup untuk membentuk keterampilan dan kepekaan siswa.

Di Madiun Umbul Square, misalnya, siswa diperkenalkan pada edukasi flora dan fauna. Selain sebagai sarana belajar, lokasi tersebut juga merupakan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang dinilai strategis untuk mendukung edukasi sekaligus promosi pariwisata daerah.

“Dengan kegiatan ini, destinasi wisata di Kabupaten Madiun bisa semakin dikenal dan berkontribusi terhadap pendapatan daerah. Peserta didik juga menjadi bagian dari pergerakan wisata lokal,” ujarnya.

Selain di Umbul Square, uji coba Program MASTER CETE juga dilaksanakan di sejumlah sektor lain. Di sektor sejarah, siswa diajak belajar langsung di kawasan Monumen Kresek, Kecamatan Wungu. Sementara itu, sektor pertanian dan perikanan dilakukan di kawasan Waduk Bening Widas, Kecamatan Saradan.

Melalui program ini, Pemkab Madiun berharap pembelajaran tidak hanya meningkatkan kualitas pendidikan, tetapi juga memberikan dampak berkelanjutan bagi pengembangan potensi daerah dan ekonomi lokal. (Tim Liputan)

Bagikan
  • Penulis: Tova Pradana

Rekomendasi Untuk Anda

  • 1.491 Warga di Kabupaten Madiun Positif HIV, KPAD Fokus Pendampingan dan Edukasi

    1.491 Warga di Kabupaten Madiun Positif HIV, KPAD Fokus Pendampingan dan Edukasi

    • calendar_month Senin, 6 Okt 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 24
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Kasus HIV di Kabupaten Madiun menunjukkan kondisi darurat. Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) per 4 Oktober 2025, tercatat 1.491 warga positif HIV, dengan 779 orang di antaranya masih hidup dan menjalani pendampingan aktif. Angka ini menegaskan bahwa HIV masih menjadi persoalan kesehatan serius di wilayah tersebut. Pengelola Program dan Keuangan […]

    Bagikan
  • Hendak Kabur, Polres Magetan Ringkus Tersangka Penggelapan Motor di Pelabuhan Tanjung Perak

    Hendak Kabur, Polres Magetan Ringkus Tersangka Penggelapan Motor di Pelabuhan Tanjung Perak

    • calendar_month Kamis, 8 Mei 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 19
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – Jajaran Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Magetan, Jawa Timur, berhasil mengungkap kasus penggelapan sepeda motor dengan menangkap seorang tersangka yang hendak melarikan diri ke luar Pulau Jawa. Pelaku ER warga Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, dibekuk petugas saat berada di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, pada Rabu (07/05/2025) malam. Kasi Humas Polres […]

    Bagikan
  • Kejari Magetan Tahan Dua Tersangka Korupsi Pengadaan Gamelan Disdikpora

    Kejari Magetan Tahan Dua Tersangka Korupsi Pengadaan Gamelan Disdikpora

    • calendar_month Rabu, 27 Agt 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 53
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Kejaksaan Negeri (Kejari) Magetan menetapkan dua tersangka dalam dugaan korupsi pengadaan alat kesenian tradisional gamelan di Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Magetan tahun anggaran 2019. Kedua tersangka berinisial S, selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), dan YSJI, Direktur CV Mitra Sejati selaku pelaksana proyek. Penetapan tersangka dituangkan dalam surat Kejari […]

    Bagikan
  • Peluncuran IPKD MCP 2025, Wali Kota Madiun Komitmen Mewujudkan Kota Anti Korupsi

    Peluncuran IPKD MCP 2025, Wali Kota Madiun Komitmen Mewujudkan Kota Anti Korupsi

    • calendar_month Rabu, 5 Mar 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 28
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Wali Kota dan Wakil Walikota Madiun mengikuti Peluncuran Indikator Indeks Pencegahan Korupsi Daerah (IPKD) Monitoring Center for Prevention (MCP) Tahun 2025 secara virtual pada Rabu (5/2/2025) di gedung GCIO Kota Madiun. Peluncuran ini juga di ikuti 38 Provinsi, 419 Kabupaten dan 93 Kota yang diselenggarakan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). […]

    Bagikan
  • Ada Tempat Kos Semi Permanen di Eks Terminal Seloaji Ponorogo, Diduga Jadi Lokasi Prostitusi

    Ada Tempat Kos Semi Permanen di Eks Terminal Seloaji Ponorogo, Diduga Jadi Lokasi Prostitusi

    • calendar_month Selasa, 4 Nov 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 30
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Razia di eks-Terminal Seloaji yang dilakukan oleh Satpol PP Ponorogo pada Senin malam (3/11/2025) cukup mencengangkan. Selain menemukan aktivitas prostitusi yang mengganggu ketertiban di kawasan eks Terminal Seloaji, petugas juga mencatat adanya tempat kos yang diduga digunakan untuk kegiatan serupa. Kabid Penegakan Perundang-undangan Daerah Satpol PP dan Damkar Ponorogo, Hendra Asmara […]

    Bagikan
  • Dinkes Madiun Antisipasi Lonjakan ISPA dan DBD di Masa Peralihan Musim

    Dinkes Madiun Antisipasi Lonjakan ISPA dan DBD di Masa Peralihan Musim

    • calendar_month Jumat, 24 Okt 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 24
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Memasuki masa peralihan dari kemarau ke musim hujan, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Madiun mulai mewaspadai potensi peningkatan kasus penyakit menular seperti Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), Demam Berdarah Dengue (DBD), dan Chikungunya. Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Madiun, Agung Dodik Pujianto, mengatakan bahwa perubahan suhu dan kelembapan […]

    Bagikan
expand_less