Berita Terkini
Trending Tags

Magetan Klaim Tak Lagi Kekurangan Guru, P3K Paruh Waktu Jadi Solusi

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Selasa, 23 Des 2025
  • visibility 228
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Nanik Endang Rusminiarti, menegaskan bahwa P3K Paruh Waktu menjadi Solusi tentang Isu kekurangan guru di Magetan, Foto: Kusnanto – Sinergia

Sinergia | Magetan – Isu kekurangan guru yang selama bertahun-tahun menjadi persoalan nasional disebut telah teratasi di Kabupaten Magetan. Bupati Magetan, Nanik Endang Rusminiarti, menegaskan bahwa pengangkatan guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) paruh waktu dalam jumlah besar membuat kebutuhan tenaga kependidikan terisi secara optimal.

“Dengan adanya P3K paruh waktu, insya Allah tenaga kependidikan sudah tercukupi. Karena kita sudah mengangkat P3K paruh waktu banyak sekali. Akhirnya permasalahan kekurangan guru bisa selesai,” ujar Bupati Nanik.

Pernyataan tersebut sekaligus menegaskan bahwa Magetan saat ini memasuki fase baru dalam penataan tenaga pendidik, setelah sebelumnya bergantung pada sejumlah besar guru honorer.

Ketua PGRI Magetan, Sundarto, menguatkan pernyataan bupati. Ia menyebutkan bahwa hampir seluruh guru di Magetan kini berstatus ASN, baik PNS maupun P3K paruh waktu.

“Hampir semua guru sekarang sudah ASN. Guru honorer tinggal beberapa saja, sebagian besar hanya untuk menggantikan guru yang pensiun,” ungkapnya.

Menurutnya, pengangkatan guru paruh waktu sebelumnya juga berkontribusi mengurangi jumlah honorer. Kini, rekrutmen guru baru oleh kepala sekolah hanya terjadi untuk mengisi kekosongan kelas akibat pensiun. Sundarto turut membeberkan jumlah guru yang ada saat ini.

“Untuk PNS-nya sekitar empat ribu sekian, hampir lima ribu,” jelasnya.

Jumlah tersebut dinilai sudah mampu mendukung kebutuhan belajar mengajar di kabupaten. Meski kekurangan guru diklaim telah teratasi, Magetan masih menghadapi tantangan lain. Beberapa sekolah mengalami penurunan jumlah murid. Kondisi ini membuat peningkatan kompetensi guru menjadi agenda penting.

“Guru harus bersinergi dengan dinas dan PGRI. Pemberdayaan guru harus ditingkatkan supaya tidak ada gap antara guru di sekolah negeri dan swasta,” tegas Sundarto.

Ia menegaskan bahwa guru wajib mengikuti perkembangan zaman. “Guru tidak boleh berada di zona nyaman dan harus terus mengembangkan diri,” katanya.

Dengan tenaga pendidik yang semakin lengkap dan mayoritas berstatus ASN, Magetan kini fokus meningkatkan kualitas, kompetensi, dan kreativitas guru, sambil memastikan tidak ada anak yang tertinggal dalam mendapatkan akses pendidikan.(Nan/Krs).

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto

Rekomendasi Untuk Anda

  • Balon Udara Jatuhi Atap Rumah Warga Ngrupit Ponorogo

    Balon Udara Jatuhi Atap Rumah Warga Ngrupit Ponorogo

    • calendar_month Senin, 7 Apr 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 125
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ponorogo – Sebuah balon udara tanpa awak jatuh dan menimpa atap rumah warga di Dusun Tenggang, Desa Ngrupit, Kecamatan Jenangan, Ponorogo, pada Sabtu malam (05/04/2025) sekitar pukul 22.45 WIB. Insiden ini menyebabkan bagian atap rumah terbakar dan beberapa peralatan rusak dilalap api. Kejadian tersebut sempat terekam video dan viral di media sosial. […]

    Bagikan
  • Sikapi Aksi Demo, PSHT Kubu Moerdjoko : Hormati Upaya Hukum di Pengadilan Play Button

    Sikapi Aksi Demo, PSHT Kubu Moerdjoko : Hormati Upaya Hukum di Pengadilan

    • calendar_month Senin, 2 Feb 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 706
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Pusat Madiun kubu Ketua Umum R. Moerdjoko melalui Lembaga Hukum dan Advokasi (LHA) angkat bicara menyikapi aksi demo dari PSHT kubu Ketua Umum M. Taufiq yang digelar di Alun-Alun Kota Madiun pada Senin (02/02/2026). LHA PSHT Pusat Madiun menilai hak berpendapat diperbolehkan sesuai aturan Undang-Undang. […]

    Bagikan
  • Pemkab Madiun Terima 3.525 Dosis, DKPP Gencar Vaksinasi Cegah PMK

    Pemkab Madiun Terima 3.525 Dosis, DKPP Gencar Vaksinasi Cegah PMK

    • calendar_month Selasa, 21 Jan 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 134
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab Madiun – Pemerintah Kabupaten Madiun menerima alokasi 3.525 dosis vaksin PMK dari Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur. Pelaksanaan vaksinasi PMK dimulai di beberapa wilayah di Madiun, salah satunya di Desa Wayut, Kecamatan Jiwan pada Selasa pagi ( 21/1/2025). Sebanyak 200 ekor sapi milik warga telah divaksin. Petugas DKPP dibantu perangkat desa setempat mendatangi […]

    Bagikan
  • Remaja Tewas Tertabrak Truk Tebu di Perempatan Terminal Maospati

    Remaja Tewas Tertabrak Truk Tebu di Perempatan Terminal Maospati

    • calendar_month Selasa, 2 Sep 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 212
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Kecelakaan maut terjadi di simpang timur Terminal Maospati, Kabupaten Magetan, Senin (01/09/2025) sore. Seorang pelajar berinisial NP (17), warga Desa Sayutan, Kecamatan Parang, meninggal dunia setelah sepeda motor yang dikendarainya tertabrak truk bermuatan tebu. Peristiwa itu bermula ketika korban yang baru saja pulang dari kursus bahasa asing di Desa Winong melaju […]

    Bagikan
  • DLH Kota Madiun Gencar Uju Emisi, Perkuat Pengawasan Kualitas Udara

    DLH Kota Madiun Gencar Uju Emisi, Perkuat Pengawasan Kualitas Udara

    • calendar_month Sabtu, 15 Nov 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 152
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Upaya pengendalian polusi udara terus digencarkan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Madiun melalui pelaksanaan uji emisi kendaraan bermotor. Program yang menjadi agenda rutin ini berkeliling ke seluruh kelurahan sebagai bentuk pengawasan kualitas udara sekaligus sarana penyadaran publik. Subkoordinator Pencegahan Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup DLH Kota Madiun, Annita Yuli Mayasari, […]

    Bagikan
  • Sengketa PAW DPRD Magetan Berakhir Damai, Pimpinan Dewan Sepakati Penarikan Seluruh Dokumen

    Sengketa PAW DPRD Magetan Berakhir Damai, Pimpinan Dewan Sepakati Penarikan Seluruh Dokumen

    • calendar_month Rabu, 10 Des 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 199
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Perselisihan panjang terkait proses Pergantian Antar Waktu (PAW) anggota DPRD Magetan akhirnya mencapai titik temu. Setelah menjalani tiga kali sesi mediasi di Pengadilan Negeri Magetan, pihak penggugat dan tergugat sepakat menyudahi polemik dengan jalan damai. Kesepakatan ini mengemuka dalam proses mediasi yang dipimpin mediator PN Magetan, Deddi Alparesi pada Rabu (10/12/2025). […]

    Bagikan
expand_less