Selasa, 20 Okt 2026
Trending Tags

Magetan Klaim Tak Lagi Kekurangan Guru, P3K Paruh Waktu Jadi Solusi

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Selasa, 23 Des 2025
  • visibility 262
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Nanik Endang Rusminiarti, menegaskan bahwa P3K Paruh Waktu menjadi Solusi tentang Isu kekurangan guru di Magetan, Foto: Kusnanto – Sinergia

Sinergia | Magetan – Isu kekurangan guru yang selama bertahun-tahun menjadi persoalan nasional disebut telah teratasi di Kabupaten Magetan. Bupati Magetan, Nanik Endang Rusminiarti, menegaskan bahwa pengangkatan guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) paruh waktu dalam jumlah besar membuat kebutuhan tenaga kependidikan terisi secara optimal.

“Dengan adanya P3K paruh waktu, insya Allah tenaga kependidikan sudah tercukupi. Karena kita sudah mengangkat P3K paruh waktu banyak sekali. Akhirnya permasalahan kekurangan guru bisa selesai,” ujar Bupati Nanik.

Pernyataan tersebut sekaligus menegaskan bahwa Magetan saat ini memasuki fase baru dalam penataan tenaga pendidik, setelah sebelumnya bergantung pada sejumlah besar guru honorer.

Ketua PGRI Magetan, Sundarto, menguatkan pernyataan bupati. Ia menyebutkan bahwa hampir seluruh guru di Magetan kini berstatus ASN, baik PNS maupun P3K paruh waktu.

“Hampir semua guru sekarang sudah ASN. Guru honorer tinggal beberapa saja, sebagian besar hanya untuk menggantikan guru yang pensiun,” ungkapnya.

Menurutnya, pengangkatan guru paruh waktu sebelumnya juga berkontribusi mengurangi jumlah honorer. Kini, rekrutmen guru baru oleh kepala sekolah hanya terjadi untuk mengisi kekosongan kelas akibat pensiun. Sundarto turut membeberkan jumlah guru yang ada saat ini.

“Untuk PNS-nya sekitar empat ribu sekian, hampir lima ribu,” jelasnya.

Jumlah tersebut dinilai sudah mampu mendukung kebutuhan belajar mengajar di kabupaten. Meski kekurangan guru diklaim telah teratasi, Magetan masih menghadapi tantangan lain. Beberapa sekolah mengalami penurunan jumlah murid. Kondisi ini membuat peningkatan kompetensi guru menjadi agenda penting.

“Guru harus bersinergi dengan dinas dan PGRI. Pemberdayaan guru harus ditingkatkan supaya tidak ada gap antara guru di sekolah negeri dan swasta,” tegas Sundarto.

Ia menegaskan bahwa guru wajib mengikuti perkembangan zaman. “Guru tidak boleh berada di zona nyaman dan harus terus mengembangkan diri,” katanya.

Dengan tenaga pendidik yang semakin lengkap dan mayoritas berstatus ASN, Magetan kini fokus meningkatkan kualitas, kompetensi, dan kreativitas guru, sambil memastikan tidak ada anak yang tertinggal dalam mendapatkan akses pendidikan.(Nan/Krs).

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tari, Hadrah, hingga Opera Warnai Puncak HUT RI ke-80 di Perumahan Panorama Wilis 3

    Tari, Hadrah, hingga Opera Warnai Puncak HUT RI ke-80 di Perumahan Panorama Wilis 3

    • calendar_month Senin, 25 Agt 2025
    • account_circle Buyung Wahyu
    • visibility 233
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Semarak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia terasa meriah di Perumahan Panorama Wilis 3 Kelurahan Banjarejo Kota Madiun. Warga setempat menggelar rangkaian kegiatan sejak awal Agustus, yang berpuncak pada malam Minggu (23/08/2025). Berbagai penampilan menarik ditampilkan warga, mulai dari tari kreasi, pertunjukan hadrah, hingga opera khas Panorama Wilis […]

    Bagikan
  • Wow! Kota Madiun Bakal Punya Kampung Jepang, Dilengkapi Laboratorium Bahasa

    Wow! Kota Madiun Bakal Punya Kampung Jepang, Dilengkapi Laboratorium Bahasa

    • calendar_month Senin, 23 Jun 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 614
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Satu lagi destinasi wisata bakal hadir di Kota Madiun. Hal itu ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Wali Kota Madiun, Maidi pada Jumat (20/06/2025) bertepatan pada Hari Jadi Kota Madiun ke-107. Konsep destinasi yang disuguhkan yakni Kampung Jepang yang berada di Kelurahan Banjarejo, Taman. Wali Kota Madiun, Maidi menyebut Kampung […]

    Bagikan
  • Modus Warung Kopi, Belasan PSK Diamankan Satpol PP Madiun, Petugas Temukan Alat Kontrasepsi

    Modus Warung Kopi, Belasan PSK Diamankan Satpol PP Madiun, Petugas Temukan Alat Kontrasepsi

    • calendar_month Senin, 22 Sep 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 149
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun — Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Madiun menggelar razia penegakan peraturan daerah di sejumlah titik pada Senin (22/09/2025). Dalam operasi tersebut, petugas mengamankan belasan pekerja seks komersial (PSK) serta menyita minuman beralkohol dari beberapa warung dan tempat kos. Kepala Bidang Penegakan Peraturan dan Perundang-Undangan Daerah Satpol PP Kabupaten Madiun, […]

    Bagikan
  • Kisah Serka Suminto, Dari TNI Hingga Mengabdi Marbot Masjid dan Guru Ngaji

    Kisah Serka Suminto, Dari TNI Hingga Mengabdi Marbot Masjid dan Guru Ngaji

    • calendar_month Rabu, 26 Feb 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 152
    • 0Komentar

    Sinergia | Nganjuk – Kisah inspiratif ditunjukan oleh Serka Suminto prajurit TNI AD yang kesehariannya berdinas di Koramil 0810/02 Bagor. Sedari pagi, dirinya sudah menuju desa binaanya di Desa Bagor, Kecamatan Bagor, Kabupaten Nganjuk.  Sebagai Babinsa, Serka Suminto aktif melakukan kerja bakti bersama warga binaan dan mendampingi para petani. Walau cukup melelahkan, namun tak terlihat […]

    Bagikan
  • Isi BBM Non-Subsidi di SPBU Caruban Bisa Pulang Bawa Batik

    Isi BBM Non-Subsidi di SPBU Caruban Bisa Pulang Bawa Batik

    • calendar_month Kamis, 2 Okt 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 171
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun — Suasana berbeda tampak di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Caruban, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Kamis (02/10/2025). Dalam rangka memperingati Hari Batik Nasional, para petugas SPBU mengenakan pakaian batik sekaligus membagikan kejutan bagi konsumen. Kejutan tersebut berupa pemberian baju batik dan voucher MyPertamina senilai Rp. 25 ribu yang diberikan secara […]

    Bagikan
  • Khawatir Gagal Panen, Petani Magetan Keluhkan Solar Bersubsidi Langka

    Khawatir Gagal Panen, Petani Magetan Keluhkan Solar Bersubsidi Langka

    • calendar_month Jumat, 19 Sep 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 175
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Dalam beberapa hari terakhir, kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis solar mulai dirasakan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Kondisi ini menimbulkan keresahan, terutama di kalangan petani yang masih mengandalkan mesin diesel untuk mengairi sawah. Minimnya pasokan solar membuat banyak mesin pompa air […]

    Bagikan
expand_less