
Foto : Jepretan Gambar
Sinergia | Kota Madiun – Polemik di tubuh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) hingga kini belum ada kata selesai. Menyikapi hal itu, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Madiun membuat pernyataan sikap bersama syuriah-tanfidziyah. Selain itu, juga meninda atas musyawarah kubro Pondok Pesantren Lirboyo, Kota Kediri, pada Minggu (21/12/2025) lalu.
Ketua PCNU Kota Madiun, KH Agus Musoffa Izzudin mengungkapkan dalam musyawarah kubro tersebut kedua belah pihak melakukan islah dengan batas waktu selambat-lambatnya tiga hari terhitung dari musyawarah kubro. Namun, jika tidak ditemukan kesepakatan untuk islah, maka kedua belah pihak harus menyerahkan mandat kepada mustasyar untuk membentuk panitia muktamar netral dengan tempo paling lama satu hari ke depan.

“Dan kalau nanti keduanya tidak bisa dilakukan maka pengurus-pengurus cabang akan siap untuk melakukan muktamar luar biasa (MLB),” ujarnya, Selasa (23/12/2025).
Meski begitu, pihaknya berharap ada kesepakatan yang tercapai sehingga tidak ada MLB. Pihaknya juga menghormati keputusan masyaikh dan para kyai sepuh NU yang peduli terhadap organisasi Islam besar di Indonesia ini.
“Para masyayikh turun gunung. Ini perlu dicermati bersama,” ucap Gus Soffa.
Kemenkumham hingga kini masih mencatat KH Yahya Cholil Staquf sebagai Ketua Umum dan KH Miftachul Akhyar sebagai rais PBNU. Namun ditengah polemik tersebut, hasil rapat pleno PBNU terbaru yang dilaksanakan pada 9 Desember, KH Zulfa Mustofa telah ditetapkan sebagai Penjabat (Pj.) Ketua Umum PBNU.
Namun, menurut musyawarah kubro, para mustasyar dan masyaikh menganggap tidak sesuai dengan AD ART.
Gus Soffa berharap permasalahan jajaran PBNU cepat terselesaikan karena dapat mengganggu dalam urusan adminitrasi PCNU, PWNU seluruh Indonesia ke depannya.
“Ini adalah ujiannya Nahdlatul Ulama, mudah-mudahan setelah ini nanti di abad kedua insyaallah akan lebih mendunia dan cita-cita Mbah Hasyim Asy’ari tentang memperjuangkan ahlusunah waljamaah an-naqdiyyah itu bisa betul-betul terlaksana khususnya di negeri tercinta,” tutupnya.(Krs).