Berita Terkini
Trending Tags

Viral Nota Mahal di Telaga Sarangan, Wisatawan Keluhkan Harga Tak Wajar

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Senin, 5 Jan 2026
  • visibility 96
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Nota Mahal bukti transaksi di salah satu warung yang ada di sekitar telaga Sarangan, Foto : Kusnanto-Sinergia

Sinergia | Magetan – Telaga Sarangan Magetan Jawa Timur kembali menjadi perbincangan publik. Bukan soal keindahan alamnya, namun harga makanan minuman yang dinilai tidak wajar. Hal itu pun viral di media social usai salah satu wisatawan membagikan pengalaman tidak menyenangkan yang dirasakan saat bertransaksi di salah satu warung sekitar telaga di lereng Gunung Lawu tersebut.

Pengguna Facebook, Agus Suyono, mengunggah cerita sekelompok wisatawan yang merasa harus membayar terlalu mahal hanya untuk beberapa minuman dan camilan. Unggahannya kemudian menyebar luas dan menuai beragam komentar.

Dalam unggahan tersebut, Agus membagikan foto nota bertuliskan tangan yang mencantumkan menu seperti jahe susu, kopi pahit, pop mie, es kopi campur, hingga teh panas. Total harga yang tertera mencapai Rp. 506 ribu. Agus menyindir tingginya biaya tersebut, menyatakan bahwa “harga ngopi di warung biasa jelas tidak sampai segitu,” memberikan gambaran bahwa tarif itu dinilai tidak masuk akal.

Unggahan itu langsung memancing reaksi warganet. Banyak yang menilai harga tersebut jauh dari wajar, terlebih jika dibandingkan dengan warung atau rumah makan di luar area wisata Sarangan. Sebagian pengguna media sosial juga khawatir praktik seperti ini bisa membuat wisatawan merasa kapok.

Seorang warganet bahkan menulis komentar, “Kalau begini terus, jangan kaget kalau wisatawan malas balik lagi.”

Selain menyoroti harga yang dinilai mencekik, Agus turut menyinggung dampak jangka panjang bagi citra pariwisata Magetan. Ia menyebut bahwa pengalaman seperti itu bisa membuat pengunjung merasa dirugikan atau “kena getok,” sehingga enggan berwisata kembali ke Sarangan.

Agus juga menyorot keberadaan petugas berseragam biru yang biasanya berjaga di sekitar telaga. Menurutnya, keberadaan petugas mestinya memberikan rasa aman bagi pengunjung, termasuk dari praktik harga tidak wajar. Ia menulis bahwa pengunjung semestinya mendapatkan perlindungan, bukan dibiarkan menghadapi situasi seperti itu.

Ia bahkan mengingatkan bahwa warung yang sama sebelumnya pernah viral karena masalah serupa. Namun, menurutnya, persoalan kembali terulang tanpa adanya perbaikan yang terlihat. Unggahannya ditutup dengan nada satir, menggambarkan pengalaman itu sebagai “benar-benar horor,” menunjukkan betapa tidak menyenangkannya kondisi yang dialami wisatawan tersebut.

Kasus ini kembali memunculkan tuntutan agar pihak pengelola dan instansi terkait melakukan pengawasan lebih ketat terhadap harga di kawasan wisata unggulan seperti Telaga Sarangan. Jika dibiarkan, praktik semacam ini dikhawatirkan dapat merusak reputasi tempat wisata sekaligus merugikan para pengunjung. Warganet berharap ada langkah tegas agar Sarangan tetap dikenal karena keindahan alamnya, bukan karena kisah nota mahal yang membuat wisatawan trauma.(Nan/Krs).

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto

Rekomendasi Untuk Anda

  • Deretan Pejabat dan Pengusaha Diperiksa KPK dalam Kasus Wali Kota Madiun Nonaktif

    Deretan Pejabat dan Pengusaha Diperiksa KPK dalam Kasus Wali Kota Madiun Nonaktif

    • calendar_month Rabu, 25 Feb 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 234
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mulai memeriksa sejumlah saksi dalam perkara dugaan korupsi yang menjerat Wali Kota Madiun nonaktif, Maidi, Selasa (24/2/2026). Pemeriksaan dilakukan di Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Madiun, Jalan Salak, Kota Madiun, Jawa Timur. Dalam agenda pemeriksaan perdana tersebut, penyidik lembaga antirasuah memanggil sejumlah pihak dari unsur swasta […]

    Bagikan
  • Pasar Janti di Ponorogo Dibongkar, Diduga Jadi Tempat Praktik Esek-esek

    Pasar Janti di Ponorogo Dibongkar, Diduga Jadi Tempat Praktik Esek-esek

    • calendar_month Selasa, 26 Agt 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 37
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Puluhan bangunan di Pasar Janti, Desa Ngrupit, Kecamatan Jenangan, Ponorogo dibongkar pemerintah desa setempat pada Selasa (26/8/2025) pagi. Pembongkaran menggunakan alat berat tersebut dilakukan karena bangunan pasar diduga beralih fungsi menjadi tempat praktik esek-esek. Sejumlah pedagang yang menempati lapak di depan pasar ikut terdampak. Mereka hanya bisa pasrah, meski sempat berusaha […]

    Bagikan
  • Kisah Mbah Pamujo Tukang Servis Bedug Masjid di Ponorogo, Kebanjiran Pesanan Jelang Lebaran

    Kisah Mbah Pamujo Tukang Servis Bedug Masjid di Ponorogo, Kebanjiran Pesanan Jelang Lebaran

    • calendar_month Rabu, 11 Mar 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 49
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Menjelang Hari Raya Idul Fitri, suasana masjid dan musala biasanya semakin semarak dengan tabuhan bedug yang mengiringi lantunan takbir. Agar suaranya tetap nyaring saat malam takbiran, banyak pengurus tempat ibadah memperbaiki bedug mereka jauh-jauh hari sebelum Lebaran. Di Kabupaten Ponorogo, ada sosok lansia yang justru kebanjiran pesanan servis bedug setiap memasuki […]

    Bagikan
  • Anak-Anak Kelurahan Kejuron Isi Liburan Sekolah dengan Latihan Berkuda

    Anak-Anak Kelurahan Kejuron Isi Liburan Sekolah dengan Latihan Berkuda

    • calendar_month Kamis, 26 Jun 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 30
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Liburan sekolah dimanfaatkan secara positif oleh sekelompok anak dari Kelurahan Kejuron, Kota Madiun. Mereka mengisi waktu luang dengan berlatih berkuda di sebuah kandang milik pribadi. Di kandang yang dihuni tiga ekor kuda tersebut, anak-anak rutin melakukan latihan menunggang kuda hingga melewati berbagai rintangan. Selain itu, mereka juga diajarkan cara merawat […]

    Bagikan
  • Dua Rombongan Umrah Angkatan 64 Sindo Wisata Tiba Dengan Penuh Syukur di Kota Madinah

    Dua Rombongan Umrah Angkatan 64 Sindo Wisata Tiba Dengan Penuh Syukur di Kota Madinah

    • calendar_month Jumat, 21 Feb 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 33
    • 0Komentar

    Sinergia – Alhamdulillah, kurang lebih 9 jam berada di pesawat, 2 rombongan umrah Sindo Wisata Madiun Haji Ulul Azmi tiba di Kota Nabi, Madinah al-Munawwarah. Perasaan bahagia dan penuh syukur pun terpancar dari jemaah umrah Sindo Wisata angkatan 64. Hari pertama tiba dimanfaatkan jemaah untuk melaksanakan sholat di Masjid Nabawi. Selain itu, sesuai jadwal dari […]

    Bagikan
  • Berapa UMK Kota Madiun 2026 ? Disnaker : Belum Ada Pembahasan

    Berapa UMK Kota Madiun 2026 ? Disnaker : Belum Ada Pembahasan

    • calendar_month Jumat, 28 Nov 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 63
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Pembahasan terkait penetapan Upah Minimum Kota (UMK) Madiun untuk tahun 2026 belum memasuki proses resmi. Kepala Disnaker Koperasi, Usaha Mikro (KUM) Kota Madiun, Agus Siswanta, mengungkapkan bahwa hingga saat ini pihaknya belum menerima undangan rapat dari Dewan Pengupahan. “Belum masuk pembahasan. Masih sebatas komunikasi informal antar-pemangku kepentingan,” ujarnya pada Jumat […]

    Bagikan
expand_less