Berita Terkini
Trending Tags

Viral Nota Mahal di Telaga Sarangan, Wisatawan Keluhkan Harga Tak Wajar

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Senin, 5 Jan 2026
  • visibility 338
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Nota Mahal bukti transaksi di salah satu warung yang ada di sekitar telaga Sarangan, Foto : Kusnanto-Sinergia

Sinergia | Magetan – Telaga Sarangan Magetan Jawa Timur kembali menjadi perbincangan publik. Bukan soal keindahan alamnya, namun harga makanan minuman yang dinilai tidak wajar. Hal itu pun viral di media social usai salah satu wisatawan membagikan pengalaman tidak menyenangkan yang dirasakan saat bertransaksi di salah satu warung sekitar telaga di lereng Gunung Lawu tersebut.

Pengguna Facebook, Agus Suyono, mengunggah cerita sekelompok wisatawan yang merasa harus membayar terlalu mahal hanya untuk beberapa minuman dan camilan. Unggahannya kemudian menyebar luas dan menuai beragam komentar.

Dalam unggahan tersebut, Agus membagikan foto nota bertuliskan tangan yang mencantumkan menu seperti jahe susu, kopi pahit, pop mie, es kopi campur, hingga teh panas. Total harga yang tertera mencapai Rp. 506 ribu. Agus menyindir tingginya biaya tersebut, menyatakan bahwa “harga ngopi di warung biasa jelas tidak sampai segitu,” memberikan gambaran bahwa tarif itu dinilai tidak masuk akal.

Unggahan itu langsung memancing reaksi warganet. Banyak yang menilai harga tersebut jauh dari wajar, terlebih jika dibandingkan dengan warung atau rumah makan di luar area wisata Sarangan. Sebagian pengguna media sosial juga khawatir praktik seperti ini bisa membuat wisatawan merasa kapok.

Seorang warganet bahkan menulis komentar, “Kalau begini terus, jangan kaget kalau wisatawan malas balik lagi.”

Selain menyoroti harga yang dinilai mencekik, Agus turut menyinggung dampak jangka panjang bagi citra pariwisata Magetan. Ia menyebut bahwa pengalaman seperti itu bisa membuat pengunjung merasa dirugikan atau “kena getok,” sehingga enggan berwisata kembali ke Sarangan.

Agus juga menyorot keberadaan petugas berseragam biru yang biasanya berjaga di sekitar telaga. Menurutnya, keberadaan petugas mestinya memberikan rasa aman bagi pengunjung, termasuk dari praktik harga tidak wajar. Ia menulis bahwa pengunjung semestinya mendapatkan perlindungan, bukan dibiarkan menghadapi situasi seperti itu.

Ia bahkan mengingatkan bahwa warung yang sama sebelumnya pernah viral karena masalah serupa. Namun, menurutnya, persoalan kembali terulang tanpa adanya perbaikan yang terlihat. Unggahannya ditutup dengan nada satir, menggambarkan pengalaman itu sebagai “benar-benar horor,” menunjukkan betapa tidak menyenangkannya kondisi yang dialami wisatawan tersebut.

Kasus ini kembali memunculkan tuntutan agar pihak pengelola dan instansi terkait melakukan pengawasan lebih ketat terhadap harga di kawasan wisata unggulan seperti Telaga Sarangan. Jika dibiarkan, praktik semacam ini dikhawatirkan dapat merusak reputasi tempat wisata sekaligus merugikan para pengunjung. Warganet berharap ada langkah tegas agar Sarangan tetap dikenal karena keindahan alamnya, bukan karena kisah nota mahal yang membuat wisatawan trauma.(Nan/Krs).

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto

Rekomendasi Untuk Anda

  • Evakuasi Motor Wisatawan di Telaga Sarangan Terus Berlangsung, Tiga Unit Berhasil Diangkat

    Evakuasi Motor Wisatawan di Telaga Sarangan Terus Berlangsung, Tiga Unit Berhasil Diangkat

    • calendar_month Sabtu, 17 Jan 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 179
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Tim gabungan yang dikoordinasikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magetan masih bekerja mengevakuasi sejumlah sepeda motor milik wisatawan yang tercebur ke Telaga Sarangan akibat jalan lingkar telaga sisi selatan longsor pada Sabtu (17/11/2026). Hingga Sabtu siang, tiga dari perkiraan tujuh motor yang terdampak telah berhasil diangkat ke permukaan. Plt Kepala […]

    Bagikan
  • Rocky Gerung: Kritik Pemerintah Harus Berbasis Nalar, Bukan Sekadar Kemarahan

    Rocky Gerung: Kritik Pemerintah Harus Berbasis Nalar, Bukan Sekadar Kemarahan

    • calendar_month Senin, 29 Jun 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 162
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Filsuf Rocky Gerung mengingatkan bahwa kritik terhadap pemerintah akan memiliki nilai lebih apabila disampaikan dengan argumentasi akademis, bukan sekadar luapan emosi. Menurutnya, tradisi berpikir kritis harus menjadi fondasi gerakan mahasiswa maupun masyarakat sipil dalam mengawal jalannya pemerintahan. Pandangan tersebut disampaikan Rocky Gerung saat menjadi pembicara dalam Soekarno Talk In yang digelar […]

    Bagikan
  • Vulcan Flow Hadirkan Pengalaman Nongkrong Baru dengan Konsep Industrial Raw

    Vulcan Flow Hadirkan Pengalaman Nongkrong Baru dengan Konsep Industrial Raw

    • calendar_month Selasa, 23 Jun 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 135
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Persaingan bisnis kafe yang semakin ketat tak membuat Vulcan Flow ragu untuk menghadirkan konsep berbeda. Mengusung desain industrial raw, kafe yang berada di jalan urip sumoharjo,ponorogo ini menawarkan suasana yang modern namun tetap nyaman, dipadukan dengan harga menu yang ramah di kantong. Manager Vulcan Flow, Iwan Setiawan, mengatakan pihaknya ingin memberikan […]

    Bagikan
  • Jelang Tahun Baru Imlek 2576 Kongzili, Bersihkan Rupang di TITD Hwie Ing Kiong

    Jelang Tahun Baru Imlek 2576 Kongzili, Bersihkan Rupang di TITD Hwie Ing Kiong

    • calendar_month Minggu, 26 Jan 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 108
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Menjelang perayaan Tahun Baru Imlek 2576 Kongzili, umat Tionghoa di Kota Madiun membersihkan rupang atau patung dewa-dewi di Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Hwie Ing Kiong Madiun, Minggu (26/1/2025). Ritual yang biasa disebut Kimsin itu rutin dilakukan setiap tahun. Cara membersihkan rupang dari kotoran dan debu menggunakan air diberi bunga […]

    Bagikan
  • Pesantren di Nganjuk Kembangkan Peternakan Domba untuk Dukung Usaha Pertanian

    Pesantren di Nganjuk Kembangkan Peternakan Domba untuk Dukung Usaha Pertanian

    • calendar_month Senin, 14 Jul 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 186
    • 0Komentar

    Sinergia | Nganjuk – Sebuah pesantren di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, berhasil mengembangkan unit peternakan domba skala besar sebagai solusi kebutuhan pupuk kompos sekaligus diversifikasi ekonomi santri. Pondok Pesantren Alfuukat yang berlokasi di Dusun Nglerep, Desa Trayang, Kecamatan Ngronggot, memulai peternakan domba pada 2020. Usaha ini diawali dari meningkatnya kebutuhan kohe (kotoran hewan) untuk mendukung […]

    Bagikan
  • Sejumlah Sapi di Jimbe Ponorogo Mati Mendadak

    Sejumlah Sapi di Jimbe Ponorogo Mati Mendadak

    • calendar_month Kamis, 2 Jan 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 115
    • 0Komentar

    KAB.PONOROGO – Diduga terserang penyakit kulit dan mulut (PMK) sejumlah sapi di Desa Jimbe Kecamatan Jenangan Ponorogo mati mendadak. Seperti sapi milik purwoto (45) yang ditemukan mati mendadak pada Rabu 1 Januari 2025 lalu. Bahkan sebelumnya, juga ada 1 ekor sapi yang mati dengan gejala serupa. Menurut Ismiati, kerabat Purwoto menuturkan total kini 3 ekor […]

    Bagikan
expand_less