453 Jemaah Haji Kabupaten Madiun Siap Berangkat, 85 Orang Masuk Kategori Risiko Tinggi
- account_circle Tova Pradana
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 30
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Madiun — Sebanyak 453 calon jemaah haji asal Kabupaten Madiun dijadwalkan berangkat ke Tanah Suci pada 27 April 2026. Keberangkatan tersebut terbagi dalam dua kelompok terbang (kloter), yakni kloter 24 dan 25, dengan tambahan jemaah cadangan yang masih menunggu penempatan.
Kepala Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Madiun, Bisri Mustafa, menjelaskan bahwa kuota awal berjumlah 450 orang, namun sempat berkurang satu jemaah.
Belakangan, terdapat tambahan empat jemaah cadangan yang siap diberangkatkan, sehingga total keseluruhan mencapai 453 orang.
“Awalnya 450, sempat tertunda satu, jadi 449. Kemudian ada tambahan cadangan empat orang, sehingga totalnya menjadi 453 jemaah,” ujar Bisri.
Ia merinci, jemaah akan terbagi dalam dua kloter utama. Kloter 24 dijadwalkan berangkat dari Pendopo Kabupaten Madiun pukul 08.00 WIB dan tiba di Asrama Haji Surabaya sekitar pukul 10.30 WIB. Sementara kloter 25 akan berangkat lebih awal, yakni pukul 04.00 WIB dan tiba di asrama sekitar pukul 08.00 WIB.
Meski terdapat dua gelombang keberangkatan di hari yang sama, seremoni pelepasan jemaah rencananya hanya dilakukan satu kali. Sebelum keberangkatan, proses pengumpulan koper jemaah akan dilakukan pada 26 April 2026 pukul 07.00 WIB.
Dari sisi kesiapan, Bisri memastikan seluruh jemaah dalam kondisi sehat dan siap berangkat. Namun demikian, terdapat sekitar 85 jemaah yang masuk kategori risiko tinggi (risti) sehingga memerlukan perhatian khusus.
“Sekitar 85 jemaah masuk kategori risiko tinggi. Mereka tetap akan mendapatkan pendampingan dari tim medis, khususnya dari Dinas Kesehatan,” jelasnya.
Pendampingan tersebut dinilai penting untuk memastikan kondisi kesehatan jemaah tetap terjaga, mulai dari keberangkatan hingga selama menjalankan ibadah haji.
Selain itu, pihak Kemenhaj juga akan melakukan pengawalan penuh terhadap jemaah sejak pemberangkatan dari Pendopo Kabupaten Madiun hingga tiba di Asrama Haji Surabaya, bahkan sampai proses keberangkatan ke Arab Saudi.
Bisri turut mengimbau seluruh calon jemaah agar menjaga kondisi fisik menjelang keberangkatan. Ia meminta jemaah mengurangi aktivitas berat dan tidak melakukan perjalanan yang dapat menguras tenaga.
“Kami imbau untuk menjaga kesehatan, jangan terlalu banyak aktivitas di luar rumah atau bepergian jauh. Terutama bagi yang memiliki riwayat penyakit, harus benar-benar dijaga agar tetap fit saat berangkat,” pungkasnya. (Tov)
- Penulis: Tova Pradana
- Editor: Arrachmando





