Berita Terkini
Trending Tags

Disbudpar Magetan Angkat Bicara Terkait Keluhan Wisatawan Soal Harga Tak Wajar di Sarangan

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Selasa, 6 Jan 2026
  • visibility 125
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Disbudpar Kabupaten Magetan angkat bicara soal ramainya keluhan wisatawan terkait dugaan praktik “getok harga”, Foto: Kusnanto-Sinergia

Sinergia | Magetan – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Magetan angkat bicara soal ramainya keluhan wisatawan terkait dugaan praktik “getok harga” oleh sejumlah pedagang di kawasan wisata Telaga Sarangan. Fenomena tersebut sempat memicu perdebatan hangat di media sosial setelah beberapa wisatawan mengaku dikenai tarif makanan dan minuman yang dinilai jauh dari kewajaran.

Kepala Bidang Pariwisata Disbudpar Magetan, Eka Raditya, menuturkan bahwa pihaknya sejak lama telah mengingatkan seluruh pelaku usaha untuk menjaga standar harga. Ia menyebut imbauan tersebut telah disampaikan secara resmi.

“Kami sudah mengedarkan surat kepada para pelaku usaha agar tidak menetapkan harga yang melebihi batas wajar,” ungkap Eka, Senin (5/1/2026).

Selain soal kewajaran harga, Disbudpar meminta pedagang untuk menyediakan daftar harga yang jelas dan mudah dilihat pengunjung. Menurut Eka, transparansi menjadi langkah penting agar tidak terjadi kesalahpahaman.

“Dengan adanya daftar harga, pengunjung bisa mengetahui sejak awal biaya yang harus dikeluarkan sehingga tidak muncul kesan merasa dirugikan,” jelasnya.

Eka mengakui bahwa upaya pengawasan belum sepenuhnya berhasil. Masih ditemukan pedagang yang menetapkan harga jauh lebih tinggi dari standar yang dianggap pantas.

“Harus diakui ada yang masih memberikan harga terlalu tinggi. Wajar jika harga di tempat wisata sedikit lebih mahal, tapi tidak boleh sampai berlebihan,” tegasnya.

Untuk mengatasi persoalan itu, Disbudpar berencana meningkatkan koordinasi dengan paguyuban pedagang yang menaungi para pelaku UMKM di kawasan wisata. Melalui paguyuban tersebut, pembinaan hingga pemberian sanksi dinilai dapat berjalan lebih efektif.

“Melalui paguyuban, peringatan dan sanksi bisa diberikan lebih teratur dan lebih mudah diterapkan,” kata Eka.

Meski demikian, Eka menegaskan bahwa harga makanan dan minuman di kawasan wisata tidak dapat diatur secara kaku layaknya komoditas kebutuhan pokok. Namun ia menyebut, ke depan paguyuban akan membuat kesepakatan bersama terkait batas harga yang pantas diterapkan.

“Karena bukan kategori kebutuhan pokok, tidak bisa dibuat aturan baku soal batasan harganya. Tapi nanti akan ada kesepakatan internal paguyuban untuk menjaga harga tetap dalam batas wajar,” tuturnya. Polemik harga ini diharapkan menjadi bahan evaluasi seluruh pihak terkait. Disbudpar berharap kejadian serupa tidak terulang demi menjaga kenyamanan pengunjung dan citra Telaga Sarangan sebagai destinasi favorit di Magetan.(Nan/Krs).

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kasus Pemukulan Wartawan Berakhir Damai, Danyonif 501/BY : Media adalah Saudara dan Mitra Kita

    Kasus Pemukulan Wartawan Berakhir Damai, Danyonif 501/BY : Media adalah Saudara dan Mitra Kita

    • calendar_month Senin, 20 Jan 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 105
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Tahun 2016 sempat menjadi perbincangan terkait kasus pemukulan salah satu wartawan di Kota Madiun oleh oknum TNI. Kini, kasus tersebut telah mencapai titik terang dalam video conference (Vicon) awak media bersama Komandan Yonif 501 Bajra Yudha, Letkol Inf Yahkya Wisnu Arianto pada Senin (20/1/2025). Dalam kesempatan ini, Sonny, korban dalam […]

    Bagikan
  • Dianggap Menyesatkan, Warga Lakukan Pembongkaran Makam Palsu

    Dianggap Menyesatkan, Warga Lakukan Pembongkaran Makam Palsu

    • calendar_month Rabu, 30 Apr 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 82
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Sebuah makam yang diduga palsu di kawasan pemakaman Ki Ageng Nur Salim, Desa Ngasinan, Kecamatan Jetis, Kabupaten Ponorogo, dibongkar paksa oleh warga pada Rabu (30/4/2025). Pembongkaran dilakukan karena makam tersebut dianggap menyesatkan dan berpotensi mengaburkan sejarah Islam di kawasan tersebut. Aksi pembongkaran dipimpin oleh Perjuangan Walisongo Indonesia (PWI) Ponorogo dengan persetujuan […]

    Bagikan
  • Pemkab Magetan Kejar Target Penurunan Belanja Pegawai ke 30 Persen Jelang 2027

    Pemkab Magetan Kejar Target Penurunan Belanja Pegawai ke 30 Persen Jelang 2027

    • calendar_month Selasa, 14 Apr 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 161
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan terus berupaya menekan rasio belanja pegawai agar sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah (UU HKPD). Hingga saat ini, porsi belanja pegawai masih berada di angka 37 persen, melampaui batas maksimal 30 persen yang mulai diberlakukan pada 2027. Kepala Badan Pengelolaan Keuangan […]

    Bagikan
  • Beras SPHP Bulog Madiun Catat Rekor Penjualan Tertinggi di Jatim

    Beras SPHP Bulog Madiun Catat Rekor Penjualan Tertinggi di Jatim

    • calendar_month Senin, 11 Agt 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 120
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Perum Bulog Cabang Madiun mencatat penjualan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) mencapai 300 ton hingga Jumat (08/08/2025). Capaian ini menjadi yang tertinggi di seluruh wilayah Jawa Timur. Pimpinan Bulog Cabang Madiun, Agung Sarianto, menyampaikan bahwa keberhasilan ini tak lepas dari peran aktif Pemerintah Kota Madiun. Dukungan tersebut diwujudkan […]

    Bagikan
  • Warga Desa Suco Geger, Nenek 65 Tahun Ditemukan Meninggal di Dalam Sumur

    Warga Desa Suco Geger, Nenek 65 Tahun Ditemukan Meninggal di Dalam Sumur

    • calendar_month Sabtu, 5 Jul 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 85
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Warga Desa Suco, Kecamatan Bendo, Kabupaten Magetan digemparkan dengan penemuan jenazah Sugiyem (65) di dalam sebuah sumur tua milik tetangganya, Sabtu (5/7/2025). Sumur tersebut berada sekitar 100 meter dari rumah korban. Peristiwa bermula ketika Sugiyem berpamitan kepada keluarganya untuk pergi membeli sayur. Namun hingga beberapa waktu berlalu, korban tak kunjung pulang. […]

    Bagikan
  • Menjelang Idul Adha, Harga Sapi Kurban di Magetan Justru Turun

    Menjelang Idul Adha, Harga Sapi Kurban di Magetan Justru Turun

    • calendar_month Sabtu, 31 Mei 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 99
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Menjelang Hari Raya Idul Adha, tren harga dan permintaan hewan kurban justru menunjukkan penurunan di Pasar Hewan Kliwonan, Kecamatan Kawedanan, Kabupaten Magetan. Fenomena ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, yang biasanya ditandai dengan lonjakan harga dan membludaknya pembeli. Pantauan di lapangan, para pedagang hewan kurban mengeluhkan sepinya pembeli, bahkan hanya sepekan jelang […]

    Bagikan
expand_less