ASN di Lingkup Pemkab Ponoroggo Dituntut Tingkatkan Kinerja dan Lebih Profesional
- account_circle Ega Patria
- calendar_month Selasa, 6 Jan 2026
- visibility 33
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Ponorogo – Memasuki tahun anggaran 2026, aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Ponorogo diminta tidak menunda pekerjaan. Sejak awal tahun, seluruh perangkat daerah diharapkan langsung bergerak cepat agar pelaksanaan program berjalan sesuai rencana.
Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Ponorogo, Agus Sugiharto, menegaskan bahwa awal tahun merupakan fase krusial dalam menata ritme kerja pemerintahan. Ia meminta seluruh ASN bekerja disiplin, profesional, serta berpedoman pada jadwal dan regulasi yang telah ditetapkan.
“Keterlambatan pelaksanaan program sering kali berawal dari lemahnya perencanaan di awal tahun. Saya ingatkan agar setiap pekerjaan dijalankan sesuai tahapan yang telah dirumuskan,” ujarnya.
Arahan tersebut, lanjut Ugin, sejalan dengan instruksi Plt Bupati Ponorogo, Lisdyarita, yang menekankan peningkatan kinerja aparatur serta optimalisasi pelayanan publik. ASN diminta tidak hanya fokus pada rutinitas administratif, tetapi juga pada percepatan realisasi program pembangunan daerah.
Setiap organisasi perangkat daerah (OPD) diwajibkan memiliki indikator capaian kinerja yang jelas. Evaluasi kinerja, kata Ugin, minimal dilakukan setiap empat bulan guna memastikan progres berjalan sesuai target. “Capaian harus terukur. Jangan sampai pekerjaan menumpuk di akhir tahun karena sejak awal tidak dikendalikan dengan baik,” ujarnya.
Dengan pengendalian yang rutin, Pemerintah Kabupaten Ponorogo berharap serapan anggaran APBD 2026 dapat berlangsung optimal dan tidak tergesa-gesa di penghujung tahun. Seluruh program juga wajib mengacu pada dokumen perencanaan daerah, baik RKPD maupun RPJMD.
Selain soal kinerja, Ugin juga menyoroti pentingnya efisiensi anggaran sejak awal tahun. Ia meminta OPD menekan kegiatan seremonial yang dinilai tidak memberikan dampak langsung bagi masyarakat.
Penggunaan teknologi informasi turut didorong sebagai bagian dari pola kerja modern. Rapat-rapat tatap muka, menurutnya, dapat digantikan dengan pertemuan daring melalui berbagai platform digital. “Dengan memanfaatkan teknologi, anggaran bisa lebih diarahkan pada program prioritas yang manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat Ponorogo,” pungkasnya.(ega).
- Penulis: Ega Patria

