
Sinergia | Kota Madiun – Cuaca ekstrem yang melanda beberapa hari terakhir masih berdampak pada jalur KA Sragi – Pekalongan Jawa Tengah. Genangan air masih nampak hingga menghambat perjalanan kereta.
Manager Humas Daop 7 Madiun, Tohari mengungkapkan kondisi tersebut mempengaruhi perjalanan KA yang melintasi Daop 7 Madiun. Hingga kini, proses pemulihan jalur masih terus dilakukan oleh petugas KAI.
“Kondisi cuaca ekstrem ini memerlukan penanganan dan pengaturan operasional khusus demi menjaga keselamatan perjalanan kereta api. KAI telah memberlakukan rekayasa pola operasi,” ujarnya.
Dari informasi yang diterimanya, lanjut Tohari, seluruh perjalanan KA sudah dapat melintas melalui jalur hulu maupun hilir, menggunakan lokomotif dinas masing-masing KA. Namun, kecepatan maksimal KA hanya 30 Km/jam. “Jalur Sragi – Pekalongan sudah dapat dilalui dengan pembatasan kecepatan maksimal 30 km/jam, sambil terus dilakukan pemantauan intensif oleh petugas di lapangan,” kata Tohari.

Dengan kecepatan KA yang terbatas dan jalur yang masih proses pemulihan tersebut berdampak pada perjalanan KA yang melintasi Daop 7 Madiun. Sedikitnya, 3 KA terpaksa dibatalkan pada semi mengutamakan keselamatan dan kenyamanan penumpang. 3 KA tersebut diantaranya KA Gajayana (KA 35) relasi Malang – Gambir (keberangkatan pukul 14.55 WIB), KA Gajayana Tambahan (KA 7001A) relasi Malang – Gambir (keberangkatan pukul 18.25 WIB) dan KA Gajayana Tambahan relasi Gambir – Malang (keberangkatan pukul 00.10 WIB). “Untuk kereta api yang berangkat awal dari wilayah Daop 7 Madiun tidak ada pembatalan. Untuk bea tiket akan di-refund atau dikembalikan 100 persen,” pungkasnya.(Kris).