9,6 Juta Kunjungan Orang dan Kendaraan di Kawasan PSC Selama 2025
- account_circle Kriswanto
- calendar_month Jumat, 30 Jan 2026
- visibility 46
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Kota Madiun – Kawasan Pahlawan Street Center (PSC) menjadi magnet wisata di Kota Madiun. Sepanjang tahun 2025, total kunjungan di objek wisata Kota Pecel tersebut tembus 9,6 juta.
Plt Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disbudparpora) Kota Madiun Noor Aflah mengungkapkan angka kunjungan tersebut hasil perolehan data analitik CCTV yang merekam aktivitas orang maupun kendaraan di PSC.
”Itu dari data analitik CCTV, dari jumlah orang, kendaraan yang lewat di kawasan PSC itu totalnya 9,6 juta. Itu mereka yang lalu lalang di PSC,” terangnya.
Dari data tersebut jumlah pengunjung yang terdeteksi sebanyak 2,1 juta orang. Sementara untuk kendaraan 3,5 juta motor, 3,6 juta mobil, 245 ribu truk dan 22 ribu armada bus. ”Jadi kami lewat CCTV analitik itu mencoba menghitung kunjungan di PSC selama 2025,” imbuh Aflah.
Kunjungan di PSC tahun 2025 mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2024. Namun, berdasarkan catatannya, tren pergerakan kunjungan PSC sepanjang tahun 2025 cukup fluktuatif.
“Promosi wisata sudah berjalan cukup efektif. Jadi lewat konten-konten masyarakat. Jadinya viral dan terus mengalami peningkatan hingga akhir tahun lalu,” jelasnya.
Kenaikan pada akhir tahun ini mempengaruhi adanya peningkatan mobilitas masyarakat, momen libur, serta berbagai kegiatan yang berlangsung di kawasan PSC. ”Ini baru yang di kawasan PSC yang dilakukan analisis. Sebenarnya ada beberapa analitik CCTV di berbagai titik, hanya yang baru kami analisa PSC baru,” terang Noor Aflah.
Diketahui, kawasan PSC tidak hanya berperan sebagai ruang publik, tetapi juga sebagai penggerak aktivitas ekonomi yang berpotensi mendorong peningkatan omset pelaku UMKM dan sektor jasa di sekitarnya.
”Pembangunan-pembangunan Kota Madiun memang ditujukan agar supaya banyak pengunjung. Jadi akan terjadi transaksi ekonominya yang bisa semakin tinggi,” tutupnya.(Kris).
- Penulis: Kriswanto

