Berita Terkini
Trending Tags

Pemkot Madiun Berikan Kado Pajak 2026 untuk Ribuan Wajib Pajak

  • account_circle Kriswanto
  • calendar_month Kamis, 27 Nov 2025
  • visibility 254
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Pemkot Madiun Berikan Kado Pajak 2026 untuk warga yang taat wajib pajak, Foto : Surya – Sinergia

Sinergia | Kota Madiun – Pemerintah Kota Madiun menyiapkan sejumlah insentif perpajakan bagi ribuan wajib pajak (WP) pada tahun 2026mendatang. Melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), pemkot berencana membebaskan pembayaran PBB-P2 bagi 1.949 WP dengan nilai pajak di bawah Rp 25 ribu. Selain itu, potongan 50 persen akan diberikan kepada 6.148 WP dengan nominal PBB antara Rp 25 ribu hingga Rp 50 ribu.

Tak hanya PBB, keringanan juga menyasar BPHTB. Warga berpenghasilan rendah (MBR) bakal dibebaskan dari seluruh biaya BPHTB. Sementara untuk kategori waris, hibah, dan tanah wasiat dalam garis keturunan langsung, pemerintah menyediakan diskon besar sesuai nilai NPOP. Besarannya, mulai dari potongan 30 persen untuk NPOP Rp 400 juta–Rp 2 miliar, diskon 40 persen untuk NPOP Rp 2 miliar–Rp 5 miliar, hingga potongan 50 persen untuk NPOP di atas Rp 5 miliar.

“Kebijakan ini mulai berlaku pada 2026,” kata Kepala Bapenda Kota Madiun, Jariyanto, Kamis (27/11/2025).

Jariyanto menjelaskan, program tersebut dapat direalisasikan berkat meningkatnya kontribusi sektor investasi. Empat proyek besar seperti Hotel Mercure, RS Hermina, RS Darmayu, dan RSI Siti Aisyahdinilai memberi pemasukan PBB yang cukup untuk menutup biaya subsidi ribuan WP kecil.

“Kontribusi dari empat investor tersebut sudah mencukupi untuk menopang fasilitas keringanan PBB ini,” ujarnya.

Dengan dukungan investasi tersebut, pemkot memastikan lebih dari delapan ribu WP tetap menerima subsidi tanpa mengurangi pendapatan asli daerah (PAD). “Bahkan masih ada surplus yang bisa dialokasikan ke kebutuhan lainnya,” imbuhnya.

Data Bapenda menunjukkan tingkat kepatuhan WP Kota Madiun mencapai 86,9 persen hingga November 2025. “Ini capaian luar biasa. Kesadaran masyarakat dalam membayar pajak sangat tinggi,” ungkap Jariyanto.

Wali Kota Madiun, Maidi, mengapresiasi capaian tersebut. Menurutnya, tingginya partisipasi warga dalam membayar pajak menjadi faktor penting meningkatnya PAD tahun ini. “Masyarakat Madiun luar biasa. Kepatuhan pajaknya menjadikan PAD melampaui target,” ujarnya.

Hingga November, realisasi pajak daerah telah mencapai Rp 148 miliar, atau 101 persen dari target Rp 147 miliar. Maidi menyebut bahwa program diskon PBB dan BPHTB merupakan cara pemerintah mengembalikan manfaat pajak langsung kepada warga. “Masyarakat bisa merasakan manfaatnya secara nyata,” tuturnya.

Selain memberikan keringanan pajak, Maidi juga mengapresiasi kinerja kelurahan dan para petugas pemungut pajak yang dinilai berprestasi. (Sur/Krs)

Bagikan
  • Penulis: Kriswanto

Rekomendasi Untuk Anda

  • Empat Petarung MMA Kota Madiun Siap Tarung di Kejurprov Bupati Tuban Cup 2025

    Empat Petarung MMA Kota Madiun Siap Tarung di Kejurprov Bupati Tuban Cup 2025

    • calendar_month Kamis, 4 Des 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 239
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Empat atlet mixed martial arts (MMA) asal Kota Madiun resmi dilepas menuju Kabupaten Tuban pada Rabu (3/12). Mereka dijadwalkan tampil dalam Kejurprov Bupati Tuban Cup 2025 yang akan berlangsung pada 5–7 Desember mendatang. Ketua IBCA-MMA Kota Madiun, Armaya, menjelaskan bahwa para petarung tersebut merupakan hasil seleksi ketat yang dilakukan di […]

    Bagikan
  • Curah Hujan Tinggi Pangkas Luas Tanam Tembakau di Magetan hingga Hampir Separuh, Dinas Genjot Pendampingan Petani

    Curah Hujan Tinggi Pangkas Luas Tanam Tembakau di Magetan hingga Hampir Separuh, Dinas Genjot Pendampingan Petani

    • calendar_month Kamis, 23 Jul 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 138
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Musim tanam tembakau 2026 di Kabupaten Magetan menghadapi tantangan berat. Curah hujan yang tinggi pada awal musim tanam menyebabkan banyak bibit gagal tumbuh sehingga petani harus melakukan penyulaman berulang kali. Kondisi tersebut mendorong sebagian petani beralih ke komoditas lain, mengakibatkan luas areal tanam tembakau turun drastis dibandingkan tahun sebelumnya. Sub Koordinator […]

    Bagikan
  • Hujan Deras, Jalan Sikatan Gang Gereja Kota Madiun dan Rumah Warga Terendam

    Hujan Deras, Jalan Sikatan Gang Gereja Kota Madiun dan Rumah Warga Terendam

    • calendar_month Senin, 27 Jan 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 187
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Hujan deras yang mengguyur Kota Madiun pada Senin sore (27/1/2025) menyebabkan banjir di beberapa titik, salah satunya di Jalan Sikatan Gang Gereja RT 16 RW 05. Banjir ini merendam sekitar 17 rumah warga. Banjir mulai menggenangi kawasan itu usai terjadi hujan lebat dengan ketinggian air mencapai sepaha di Gang Gereja […]

    Bagikan
  • Pemkab Magetan Siapkan 8 Hektare Lahan di Karangrejo untuk Sekolah Rakyat

    Pemkab Magetan Siapkan 8 Hektare Lahan di Karangrejo untuk Sekolah Rakyat

    • calendar_month Jumat, 25 Jul 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 162
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan menyiapkan lahan seluas 8 hektare di Kecamatan Karangrejo untuk pembangunan Sekolah Rakyat. Langkah ini diambil setelah pengajuan awal pembangunan di bekas SDN Selosari 4 ditolak Pemerintah Pusat karena tidak memenuhi syarat minimal luasan lahan. Menurut Kepala Dinas Sosial Magetan, Parminto Budi Utomo, lahan di Selosari hanya memiliki […]

    Bagikan
  • Viral, Terekam CCTV Aksi Pencuri Gondol Motor Warga Maospati

    Viral, Terekam CCTV Aksi Pencuri Gondol Motor Warga Maospati

    • calendar_month Selasa, 18 Nov 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 128
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Aksi pencurian sepeda motor terjadi di jalur utama Madiun–Magetan, tepatnya di Kelurahan Maospati. Sebuah Honda Supra X milik Bagas, warga setempat, hilang dicuri pada Senin (17/11/2025) pagi. Meski sudah dilaporkan ke polisi, hingga kini motor belum ditemukan dan pelaku belum berhasil ditangkap. Peristiwa terjadi ketika korban tengah mengambil tabung gas di […]

    Bagikan
  • Pemkab Magetan Kaji Perampingan OPD, Antisipasi Batas Belanja Pegawai 30 Persen Mulai 2027

    Pemkab Magetan Kaji Perampingan OPD, Antisipasi Batas Belanja Pegawai 30 Persen Mulai 2027

    • calendar_month Jumat, 31 Jul 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 66
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan mulai menyiapkan langkah strategis untuk menyesuaikan struktur birokrasi menjelang penerapan penuh Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah (UU HKPD). Salah satu opsi yang kini dikaji adalah penggabungan atau perampingan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sebagai bagian dari upaya efisiensi […]

    Bagikan
expand_less