Dua Ular Bersarang di Gudang Rumah Warga, Damkar Butuh 1,5 Jam untuk Evakuasi
- account_circle Kusnanto
- calendar_month 23 jam yang lalu
- visibility 41
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Magetan – Kepanikan melanda penghuni rumah milik Arif Nugroho di Desa Sugihwaras, Kecamatan Maospati, Magetan. Hal itu setelah seekor ular tiba-tiba ditemukan di dalam gudang penyimpanan barang. Penemuan tersebut bermula saat adik penghuni rumah hendak ke kamar mandi dan melihat sosok yang dikira tokek. Namun setelah dicek justru tampak seekor ular berukuran cukup besar.
Pashaluna, salah satu penghuni rumah, mengaku sempat mencoba mengusir ular itu menggunakan semprot obat nyamuk. Namun usaha tersebut gagal dan ular justru masuk lebih dalam ke tumpukan barang di gudang.
“Awalnya adik saya mengira itu tokek. Setelah saya cek pakai senter, ternyata ular. Saya coba semprot obat nyamuk, kirain ularnya pusing, tapi ternyata tidak mempan,” ungkapnya.
Karena tidak memiliki kemampuan menangkap ular dan khawatir dengan keberadaan hewan tersebut di dalam rumah, keluarga tersebut kemudian meminta bantuan pemadam kebakaran.
Petugas Damkar Magetan yang tiba di lokasi langsung membongkar tumpukan barang di gudang untuk mencari hewan tersebut. Proses pencarian berlangsung cukup lama karena ruangan penuh barang tak terpakai.
Dovi Saputra, petugas Damkar Magetan, mengatakan bahwa proses evakuasi membutuhkan waktu sekitar 1,5 jam.
“Kami dapat laporan bahwa ada ular masuk gudang. Setelah kami bongkar tumpukan barang, kami temukan bukan satu tetapi dua ular. Jenisnya berbeda, yang satu ular kayu dan satunya ular air,” jelas Dovi.
Menurut Dovi, kondisi gudang yang penuh barang dan banyak tikus menjadi salah satu penyebab ular masuk ke rumah warga.
“Di dalam gudang ternyata banyak tikus. Itu yang menarik ular masuk karena ada mangsanya. Kesulitannya bukan pada ularnya, tapi banyaknya barang menumpuk, sehingga harus dibongkar satu per satu,” tambahnya.
Meski kedua ular tersebut tidak termasuk jenis berbisa, keberadaannya tetap membuat penghuni rumah resah. Kedua ular akhirnya berhasil dievakuasi dan rencananya akan dilepasliarkan kembali demi menjaga ekosistem.
Tidak hanya di Sugihwaras, di hari yang sama petugas Damkar juga mengevakuasi ular jali yang masuk ke dalam bodi sepeda motor milik pengunjung Kantor Disdukcapil.
“Pemilik motor kaget karena saat hendak pulang, ularnya malah masuk ke dalam boks motor. Kami juga berhasil mengevakuasinya,” ungkap Dovi.
Dovi mengingatkan warga agar lebih waspada, terutama saat musim hujan yang dikenal sebagai periode meningkatnya aktivitas ular.
Ia menghimbau masyarakat untuk menjaga kebersihan rumah, meminimalkan tumpukan barang, serta menutup celah atau lubang yang berpotensi menjadi tempat persembunyian ular. “Musim hujan ini memang musim ular keluar. Sebaiknya sudut-sudut rumah dibersihkan, barang tak terpakai dikurangi, dan lubang-lubang ditutup agar tidak menjadi tempat persembunyian,” tegasnya.(Kusnanto).



- Penulis: Kusnanto
- Editor: Kris
