Ratusan Becak Listrik Dibagikan di Madiun, Diprioritaskan untuk Tukang Becak Lansia
- account_circle Tova Pradana
- calendar_month Minggu, 8 Feb 2026
- visibility 82
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Madiun — Ratusan becak listrik kembali diserahkan kepada tukang becak di Kabupaten Madiun oleh Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (YGSN), Minggu (8/2/2026). Bantuan ini diberikan untuk membantu meringankan pekerjaan para pengemudi becak, khususnya yang telah berusia lanjut.
Penyerahan dilakukan di Pendopo Ronggo Djumeno dan dihadiri Bupati Madiun Hari Wuryanto bersama jajaran Forkopimda. Becak listrik secara simbolis diserahkan oleh perwakilan YGSN sekaligus Presiden Becak Listrik Indonesia, Nanik S. Deyang.
Nanik mengatakan, program ini merupakan kelanjutan dari penyaluran sebelumnya. Pada 2024 lalu, sebanyak 51 unit becak listrik telah dibagikan di Kabupaten Madiun. Tahun ini, jumlahnya ditambah 200 unit yang diproduksi oleh PT Pindad.
“Ini tahap berikutnya. Dulu sudah ada 51 unit, sekarang kita tambah 200 unit. Insyaallah nanti akan ada tahap ketiga dan seterusnya,” ujar Nanik.
Menurutnya, penerima bantuan saat ini diprioritaskan bagi tukang becak berusia di atas 60 tahun. Kebijakan tersebut diambil untuk membantu para lansia yang masih mengayuh becak demi memenuhi kebutuhan hidup.
Ia juga menyebut, hingga saat ini YGSN telah menyalurkan sekitar 11.500 becak listrik di seluruh Indonesia. Ke depan, pihaknya tengah memesan 70 ribu unit tambahan yang ditargetkan mulai diluncurkan bertahap pada 2026 dan rampung hingga 2028.

Sebelum menerima bantuan, para tukang becak telah melalui proses pendataan dan pelatihan operasional. Becak listrik ini menggunakan tenaga baterai sehingga pengemudi tidak lagi harus mengayuh secara manual saat membawa penumpang.
Sementara itu, Bupati Madiun Hari Wuryanto menilai bantuan tersebut sangat membantu masyarakat sekaligus mendukung transportasi ramah lingkungan. Ia menyebut becak listrik lebih nyaman dan tidak menimbulkan kebisingan.
“Ini luar biasa, tidak bising dan sangat halus. Suspensinya juga nyaman,” kata Hari.
Pemerintah Kabupaten Madiun juga berencana menyiapkan fasilitas pengisian daya di sejumlah tempat umum, seperti masjid dan kantor desa, agar mudah diakses para pengemudi becak.
Menurut Hari, penggunaan becak listrik juga sejalan dengan upaya menuju transportasi yang lebih ramah lingkungan serta mendukung program pengurangan emisi.
Salah satu penerima bantuan, Sarmun (65), mengaku senang mendapat becak listrik karena pekerjaannya menjadi lebih ringan. Ia mengatakan sebelumnya harus mengayuh becak manual yang cukup berat, terutama saat membawa penumpang.
“Senang sekali. Dulu pancal, berat. Sekarang lebih mudah untuk cari nafkah,” ujarnya. (Tov)
- Penulis: Tova Pradana
- Editor: Kris

