Berita Terkini
Trending Tags

Hakordia 2025, Bupati Madiun Ajak Aparatur Desa hingga Kabupaten Perkuat Integritas dan Jauhi Korupsi

  • account_circle Kriswanto
  • calendar_month Jumat, 5 Des 2025
  • visibility 144
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Sambutan Bupati Madiun, Hari Wuryanto dalam puncak peringatan Hakordia Pemkab Madiun 2025 yang digelar di Lap. Mojopurno, Kec. Wungu, Foto : Surya Wibawa – Sinergia

Sinergia | Kab. Madiun — Bupati Madiun, Hari Wuryanto menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Madiun untuk terus memperkuat tata kelola pemerintahan yang bersih dan bebas dari praktik korupsi. Pesan penting ini ia sampaikan dalam puncak peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia (Hakordia) Pemkab Madiun 2025 yang digelar di Lapangan Mojopurno, Kecamatan Wungu, pada Jumat (05/12/2025).

Acara yang berlangsung meriah ini diikuti oleh ribuan peserta dari berbagai elemen, termasuk Aparatur Sipil Negara (ASN), perangkat desa, pelajar, dan komunitas masyarakat. Peringatan kegiatan Hakordia juga diisi dengan senam bersama dan jalan santai berhadiah yang menarik antusiasme warga.

Bupati Madiun, Hari Wuryanto menekankan pentingnya disiplin dan tertib administrasi sebagai fondasi utama pencegahan korupsi di lingkungan pemerintahan.“Kita memperingati Hari Anti Korupsi Sedunia. Mudah-mudahan sesuai visi misi kami, kita tetap bersih, sehat, dan sejahtera. Bersih dalam tata kelola pemerintahan, termasuk dari korupsi. Kalau administrasi tertib, akan terlihat dan mencegah tindakan korupsi. Disiplin itu penting,” ujarnya.

Ia menambahkan harapannya agar seluruh aparatur pemerintah, mulai dari tingkat desa hingga kabupaten, memiliki komitmen yang sama dalam menjaga integritas dan moralitas. “Mudah-mudahan seluruh aparatur Pemerintah Daerah Kabupaten Madiun, dari desa sampai pemerintah kabupaten, semuanya bersih dan bebas dari korupsi,” tegasnya.

Peringatan Hakordia 2025 ini menjadi momentum penting untuk penguatan gerakan anti korupsi di Kabupaten Madiun. Kegiatan ini sekaligus bertujuan mengajak masyarakat untuk turut serta mengawasi jalannya pemerintahan demi mewujudkan daerah yang bersih, transparan, dan berintegritas. (Sur/Krs).

Bagikan
  • Penulis: Kriswanto

Rekomendasi Untuk Anda

  • Rumah Warga Sidorejo Magetan Roboh, Diduga Akibat Lapuk dan Cuaca Ekstrem

    Rumah Warga Sidorejo Magetan Roboh, Diduga Akibat Lapuk dan Cuaca Ekstrem

    • calendar_month Rabu, 8 Apr 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 200
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Sebuah rumah milik Misran (46), warga Dukuh Balipanjang, Desa Widorokandang, Kecamatan Sidorejo, Kabupaten Magetan, roboh pada Rabu pagi (8/4/2026) sekitar pukul 09.15 WIB. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Saat kejadian, Misran diketahui tengah berada di dapur. Tiba-tiba, bagian kuda-kuda atap rumah patah dan menyebabkan bangunan ambruk. Diduga kuat, […]

    Bagikan
  • DPRD Desak Dinsos Madiun Melek Data Soal Peringkat Kedua ODGJ Pasung di Jatim

    DPRD Desak Dinsos Madiun Melek Data Soal Peringkat Kedua ODGJ Pasung di Jatim

    • calendar_month Selasa, 10 Mar 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 231
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – DPRD Kabupaten Madiun mendesak Dinas Sosial (Dinsos) setempat segera menuntaskan pemutakhiran data orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) yang masih dipasung. Langkah ini dinilai penting agar kondisi riil kasus pasung di Kabupaten Madiun bisa diketahui secara jelas. Desakan itu muncul setelah data Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur menyebut Kabupaten Madiun menempati posisi […]

    Bagikan
  • 18 Ribu Warga Magetan Tinggal di Kawasan Kumuh, Pemkab Tetapkan 26 Lokasi Prioritas Penanganan

    18 Ribu Warga Magetan Tinggal di Kawasan Kumuh, Pemkab Tetapkan 26 Lokasi Prioritas Penanganan

    • calendar_month Sabtu, 2 Mei 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 136
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Pemerintah Kabupaten Magetan, Jawa Timur, menetapkan puluhan kawasan perumahan dan permukiman kumuh sebagai dasar penanganan terpadu. Berdasarkan Surat Keputusan (SK) Bupati Magetan Nomor 100.3.4.2/6/Kept./403.013/2026 tertanggal 14 Januari 2026, lebih dari 18.000 warga tercatat tinggal di kawasan kumuh dengan total luas mencapai 282,48 hektare dari keseluruhan wilayah Magetan seluas 688,85 km². Data tersebut menunjukkan, […]

    Bagikan
  • Ini Jawaban Wali Kota Madiun atas PU Fraksi DPRD terkait LKPJ 2024

    Ini Jawaban Wali Kota Madiun atas PU Fraksi DPRD terkait LKPJ 2024

    • calendar_month Jumat, 23 Mei 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 89
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – DPRD Kota Madiun kembali menggelar rapat paripurna terkait Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Kota Madiun tahun 2024. Agenda kali ini, penyampaian jawaban Wali Kota Madiun atas Pemandangan Umum Fraksi-fraksi DPRD Kota Madiun pada Jumat (23/05/2025). Legislatif menyoroti terkait tingginya piutang daerah maupuan sisa lebih pembiayaan anggaran (Silpa) 2024. Diketahui, piutang pendapatan […]

    Bagikan
  • Potret Pendidikan di Magetan, Siswa SDN Sumbersawit 3 Magetan Belajar di Teras

    Potret Pendidikan di Magetan, Siswa SDN Sumbersawit 3 Magetan Belajar di Teras

    • calendar_month Selasa, 12 Mei 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 156
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Keterbatasan sarana prasarana masih menjadi persoalan serius di dunia pendidikan daerah. Hal ini terlihat di SD Negeri Sumbersawit 3, Kecamatan Sidorejo, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, di mana puluhan siswa terpaksa mengikuti kegiatan belajar mengajar di teras sekolah hingga mushola akibat minimnya ruang kelas yang layak. Kondisi tersebut semakin terasa saat pelaksanaan […]

    Bagikan
  • Pemprov Jatim Tunjuk Kepala BPPKAD Sebagai Plh Sekda Ponorogo

    Pemprov Jatim Tunjuk Kepala BPPKAD Sebagai Plh Sekda Ponorogo

    • calendar_month Senin, 17 Nov 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 145
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Pasca penetapan Sekretaris Daerah Ponorogo, Agus Pramono, sebagai tersangka dalam kasus dugaan jual beli jabatan di lingkungan RSUD dr. Harjono, kursi Sekda mengalami kekosongan. Kondisi ini membuat sejumlah agenda strategis, terutama yang berkaitan dengan pembahasan anggaran daerah, ikut tersendat. Sebab, posisi Sekda memiliki peran krusial sebagai pimpinan Tim Anggaran Pemerintah Daerah […]

    Bagikan
expand_less