Menggali Makna Ritual Kimsin, Prosesi Penyucian Patung Dewa Bagi Warga Tionghoa
- account_circle Kriswanto
- calendar_month 3 jam yang lalu
- visibility 38
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Kota Madiun – Warga Tionghoa di berbagai daerah tengah menyongsong Hari Raya Imlek tahun 2026 ini. Seperti warga Tionghoa di Kota Madiun, Jawa Timur yang menggelar ritual Kimsin pada Kamis (12/02/2026). Ini merupakan kegiatan membersihkan atau menyucikan rupang (patung) dewa-dewi yang berada di Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Hwie Ing Kiong atau Klenteng Madiun.
Sesepuh TITD Hwie Ing Kiong Madiun, Herman Tanaka mengungkapkan bahwa prosesi penyucian patung dewa-dewi ini dilakukan sepekan sebelum perayaan Imlek. Bukan sekedar membersihkan rupang, namun memiliki makna yang dipercayai oleh umat Tionghoa.
“Jadi sebelumnya kita sembahyang Sung Sen atau Ji Si Sang An. Itu merupakan ritual mengantarkan Dewa Dapur yang biasanya pada tanggal 23 atau 24 bulan ke-12 penanggalan Imlek. Ini tradisi melepas dewa-dewi ke langit untuk melaporkan perbuatan baik-buruk manusia selama setahun terakhir. Sekarang waktunya kita membersihkan,” ujar Herman Tanaka.
Beberapa perlakukan khusus selama ritual Kimsin. Alat-alat pembersihan yang digunakan, seperti kuas dan lap harus baru serta menggunakan air hangat dan bunga. Umat Tionghoa ini membersihkan patung dewa dan dewi dari kotoran dan debu.
“Semua harus bersih, kita tinggalkan yang lalu. Termasuk diri kita harus lebih baik dari hari yang lalu. Kita songsong tahun baru dengan diri kita yang bersih,” katanya.

Lebih lanjut, bagi yang terlibat dalam ritual pembersihan patung ini pun wajib mempersiapkan diri, seperti membuang pikiran buruk dan berniat untuk menjadi insan yang lebih baik. Bahkan, harus membersihkan diri dengan mandi, keramas serta ada yang menjadi vegetarian sebelum menjalani ritual Kimsin.
“Ada sekitar 22 patung dewa dan dewi di TITD Hwie Ing Kiong atau Klenteng Madiun yang dibersihkan. Jadi setelah nanti dewa-dewi kembali dari kayangan usai melaporkan amal perbuatan manusia itu kesini sudah dalam kondisi bersih,” imbuh Herman.
Hiasan lampion pun mewarnai langit-langit Klenteng Madiun. Imlek 2577 Kongzili yang jatuh pada 2026 menandai dimulainya Tahun Kuda Api. “Kita berharap bisa menjadi pribadi yang lebih baik dari tahun sebelumnya. Tahun Kuda Api ini bisa menumbuhkan semangat hidup dan kebijaksanaan kedepannya,” pungkasnya.(Kris).
- Penulis: Kriswanto
- Editor: Buyung


