Panen Berkah Penjual Bunga di Magetan, Penjualan Melonjak Jelang Ramadan
- account_circle Kusnanto
- calendar_month 3 jam yang lalu
- visibility 29
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Magetan – Menjelang datangnya bulan suci Ramadan, para penjual bunga untuk kebutuhan ziarah di Desa Ngariboyo, Kecamatan Ngariboyo, Kabupaten Magetan menikmati berkah musiman. Tradisi ziarah makam yang dilakukan warga pada periode ini membuat para pedagang kebanjiran pembeli dari wilayah sekitar hingga desa tetangga.
Setiap tahun, permintaan bunga campur, terdiri dari mawar, melati, kenanga, hingga pandan mengalami peningkatan signifikan. Bunga-bunga ini dirangkai khusus untuk kebutuhan nyekar sebagai tradisi menyambut Ramadan maupun jelang Idul Fitri.
Salah satu penjual bunga, Novi, mengaku sudah sejak lama membantu neneknya berjualan di area sekitar Makam Bulu Depok Ngariboyo. Menurutnya, momen Ramadan selalu menjadi masa paling ramai.
“Udah lama mas jualannya. Saya bantu nenek motongin pandan, kasihan sudah tua,” ungkap Novi.
“Biasanya harga lima ribu. Yang mahal itu terutama bunga mawar merah. Kalau Ramadan dan mau lebaran, bunga mawar merah paling banyak dicari. Hari biasa harganya murah,” lanjutnya.

Novi menuturkan, lonjakan pembeli mulai terasa sejak menjelang puasa. Namun puncaknya tetap terjadi sekitar satu minggu menjelang lebaran, ketika banyak perantau mulai mudik dan menyempatkan diri berziarah.
“Ramainya itu kalau mau lebaran, banyak orang mudik. Di makam mana saja ramai,” jelasnya.
Ia berjualan mulai pagi pukul 07.00 hingga sore sekitar pukul 17.00 WIB. Jika stok habis atau ada permintaan lebih, Novi tak jarang melayani pembeli yang datang langsung ke rumah.
Elisa, salah satu warga yang melakukan ziarah keluarga, menyebut keluarganya telah turun-temurun memakamkan leluhur di area tersebut.
“Di sini ada sepuluhan lebih keluarga yang dimakamkan. Dari Mbah Buyut sampai turunannya. Rumah kami juga di sekitar sini,” tutur Elisa.
Bagi keluarga Elisa, tradisi ziarah sudah menjadi agenda rutin dilakukan setiap tahun jelang puasa, bahkan jelang lebaran. “Setiap tahun kalau menjelang puasa pasti ada kegiatan seperti ini,” katanya.
Rangkaian kegiatan ziarah dimulai dengan doa bersama, kemudian dilanjutkan dengan membersihkan area makam. “Pertama doa dulu, sambang ke almarhum, baru bersih-bersih. Tadi banyak warga yang juga datang,” jelasnya.(Kus).
- Penulis: Kusnanto
- Editor: Kris/Byg


