Berita Terkini
Trending Tags

Panen Berkah Penjual Bunga di Magetan, Penjualan Melonjak Jelang Ramadan

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Rabu, 18 Feb 2026
  • visibility 229
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
penjual bunga panen berkah menjelang datangnya bulan suci Ramadan. Foto : Kusnanto-Sinergia

Sinergia | Magetan – Menjelang datangnya bulan suci Ramadan, para penjual bunga untuk kebutuhan ziarah di Desa Ngariboyo, Kecamatan Ngariboyo, Kabupaten Magetan menikmati berkah musiman. Tradisi ziarah makam yang dilakukan warga pada periode ini membuat para pedagang kebanjiran pembeli dari wilayah sekitar hingga desa tetangga.

Setiap tahun, permintaan bunga campur, terdiri dari mawar, melati, kenanga, hingga pandan mengalami peningkatan signifikan. Bunga-bunga ini dirangkai khusus untuk kebutuhan nyekar sebagai tradisi menyambut Ramadan maupun jelang Idul Fitri.

Salah satu penjual bunga, Novi, mengaku sudah sejak lama membantu neneknya berjualan di area sekitar Makam Bulu Depok Ngariboyo. Menurutnya, momen Ramadan selalu menjadi masa paling ramai.

“Udah lama mas jualannya. Saya bantu nenek motongin pandan, kasihan sudah tua,” ungkap Novi.

“Biasanya harga lima ribu. Yang mahal itu terutama bunga mawar merah. Kalau Ramadan dan mau lebaran, bunga mawar merah paling banyak dicari. Hari biasa harganya murah,” lanjutnya.

Image Not Found
ziarah makam menjadi agenda rutin dilakukan setiap tahun jelang puasa, bahkan jelang lebaran. Foto : Kusnanto-Sinergia

Novi menuturkan, lonjakan pembeli mulai terasa sejak menjelang puasa. Namun puncaknya tetap terjadi sekitar satu minggu menjelang lebaran, ketika banyak perantau mulai mudik dan menyempatkan diri berziarah.

“Ramainya itu kalau mau lebaran, banyak orang mudik. Di makam mana saja ramai,” jelasnya.

Ia berjualan mulai pagi pukul 07.00 hingga sore sekitar pukul 17.00 WIB. Jika stok habis atau ada permintaan lebih, Novi tak jarang melayani pembeli yang datang langsung ke rumah.

Elisa, salah satu warga yang melakukan ziarah keluarga, menyebut keluarganya telah turun-temurun memakamkan leluhur di area tersebut.

“Di sini ada sepuluhan lebih keluarga yang dimakamkan. Dari Mbah Buyut sampai turunannya. Rumah kami juga di sekitar sini,” tutur Elisa.

Bagi keluarga Elisa, tradisi ziarah sudah menjadi agenda rutin dilakukan setiap tahun jelang puasa, bahkan jelang lebaran. “Setiap tahun kalau menjelang puasa pasti ada kegiatan seperti ini,” katanya.

Rangkaian kegiatan ziarah dimulai dengan doa bersama, kemudian dilanjutkan dengan membersihkan area makam. “Pertama doa dulu, sambang ke almarhum, baru bersih-bersih. Tadi banyak warga yang juga datang,” jelasnya.(Kus).

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Kris/Byg

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ini Persentase Tertinggi dan Terluas Capaian LTT di Jajaran Korem 081/DSJ

    Ini Persentase Tertinggi dan Terluas Capaian LTT di Jajaran Korem 081/DSJ

    • calendar_month Sabtu, 1 Feb 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 64
    • 0Komentar

    Sinergia – Kota Madiun – Berbagai target pencapaian Luas Tambah Tanam (LTT) padi di bulan Januari telah selesai dilaksanakan oleh satuan di jajaran Korem 081/DSJ. Dua satuan yang menonjol dari segi persentase target maupun luasan LTT yang berhasil dicapai. “Untuk persentase tertinggi raihan target LTT di bulan januari yakni Kodim 0801/Pacitan yang mencapai 687,27 persen. […]

    Bagikan
  • Marak Isu Beras Premium Oplosasn, Produsen Beras di Madiun Pilih Hentikan Produksi

    Marak Isu Beras Premium Oplosasn, Produsen Beras di Madiun Pilih Hentikan Produksi

    • calendar_month Rabu, 13 Agt 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 40
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Di tengah maraknya isu peredaran beras premium oplosan, CV Martindo Rice Indonesia memutuskan menghentikan sementara produksi beras merek Bulan Emas, Palur, dan Palur Ping. Kebijakan ini berlaku sejak 4 Agustus 2025 dan belum ditentukan batas waktunya. Keputusan tersebut disampaikan manajemen melalui surat terbuka yang ditujukan kepada seluruh konsumen dan distributor. […]

    Bagikan
  • 107 Ribu Penumpang Serbu Daop 7 Madiun, Puncak Mudik Terungkap

    107 Ribu Penumpang Serbu Daop 7 Madiun, Puncak Mudik Terungkap

    • calendar_month Kamis, 19 Mar 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 94
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Memasuki hari ke-9 masa angkutan Lebaran 2026, jumlah penumpang kereta api yang tiba di wilayah Daop 7 Madiun terus meningkat signifikan. Hingga Kamis (19/3/2026) pukul 09.00 WIB, total kedatangan penumpang tercatat mencapai 107.798 orang, sementara penumpang berangkat sebanyak 59.076 orang. Manager Humas Daop 7 Madiun, Tohari, mengatakan arus kedatangan pemudik masih […]

    Bagikan
  • Wali Kota Maidi Tutup Tahun 2025 Dengan Mutasi 5 Kepala OPD

    Wali Kota Maidi Tutup Tahun 2025 Dengan Mutasi 5 Kepala OPD

    • calendar_month Rabu, 31 Des 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 156
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Penghujung tahun 2025, Wali Kota Madiun, Maidi menggerakkan gerbong mutasi bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemerintah Kota Madiun. Bertempat di gedung GCIO Diskominfo Kota Madiun pada Rabu (31/12/2025), Maidi mengambil sumpah jabatan dan melantik sebanyak 59 ASN. 5 diantaranya merupakan Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) berstatus eselon II yang […]

    Bagikan
  • Penemuan 35 Kg Sabu-Sabu Gegerkan Warga Perairan Masalembu Sumenep

    Penemuan 35 Kg Sabu-Sabu Gegerkan Warga Perairan Masalembu Sumenep

    • calendar_month Jumat, 30 Mei 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 40
    • 0Komentar

    Sinergia | Sumenep – Penemuan mengejutkan menggegerkan warga di perairan sekitar Desa Sukajeruk Kecamatan Masalembu, Kabupaten Sumenep pada Jumat (30/05/2025). Empat nelayan secara tak sengaja menemukan drum mencurigkan. Lantaran penasaran, mereka lantas membawanya ke daratan. Setelah dibuka, drum tersebut berisi karung yang didalamnya terdapat bungkusan plastik mencurigakan diduga narkotika. Sontak saja, beberapa warga langsung mendatangi […]

    Bagikan
  • Kasus ODGJ di Ponorogo Meningkat, Faktor Ekonomi dan Stres Jadi Pemicu

    Kasus ODGJ di Ponorogo Meningkat, Faktor Ekonomi dan Stres Jadi Pemicu

    • calendar_month Senin, 17 Feb 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 66
    • 0Komentar

    Sinergia – Kab. Ponorogo – Jumlah Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di Kabupaten Ponorogo mengalami peningkatan pada tahun 2024 dibandingkan tahun sebelumnya. Dinas Kesehatan (Dinkes) Ponorogo mencatat, jika pada 2023 jumlah penderita ODGJ berat mencapai 1.670 orang, kini jumlahnya naik menjadi 1.940 orang. Ketua Tim Kerja Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular dan Kesehatan Jiwa […]

    Bagikan
expand_less