Ratusan Warga Ponorogo Serbu Penukaran Uang Baru Meski Lebaran Masih Lama
- account_circle Ega Patria
- calendar_month 9 jam yang lalu
- visibility 46
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Ponorogo — Ratusan warga Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, memadati layanan penukaran uang baru yang digelar Bank Indonesia melalui mobil kas keliling di halaman Masjid Agung Ponorogo, Selasa (24/2/2026). Meski Lebaran masih beberapa waktu lagi, antusiasme masyarakat untuk mendapatkan uang pecahan baru sudah terlihat sejak awal Ramadan.
Sejak pagi hari, warga yang didominasi kaum ibu rela mengantre panjang demi memperoleh uang baru yang nantinya akan dibagikan kepada keluarga dan kerabat saat Hari Raya Idulfitri. Tradisi berbagi uang baru saat Lebaran masih menjadi kebiasaan yang terus dipertahankan masyarakat.
Dalam layanan penukaran kali ini, Bank Indonesia menyiapkan sebanyak 300 paket penukaran. Setiap paket memiliki batas maksimal Rp5,2 juta dengan rincian pecahan Rp50 ribu senilai Rp2,5 juta, pecahan Rp20 ribu senilai Rp1 juta, pecahan Rp10 ribu senilai Rp1 juta, pecahan Rp5 ribu senilai Rp500 ribu, pecahan Rp2 ribu senilai Rp200 ribu, serta pecahan Rp1.000 senilai Rp100 ribu.

Salah satu warga, Nanda Eka Wati, mengaku rela meminta izin meninggalkan pekerjaannya agar dapat mengikuti penukaran uang. Perempuan asal Kecamatan Kota Ponorogo itu mengatakan, dirinya ingin tetap menjaga tradisi memberikan uang baru kepada saudara saat Lebaran.
“Saya sengaja izin kerja supaya bisa menukar uang. Biasanya uang baru dibagikan ke keponakan dan keluarga saat Lebaran,” ujarnya.
Sementara itu, warga Kelurahan Tonatan, Tri Prasetyo, mengikuti antrean bukan untuk kebutuhan Lebaran, melainkan untuk persediaan uang kembalian usahanya. Ia mengaku kesulitan mendapatkan uang pecahan kecil selama bulan Ramadan karena meningkatnya aktivitas transaksi masyarakat.
Bank Indonesia mengimbau masyarakat untuk menukar uang hanya melalui layanan resmi guna memastikan keaslian uang serta menghindari peredaran uang palsu. Layanan penukaran uang diperkirakan akan terus ramai mendekati Hari Raya Idulfitri.(ega).
- Penulis: Ega Patria
- Editor: Kris/Byg


