Apel Perdana Usai Lebaran: ASN Terlambat, Ada yang ‘Adu Cepat’ Lewat Pagar
- account_circle Ega Patria
- calendar_month 4 jam yang lalu
- visibility 36
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Ponorogo — Suasana apel perdana pasca libur Idul Fitri di lingkungan Pemerintah Kabupaten Ponorogo, Rabu (25/3/2026) pagi, diwarnai pemandangan tak biasa. Sejumlah aparatur sipil negara (ASN) terpantau datang terlambat, bahkan ada yang nekat mencari jalan alternatif hingga melompati pagar demi menghindari keterlambatan.
Berdasarkan pantauan di lapangan, setidaknya belasan ASN terlihat tidak hadir tepat waktu saat apel yang dimulai pukul 07.00 WIB. Beberapa di antaranya tampak terburu-buru memasuki area apel melalui akses tidak resmi, sementara lainnya memilih meninggalkan lokasi.
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Ponorogo, Lisdyarita, menegaskan bahwa apel perdana ini menjadi momentum penting untuk menandai dimulainya kembali aktivitas pemerintahan setelah cuti bersama Lebaran.
“Apel ini kami tekankan karena menjadi awal kembali bekerja setelah libur panjang. Saya harapkan seluruh ASN dapat meningkatkan kinerja ke depan, sehingga masyarakat Ponorogo mendapatkan pelayanan yang lebih baik,” ujarnya.
Lisdyarita juga mengingatkan pentingnya kedisiplinan dan etos pelayanan. Menurutnya, sikap ramah dan profesional harus tetap dijaga dalam melayani masyarakat.
“Disiplin itu penting. Melayani harus tetap baik dan dengan senyum,” tambahnya.
Terkait absensi, ia mengakui bahwa fenomena ketidakhadiran maupun keterlambatan kerap terjadi usai libur panjang. Namun demikian, pihaknya akan melakukan pengecekan lebih lanjut.“Biasanya habis libur ada yang tidak datang, nanti akan kita cek,” jelasnya.
Meski demikian, untuk keterlambatan pada hari pertama kerja ini, Pemkab Ponorogo belum memberlakukan sanksi tegas. Pendekatan persuasif masih dikedepankan.
“Tidak ada sanksi, tapi tetap kita tegur. Ini juga sebagai contoh bagi yang lain. Karena masih suasana saling memaafkan, kita maafkan,” ungkapnya.
Sementara itu, terkait kebijakan work from home (WFH), Lisdyarita menyebut petunjuk teknis masih dalam tahap pembahasan dan akan diputuskan setelah koordinasi dengan pemerintah provinsi.“Juknis WFH belum selesai. Nanti setelah rapat dengan gubernur baru kita putuskan. Kalau memang aturan pusat harus diikuti, ya akan kita ikuti,” katanya.
Ia menilai, penerapan WFH di Ponorogo belum menjadi kebutuhan mendesak, mengingat jarak tempuh yang relatif dekat dan kondisi daerah yang masih memungkinkan pelayanan dilakukan secara maksimal secara langsung.
Dengan berbagai catatan di hari pertama kerja ini, Pemkab Ponorogo berharap seluruh ASN dapat segera kembali ke ritme kerja optimal dan meningkatkan kualitas pelayanan publik ke depan. (Ega)
- Penulis: Ega Patria
- Editor: diez







