Berita Terkini
Trending Tags

Mengabdi Tanpa Pengakuan, Ribuan Guru Honorer Ponorogo Menantikan Dapodik

  • account_circle Ega Patria
  • calendar_month Jumat, 8 Mei 2026
  • visibility 771
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Mahmud Danuri saat memberikan pelajaran kepada murid nya. Foto: Ega-Sinergia

Sinergia | Ponorogo – Di tengah keterbatasan dan ketidakpastian status, ribuan guru tidak tetap (GTT) di Kabupaten Ponorogo masih bertahan mengabdi demi pendidikan. Salah satunya Mahmud Danuri, guru Bahasa Indonesia di SMP Negeri 1 Slahung yang telah hampir lima tahun mengajar dengan gaji hanya Rp500 ribu per bulan.

Mahmud Danuri, warga Desa Singkil, Kecamatan Balong, Ponorogo, mulai mengabdi sebagai guru honorer sejak tahun 2021. Meski penghasilan yang diterima jauh dari cukup, pria 40 tahun itu tetap menjalankan tugasnya mendidik siswa dengan penuh tanggung jawab.

Baginya, menjadi guru bukan sekadar pekerjaan, melainkan bentuk pengabdian terhadap masa depan generasi muda. Setiap hari ia tetap datang ke sekolah, menyiapkan materi pelajaran, hingga mendampingi para siswa dalam proses belajar mengajar.

Selain menjadi guru, Mahmud juga menjadi salah satu suara bagi ribuan GTT di Ponorogo. Ia menyebut, hingga kini masih banyak guru tidak tetap yang belum masuk ke dalam sistem Data Pokok Pendidikan (Dapodik), padahal sistem tersebut menjadi pintu utama untuk memperoleh pengakuan serta mengikuti berbagai program pemerintah.

“Saya ketua GTT, anggotanya sekitar seribuan. Seribu GTT di Ponorogo ini belum diakui keberadaannya. Kami mohon bapak ibu pemangku kebijakan memperhatikan kami, minimal masuk Dapodik sebagai penghargaan terhadap kami,” ujarnya.

Mahmud mengaku, dengan gaji Rp500 ribu per bulan dirinya harus membagi waktu untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Namun, keterbatasan itu tidak membuatnya meninggalkan profesi sebagai pendidik.

“Jelas tidak cukup, hanya gaji lima ratus ribu, miris. Tapi kami syukuri. Banyak guru pensiun, tanpa guru GTT sekolah tidak berjalan,” katanya.

Ia menambahkan, keberadaan Dapodik sangat penting bagi guru honorer karena menjadi akses untuk mengikuti berbagai program dan kebijakan pemerintah di bidang pendidikan.

“Dapodik itu kunci keguruan. Kalau sudah masuk Dapodik, ada program-program yang bisa kami ikuti. Sekarang kami hanya melihat dan memantau dari luar, kebijakan pusat tidak bisa kami manfaatkan,” tambahnya.

Hingga kini, tercatat lebih dari seribu guru tidak tetap di Ponorogo masih belum terdaftar dalam sistem Dapodik. Kondisi tersebut membuat mereka belum dapat mengikuti berbagai program pemerintah, termasuk peluang peningkatan kesejahteraan dan pengembangan profesi.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Ponorogo, Lisdyarita, membenarkan kondisi tersebut terjadi di Ponorogo. Menurutnya, kebijakan tersebut terpaksa dilakukan untuk memastikan anggaran gaji pegawai berada di batas maksimal 30 persen dari total APBD.

“Hal itu terpaksa dilakukan untuk memastikan anggaran gaji pegawai berada di angka 30 persen maksimal. Karena selama ini 37 persen, jadi lebih. Kami akan berupaya mengusahakan guru honorer di Ponorogo,” ujarnya.

Lisdyarita menambahkan, pemerintah daerah akan terus berupaya mencari solusi agar para guru honorer tetap mendapatkan perhatian tanpa membebani kondisi keuangan daerah.

Pemerintah daerah diharapkan dapat menemukan jalan keluar agar ribuan guru honorer di Ponorogo memperoleh pengakuan melalui Dapodik dan dapat mengikuti berbagai program pemerintah di bidang pendidikan. (Ega)

Bagikan
  • Penulis: Ega Patria
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Waduh ! Petugas Damkar Ngawi Bantu Kakek Lepas Pipa Paralon dari Alat Kelamin

    Waduh ! Petugas Damkar Ngawi Bantu Kakek Lepas Pipa Paralon dari Alat Kelamin

    • calendar_month Selasa, 13 Mei 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 158
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ngawi – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Ngawi melalui Bidang Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan menerima laporan tidak biasa pada Selasa (13/05/2025). Seorang pria lanjut usia asal Kecamatan Jogorogo datang ke Pos Induk Pemadam Kebakaran Ngawi untuk meminta bantuan melepaskan pipa paralon yang terjebak di alat kelaminnya. Petugas penyelamatan segera melakukan evakuasi […]

    Bagikan
  • Gas Elpiji 3 Kg Langka di Magetan, Warga Kelimpungan Harga Tembus Rp. 26 Ribu

    Gas Elpiji 3 Kg Langka di Magetan, Warga Kelimpungan Harga Tembus Rp. 26 Ribu

    • calendar_month Rabu, 25 Jun 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 145
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – Kelangkaan gas elpiji bersubsidi 3 kilogram kembali terjadi di Kabupaten Magetan dalam tiga hari terakhir. Tabung gas berwarna hijau itu mendadak sulit ditemukan di pasaran. Kalaupun tersedia, harganya melambung tinggi, bahkan mencapai Rp. 26 ribu per tabung jauh melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah. Situasi ini menimbulkan keresahan […]

    Bagikan
  • DPRD dan Pemkot Madiun Bahas APBD 2026, Walikota Maidi Tetap Optimistis Hadapi Penurunan TKD Rp183,4 Miliar

    DPRD dan Pemkot Madiun Bahas APBD 2026, Walikota Maidi Tetap Optimistis Hadapi Penurunan TKD Rp183,4 Miliar

    • calendar_month Sabtu, 1 Nov 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 130
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – DPRD Kota Madiun menggelar rapat paripurna dengan agenda penyampaian pemandangan umum fraksi-fraksi terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2026, Jumat (31/10/2025). Dalam rapat tersebut, seluruh fraksi DPRD menyoroti penurunan signifikan pada transfer keuangan daerah (TKD) dari pemerintah pusat yang mencapai Rp. 183,4 miliar. […]

    Bagikan
  • Dorong Kemandirian, Pemkab Madiun Salurkan Modal Usaha bagi 130 Penerima PKH Graduasi

    Dorong Kemandirian, Pemkab Madiun Salurkan Modal Usaha bagi 130 Penerima PKH Graduasi

    • calendar_month Senin, 24 Nov 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 176
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Pemerintah Kabupaten Madiun menyalurkan bantuan sosial modal usaha dan bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) Graduasi kepada 130 penerima manfaat. Penyerahan dilakukan secara simbolis oleh Bupati Madiun, Hari Wuryanto, didampingi Wakil Bupati Madiun, dr. Purnomo Hadi, serta Kepala Dinas Sosial Kabupaten Madiun di Pendopo Muda Graha, Senin (24/11/2025). Bupati Hari Wuryanto […]

    Bagikan
  • Hari Disabilitas Internasional, Pemkab Madiun Dorong Kesetaraan dan Kesetiakawanan Sosial

    Hari Disabilitas Internasional, Pemkab Madiun Dorong Kesetaraan dan Kesetiakawanan Sosial

    • calendar_month Selasa, 9 Des 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 167
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Peringatan Hari Disabilitas Internasional yang dipadukan dengan momentum Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional berlangsung meriah di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Mojopurno, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun, Selasa (09/12/2025). Acara tersebut digelar oleh Pemerintah Kabupaten Madiun melalui Dinas Sosial sebagai bentuk komitmen untuk memperkuat inklusivitas dan kebersamaan. Bupati Madiun, Hari Wuryanto, menegaskan bahwa […]

    Bagikan
  • Hujan Deras, 12 Rumah Warga Gang Kakatua Terdampak Sungai Meluap

    Hujan Deras, 12 Rumah Warga Gang Kakatua Terdampak Sungai Meluap

    • calendar_month Jumat, 10 Jan 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 198
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Hujan deras melanda wilayah Kota Madiun lebih dari satu jam pada Jumat sore (10/1/2025). Hal itu mengakibatkan sekitar 12 rumah di Jalan Cendrawasih Gang Kakatua dan Gang Gereja Kelurahan Nambangan Lor, Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun terdampak luapan sungai. Ketua RT 17 RW V, Hariyadi mengatakan terdapat 12 KK yang terdampak […]

    Bagikan
expand_less