Berita Terkini
Trending Tags

Mengabdi Tanpa Pengakuan, Ribuan Guru Honorer Ponorogo Menantikan Dapodik

  • account_circle Ega Patria
  • calendar_month Jumat, 8 Mei 2026
  • visibility 706
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Mahmud Danuri saat memberikan pelajaran kepada murid nya. Foto: Ega-Sinergia

Sinergia | Ponorogo – Di tengah keterbatasan dan ketidakpastian status, ribuan guru tidak tetap (GTT) di Kabupaten Ponorogo masih bertahan mengabdi demi pendidikan. Salah satunya Mahmud Danuri, guru Bahasa Indonesia di SMP Negeri 1 Slahung yang telah hampir lima tahun mengajar dengan gaji hanya Rp500 ribu per bulan.

Mahmud Danuri, warga Desa Singkil, Kecamatan Balong, Ponorogo, mulai mengabdi sebagai guru honorer sejak tahun 2021. Meski penghasilan yang diterima jauh dari cukup, pria 40 tahun itu tetap menjalankan tugasnya mendidik siswa dengan penuh tanggung jawab.

Baginya, menjadi guru bukan sekadar pekerjaan, melainkan bentuk pengabdian terhadap masa depan generasi muda. Setiap hari ia tetap datang ke sekolah, menyiapkan materi pelajaran, hingga mendampingi para siswa dalam proses belajar mengajar.

Selain menjadi guru, Mahmud juga menjadi salah satu suara bagi ribuan GTT di Ponorogo. Ia menyebut, hingga kini masih banyak guru tidak tetap yang belum masuk ke dalam sistem Data Pokok Pendidikan (Dapodik), padahal sistem tersebut menjadi pintu utama untuk memperoleh pengakuan serta mengikuti berbagai program pemerintah.

“Saya ketua GTT, anggotanya sekitar seribuan. Seribu GTT di Ponorogo ini belum diakui keberadaannya. Kami mohon bapak ibu pemangku kebijakan memperhatikan kami, minimal masuk Dapodik sebagai penghargaan terhadap kami,” ujarnya.

Mahmud mengaku, dengan gaji Rp500 ribu per bulan dirinya harus membagi waktu untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Namun, keterbatasan itu tidak membuatnya meninggalkan profesi sebagai pendidik.

“Jelas tidak cukup, hanya gaji lima ratus ribu, miris. Tapi kami syukuri. Banyak guru pensiun, tanpa guru GTT sekolah tidak berjalan,” katanya.

Ia menambahkan, keberadaan Dapodik sangat penting bagi guru honorer karena menjadi akses untuk mengikuti berbagai program dan kebijakan pemerintah di bidang pendidikan.

“Dapodik itu kunci keguruan. Kalau sudah masuk Dapodik, ada program-program yang bisa kami ikuti. Sekarang kami hanya melihat dan memantau dari luar, kebijakan pusat tidak bisa kami manfaatkan,” tambahnya.

Hingga kini, tercatat lebih dari seribu guru tidak tetap di Ponorogo masih belum terdaftar dalam sistem Dapodik. Kondisi tersebut membuat mereka belum dapat mengikuti berbagai program pemerintah, termasuk peluang peningkatan kesejahteraan dan pengembangan profesi.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Ponorogo, Lisdyarita, membenarkan kondisi tersebut terjadi di Ponorogo. Menurutnya, kebijakan tersebut terpaksa dilakukan untuk memastikan anggaran gaji pegawai berada di batas maksimal 30 persen dari total APBD.

“Hal itu terpaksa dilakukan untuk memastikan anggaran gaji pegawai berada di angka 30 persen maksimal. Karena selama ini 37 persen, jadi lebih. Kami akan berupaya mengusahakan guru honorer di Ponorogo,” ujarnya.

Lisdyarita menambahkan, pemerintah daerah akan terus berupaya mencari solusi agar para guru honorer tetap mendapatkan perhatian tanpa membebani kondisi keuangan daerah.

Pemerintah daerah diharapkan dapat menemukan jalan keluar agar ribuan guru honorer di Ponorogo memperoleh pengakuan melalui Dapodik dan dapat mengikuti berbagai program pemerintah di bidang pendidikan. (Ega)

Bagikan
  • Penulis: Ega Patria
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kantor DPMPTSP Kota Madiun Diubek-Ubek KPK, 1 Koper Besar Diangkut

    Kantor DPMPTSP Kota Madiun Diubek-Ubek KPK, 1 Koper Besar Diangkut

    • calendar_month Kamis, 22 Jan 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 272
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Penggeledahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Kota Madiun tidak hanya dilakukan di rumah para tersangka. Namun, kantor Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkup Pemerintah Kota Madiun turut diubek-ubek tim penyidik pada Kamis (22/01/2026). Salah satunya di Kantor Dinas Penanaman Modal Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) yang berada di Jalan D.I […]

    Bagikan
  • Jaga Kondusifitas Wilayah, Forkopimcam Dolopo Perkuat Sinergi Tiga Pilar 

    Jaga Kondusifitas Wilayah, Forkopimcam Dolopo Perkuat Sinergi Tiga Pilar 

    • calendar_month Kamis, 30 Okt 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 106
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab.Madiun – Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Dolopo menggelar pertemuan sinergitas tiga pilar bersama jajaran TNI, Polri, pemerintah desa, dan perwakilan perguruan silat di Pendopo Lapangan Bangunsari, Kecamatan Dolopo, Kabupaten Madiun, Rabu (29/10/2025). Pertemuan ini menjadi upaya bersama menjaga keamanan dan ketertiban wilayah sekaligus memperkuat harmoni sosial. Camat Dolopo, Yudha Dwi Andrianto, menjelaskan […]

    Bagikan
  • Dewan Pendidikan Jatim Bakal Telisik Dugaan Kecurangan SPMB SMA di Kota Madiun

    Dewan Pendidikan Jatim Bakal Telisik Dugaan Kecurangan SPMB SMA di Kota Madiun

    • calendar_month Rabu, 2 Jul 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 109
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Dewan Pendidikan Jawa Timur turut prihatin mendapat laporan kisruh Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang SMAN di Kota Madiun. Bukanya reda malahan belum berkesudahan. Tak heran, Dewan Pendidikan Jawa Timur ikut menaruh atensi serius. Khususnya soal dugaan kecurangan dalam penerimaan calon peserta didik. ‘’Kalau memang ada dugaan kecurangan harus disemprit,’’ […]

    Bagikan
  • Sepekan Tak Terungkap, Penyebab Keracunan Massal Siswa di Madiun Masih Misterius

    Sepekan Tak Terungkap, Penyebab Keracunan Massal Siswa di Madiun Masih Misterius

    • calendar_month Jumat, 5 Des 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 217
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab.Madiun — Satu pekan pasca keracunan massal yang menimpa puluhan siswa SD di Kecamatan Mejayan, penanganan kasus ini dinilai berjalan lambat. Hingga kini, penyebab pasti insiden tersebut belum terungkap karena hasil uji laboratorium sisa makanan belum juga diterima Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Madiun. Keterlambatan ini memicu kritik public, khususnya orang tua siswa yang […]

    Bagikan
  • Jumlah Saksi Kasus Dugaan Pembunuhan di Perbatasan Madiun–Nganjuk Bertambah Jadi 9 Orang

    Jumlah Saksi Kasus Dugaan Pembunuhan di Perbatasan Madiun–Nganjuk Bertambah Jadi 9 Orang

    • calendar_month Selasa, 21 Okt 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 143
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab Madiun — Polisi terus mendalami kasus dugaan pembunuhan terhadap Sundari (55), warga Dusun Sampung, Desa Tawangrejo, Kecamatan Gemarang, Kabupaten Madiun, yang ditemukan tewas di dalam warung di wilayah perbatasan Madiun–Nganjuk, tepatnya di Desa Pajaran, Kecamatan Saradan, pada Kamis (16/10/2025). Kasatreskrim Polres Madiun AKP Agus Andi Anto mengatakan jumlah saksi yang diperiksa dalam […]

    Bagikan
  • Hadapi Cuaca Ekstrem, Pemkot Madiun Perketat Kesiapsiagaan Bencana

    Hadapi Cuaca Ekstrem, Pemkot Madiun Perketat Kesiapsiagaan Bencana

    • calendar_month Senin, 8 Des 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 100
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Pemkot Madiun menyatakan kesiapsiagaannya dalam menghadapi potensi bencana alam yang diprediksi meningkat pada penghujung tahun 2025. Hal itu ditegaskan Wali Kota Madiun, Maidi dalam apel siaga hidrometeorologi yang digelar di Balai Kota Madiun, Senin (08/12/2025). Maidi mengungkapkan bahwa risiko bencana di wilayahnya cukup tinggi ketika curah hujan meningkat. Selain angin […]

    Bagikan
expand_less