Berita Terkini
Trending Tags

Mengabdi Tanpa Pengakuan, Ribuan Guru Honorer Ponorogo Menantikan Dapodik

  • account_circle Ega Patria
  • calendar_month Jumat, 8 Mei 2026
  • visibility 753
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Mahmud Danuri saat memberikan pelajaran kepada murid nya. Foto: Ega-Sinergia

Sinergia | Ponorogo – Di tengah keterbatasan dan ketidakpastian status, ribuan guru tidak tetap (GTT) di Kabupaten Ponorogo masih bertahan mengabdi demi pendidikan. Salah satunya Mahmud Danuri, guru Bahasa Indonesia di SMP Negeri 1 Slahung yang telah hampir lima tahun mengajar dengan gaji hanya Rp500 ribu per bulan.

Mahmud Danuri, warga Desa Singkil, Kecamatan Balong, Ponorogo, mulai mengabdi sebagai guru honorer sejak tahun 2021. Meski penghasilan yang diterima jauh dari cukup, pria 40 tahun itu tetap menjalankan tugasnya mendidik siswa dengan penuh tanggung jawab.

Baginya, menjadi guru bukan sekadar pekerjaan, melainkan bentuk pengabdian terhadap masa depan generasi muda. Setiap hari ia tetap datang ke sekolah, menyiapkan materi pelajaran, hingga mendampingi para siswa dalam proses belajar mengajar.

Selain menjadi guru, Mahmud juga menjadi salah satu suara bagi ribuan GTT di Ponorogo. Ia menyebut, hingga kini masih banyak guru tidak tetap yang belum masuk ke dalam sistem Data Pokok Pendidikan (Dapodik), padahal sistem tersebut menjadi pintu utama untuk memperoleh pengakuan serta mengikuti berbagai program pemerintah.

“Saya ketua GTT, anggotanya sekitar seribuan. Seribu GTT di Ponorogo ini belum diakui keberadaannya. Kami mohon bapak ibu pemangku kebijakan memperhatikan kami, minimal masuk Dapodik sebagai penghargaan terhadap kami,” ujarnya.

Mahmud mengaku, dengan gaji Rp500 ribu per bulan dirinya harus membagi waktu untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Namun, keterbatasan itu tidak membuatnya meninggalkan profesi sebagai pendidik.

“Jelas tidak cukup, hanya gaji lima ratus ribu, miris. Tapi kami syukuri. Banyak guru pensiun, tanpa guru GTT sekolah tidak berjalan,” katanya.

Ia menambahkan, keberadaan Dapodik sangat penting bagi guru honorer karena menjadi akses untuk mengikuti berbagai program dan kebijakan pemerintah di bidang pendidikan.

“Dapodik itu kunci keguruan. Kalau sudah masuk Dapodik, ada program-program yang bisa kami ikuti. Sekarang kami hanya melihat dan memantau dari luar, kebijakan pusat tidak bisa kami manfaatkan,” tambahnya.

Hingga kini, tercatat lebih dari seribu guru tidak tetap di Ponorogo masih belum terdaftar dalam sistem Dapodik. Kondisi tersebut membuat mereka belum dapat mengikuti berbagai program pemerintah, termasuk peluang peningkatan kesejahteraan dan pengembangan profesi.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Ponorogo, Lisdyarita, membenarkan kondisi tersebut terjadi di Ponorogo. Menurutnya, kebijakan tersebut terpaksa dilakukan untuk memastikan anggaran gaji pegawai berada di batas maksimal 30 persen dari total APBD.

“Hal itu terpaksa dilakukan untuk memastikan anggaran gaji pegawai berada di angka 30 persen maksimal. Karena selama ini 37 persen, jadi lebih. Kami akan berupaya mengusahakan guru honorer di Ponorogo,” ujarnya.

Lisdyarita menambahkan, pemerintah daerah akan terus berupaya mencari solusi agar para guru honorer tetap mendapatkan perhatian tanpa membebani kondisi keuangan daerah.

Pemerintah daerah diharapkan dapat menemukan jalan keluar agar ribuan guru honorer di Ponorogo memperoleh pengakuan melalui Dapodik dan dapat mengikuti berbagai program pemerintah di bidang pendidikan. (Ega)

Bagikan
  • Penulis: Ega Patria
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Spot Foto Bugenvil Sarangan Viral, Wisatawan Sebut Mirip Danau Como Italia

    Spot Foto Bugenvil Sarangan Viral, Wisatawan Sebut Mirip Danau Como Italia

    • calendar_month Senin, 31 Agt 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 154
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Kawasan wisata Telaga Sarangan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, kembali menjadi perhatian wisatawan setelah spot foto dengan latar bunga bugenvil dan panorama perbukitan viral di media sosial. Keindahan spot tersebut bahkan disebut wisatawan memiliki kemiripan dengan suasana Danau Como di Italia. Popularitasnya di media sosial turut mendorong rasa penasaran wisatawan dari berbagai […]

    Bagikan
  • Jembatan Perintis Garuda Permudah Hidup Warga Desa, Anak Sekolah dan Petani Kini Lebih Mudah Beraktivitas

    Jembatan Perintis Garuda Permudah Hidup Warga Desa, Anak Sekolah dan Petani Kini Lebih Mudah Beraktivitas

    • calendar_month Senin, 30 Mar 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 210
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Pembangunan Jembatan Perintis Garuda di wilayah Korem 081/Dhirotsaha Jaya (DSJ) terus berlanjut dan mulai dirasakan manfaatnya oleh masyarakat di berbagai daerah Madiun Raya. Kehadiran jembatan tersebut menjadi akses vital yang mempermudah mobilitas warga, mulai dari aktivitas ekonomi, pendidikan, hingga layanan kesehatan. Salah satu jembatan yang telah dimanfaatkan masyarakat berada di Desa […]

    Bagikan
  • Belanja Pegawai Pemkab Magetan Capai Rp. 596 Miliar, 34 Persen dari APBD 2025

    Belanja Pegawai Pemkab Magetan Capai Rp. 596 Miliar, 34 Persen dari APBD 2025

    • calendar_month Selasa, 19 Agt 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 201
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan mengalokasikan anggaran belanja pegawai sebesar Rp. 596 miliar pada tahun 2025. Jumlah itu menyerap sekitar 34 persen dari total Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun berjalan. Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) Magetan, Yayuk Sri Rahayu, menjelaskan sebagian besar anggaran tersebut diperuntukkan bagi pembayaran […]

    Bagikan
  • Ini Pengakuan Tersangka Pembuang Bayi, Niat Digugurkan

    Ini Pengakuan Tersangka Pembuang Bayi, Niat Digugurkan

    • calendar_month Senin, 13 Jan 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 117
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Sungguh miris dan tega perbuatan yang dilakukan oleh VVK (25) warga Desa Sumberejo, Kecamatan/ Kabupaten Madiun dan EENO (19) warga Desa Mojorayung, Kecamatan Wungu Kabupaten Madiun. Bagaimana tidak, kedua sejoli yang menjalin kasih itu membuang buah hatinya yang baru dilahirkan. Kasus ini terkuak setelah jasad sang bayi ditemukan di Sungai […]

    Bagikan
  • Breaking News ! KRL Ditabrak KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Timur

    Breaking News ! KRL Ditabrak KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Timur

    • calendar_month Senin, 27 Apr 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 328
    • 0Komentar

    Sinergia | Bekasi — Kecelakaan serius melibatkan Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek terjadi di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4/2026) malam. Dari informasi yang dihimpun, insiden bermula saat KRL tujuan Bekasi terpaksa berhenti akibat adanya kendaraan mogok di perlintasan rel dekat stasiun. Dalam kondisi tersebut, KA Argo Bromo Anggrek yang […]

    Bagikan
  • Waduh !! Puluhan Siswa SMKN 1 Sine Ngawi Diduga Keracunan MBG

    Waduh !! Puluhan Siswa SMKN 1 Sine Ngawi Diduga Keracunan MBG

    • calendar_month Rabu, 1 Okt 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 194
    • 0Komentar

    Sinergia | Ngawi – Kasus dugaan keracunan makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) terjadi di SMK Negeri 1 Sine Kabupaten Ngawi pada Rabu (01/10/2025). 51 siswa dirujuk ke Puskesmas Sine dan Ngrambe usai menyantap MBG. Gejala yang dialami para siswa mulai dari pusing, mual hingga diare. Dari pantauan di lokasi, pasien harus ditangani di […]

    Bagikan
expand_less