Selasa, 20 Okt 2026
Trending Tags

Wamen PU Tinjau Bendung Kedungrejo Jebol di Madiun, Penanganan Darurat Ditargetkan 2 Minggu

  • account_circle Kriswanto
  • calendar_month Rabu, 1 Apr 2026
  • visibility 266
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Wamen PU Diana Kusumastuti bersama Wakil Bupati Madiun meninjau langsung Bendung Kedungrejo di Pilangkenceng yang jebol, (1/4/2026), Foto : Kris-Sinergia

Sinergia | Madiun – Wakil Menteri Pekerjaan Umum, Diana Kusumastuti meninjau langsung kondisi Bendung Kedungrejo di Kecamatan Pilangkenceng, Kabupaten Madiun, yang jebol beberapa waktu lalu. Peninjauan dilakukan pada Rabu (1/4/2026) bersama Wakil Bupati Madiun serta jajaran Dinas Sumber Daya Air Jawa Timur dan Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo.

Kunjungan tersebut dilakukan setelah pemerintah pusat menerima laporan kerusakan bendung yang berfungsi mengairi ribuan hektare lahan pertanian di wilayah Kabupaten Madiun.

Wamen PU Diana Kusumastuti menjelaskan dirinya langsung berkoordinasi dengan pihak BBWS Bengawan Solo setelah mengetahui kabar jebolnya bendung tersebut.

Menurutnya, Bendung Kedungrejo merupakan bangunan lama yang dibangun sejak tahun 1936 dan baru sekali mengalami renovasi pada sekitar tahun 1970-an. Kondisi tersebut dinilai menjadi salah satu faktor yang membuat bendung rentan mengalami kerusakan.

“Setelah saya menerima informasi Bendung Kedungrejo jebol, saya langsung telepon kepala balai untuk menanyakan kondisinya. Hari ini saya datang langsung untuk melihat kerusakan yang terjadi,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kerusakan bendung cukup berdampak karena selama ini Bendung Kedungrejo mengairi sekitar 1.554 hektare lahan sawah di wilayah Kecamatan Pilangkenceng dan sekitarnya.

Untuk penanganan awal, pemerintah bersama BBWS Bengawan Solo akan melakukan langkah darurat dengan membersihkan sedimentasi serta merobohkan bagian bangunan yang rusak agar aliran sungai dapat diarahkan kembali.

“Penanganan darurat kita lakukan lebih dulu. Sedimentasi akan dibersihkan, kemudian bagian bangunan yang roboh akan kita hancurkan agar aliran sungai bisa diarahkan kembali. Proses ini diperkirakan membutuhkan waktu sekitar dua minggu,” katanya.

Ia menambahkan, pemerintah juga akan mengusulkan pembangunan kembali bendung secara permanen melalui skema Inpres nomor 2 tahun 2025 terkait kebijakan percepatan pembangunan, rehabilitasi, serta operasi dan pemeliharaan jaringan irigasi untuk mendukung swasembada pangan. Estimasi kebutuhan anggaran sementara untuk penanganan permanen diperkirakan mencapai sekitar Rp20 miliar, dengan perencanaan teknis detail (DED) disiapkan oleh pemerintah provinsi.

“Kami juga dengan provinsi, dengan kabupaten ya, berkolaborasi. Agar air ini juga tetap terjaga ya, sehingga aliran airnya juga tidak meluap ke sana dan airnya juga bisa diarahkan untuk irigasi,” tutup Diana.

Sementara itu, Wakil Bupati Madiun Purnomo Hadi mengatakan kerusakan Bendung Kedungrejo terjadi pada Jumat (27/3/2026) lalu. Pemerintah daerah segera melaporkan kejadian tersebut kepada kementerian dan instansi terkait.

“Begitu kejadian, kami langsung melalui dinas terkait menyurati BBWS dan kementerian. Alhamdulillah responsnya sangat cepat. Dari tanggal 27 Maret, hari ini 1 April dilakukan peninjauan dengan turun langsung ke lokasi,” ujarnya.

Menurutnya, perbaikan bendung sangat mendesak karena memiliki peran penting dalam sistem irigasi yang menopang sektor pertanian di Kabupaten Madiun.

Ia menambahkan, pemerintah daerah juga mulai mengantisipasi potensi kemarau panjang yang diperkirakan oleh BMKG. Oleh karena itu, keberadaan bendung dinilai krusial untuk menjaga ketersediaan air bagi lahan pertanian.

“Yang paling penting fungsi bendung ini bisa segera dipakai kembali. Setelah itu baru dilakukan pembangunan permanen. Ini penting karena bendung ini menopang lebih dari 1.500 hektare sawah dan menjadi bagian dari upaya menjaga ketahanan pangan,” kata Purnomo.

Saat ini sekitar 30 personel telah diterjunkan ke lokasi bersama sejumlah peralatan dan material darurat seperti sandbag. Hal itu untuk mempercepat proses penanganan sementara agar aliran air tetap terkendali dan irigasi pertanian tidak terganggu. (Krs)

Bagikan
  • Penulis: Kriswanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Upacara Bendera Peringati HUT ke-80 Kemerdekaan RI di Kota Madiun Berlangsung Khidmat

    Upacara Bendera Peringati HUT ke-80 Kemerdekaan RI di Kota Madiun Berlangsung Khidmat

    • calendar_month Minggu, 17 Agt 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 180
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Upacara bendera memperingati Hari Ulang Tahun Ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2025 di Kota Madiun dipusatkan di Alun-Alun Madiun pada Minggu (17/08/2025). Upacara ini dihadiri jajaran Forkopimda, DPRD, OPD, TNI-Polri serta para pelajar Kota Madiun hingga masyarakat. Wali Kota Madiun, Maidi bertindak sebagai inspektur upacara dan komandan upacara diampu oleh […]

    Bagikan
  • Jamiyyatul Qurra’ wal Huffadz Nahdlatul Ulama Mencetak Qori’ Qori’ah, penghafal dan Pengajaran baca tulis Al Qur’an melalui Metode Tartila

    Jamiyyatul Qurra’ wal Huffadz Nahdlatul Ulama Mencetak Qori’ Qori’ah, penghafal dan Pengajaran baca tulis Al Qur’an melalui Metode Tartila

    • calendar_month Selasa, 15 Jul 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 192
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Jam’iyyatul Qurra wal Huffaz merupakan badan otonom Nahdlatul Ulama yang paling strategis untuk dipertahankan, diperkuat, dan dikembangkan karena menyangkut langsung Al-Qur’an, kitab suci umat Islam. Termasuk Tartila yang merupakan metode pembelajaran membaca dan menulis Al-Quran yang menekankan cara dengan Tartil , yaitu membaca Al-Quran dengan pelan, benar dan sesuai dengan […]

    Bagikan
  • BPBD Kota Madiun Bangun Tanggul Darurat di Bantaran untuk Atasi Banjir

    BPBD Kota Madiun Bangun Tanggul Darurat di Bantaran untuk Atasi Banjir

    • calendar_month Jumat, 16 Mei 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 203
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Madiun terus bergerak cepat dalam mengantisipasi potensi bencana banjir yang kerap terjadi di musim hujan. Salah satu upaya terbaru yang sedang dilakukan adalah pembangunan tanggul darurat di kawasan Taman Lalu Lintas Bantaran, tepatnya di sisi utara area yang digunakan sebagai lintasan off-road. Pembangunan tanggul […]

    Bagikan
  • Ironis, Seorang Ayah di Magetan Diduga Aniaya Bayi Baru Lahir hingga Lidah Melepuh

    Ironis, Seorang Ayah di Magetan Diduga Aniaya Bayi Baru Lahir hingga Lidah Melepuh

    • calendar_month Rabu, 18 Feb 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 390
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Kasus kekerasan terhadap bayi mengguncang Kabupaten Magetan. Seorang ayah di Desa Mangunrejo, Kecamatan Kawedanan, diduga tega menyulut lidah bayi yang baru berusia beberapa hari menggunakan korek gas. Aksi keji itu dipicu rasa cemburu dan dugaan perselingkuhan yang tak berdasar. Peristiwa ini terjadi pada Sabtu (14/2/2026) sekitar pukul 15.30 WIB. Saat kejadian, […]

    Bagikan
  • Banjir Genangi Jalan Protokol di Ponorogo, Lalu Lintas Tersendat

    Banjir Genangi Jalan Protokol di Ponorogo, Lalu Lintas Tersendat

    • calendar_month Rabu, 2 Apr 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 198
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ponorogo – Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Ponorogo sejak Rabu (02/04/2025) menyebabkan genangan air di sejumlah ruas jalan utama. Seperti di Jalan Letjen Suprapto, Kelurahan Ronowijayan, Kecamatan Siman, yang merupakan jalan protokol penghubung Ponorogo dengan Kabupaten Trenggalek. Akibatnya, arus lalu lintas di kawasan tersebut tersendat dan pengendara harus ekstra hati-hati agar kendaraan […]

    Bagikan
  • Unik! Pemuda Ponorogo Ngabuburit Tunggangi Sapi Cari Takjil

    Unik! Pemuda Ponorogo Ngabuburit Tunggangi Sapi Cari Takjil

    • calendar_month Kamis, 6 Mar 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 208
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ponorogo – Ngabuburit menunggu waktu berbuka puasa biasanya dilakukan dengan berkeliling menggunakan sepeda motor atau berjalan kaki. Namun, berbeda dengan yang dilakukan Akbar Chasbi Mahendra, warga Desa Kunti, Kecamatan Bungkal, Ponorogo. Pemuda 24 tahun ini memilih ngabuburit dengan cara tak biasa, yakni menunggangi sapi peliharaannya sambil berburu takjil. Sapi jenis Peranakan Ongole […]

    Bagikan
expand_less