Rabu, 21 Okt 2026
Trending Tags

Marak Isu Beras Premium Oplosasn, Produsen Beras di Madiun Pilih Hentikan Produksi

  • account_circle Tova Pradana
  • calendar_month Rabu, 13 Agt 2025
  • visibility 150
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
surat pemberhentian dari CV Martindo Rice Indonesia, Foto : Tova – Sinergia

Sinergia | Kab. Madiun – Di tengah maraknya isu peredaran beras premium oplosan, CV Martindo Rice Indonesia memutuskan menghentikan sementara produksi beras merek Bulan Emas, Palur, dan Palur Ping. Kebijakan ini berlaku sejak 4 Agustus 2025 dan belum ditentukan batas waktunya. Keputusan tersebut disampaikan manajemen melalui surat terbuka yang ditujukan kepada seluruh konsumen dan distributor.

Dalam surat itu, perusahaan yang berlokasi di Desa Palur, Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun, mengaku menghadapi tekanan berat akibat kenaikan harga bahan baku sekaligus kewajiban mematuhi regulasi pemerintah terkait Harga Eceran Tertinggi (HET) dan standar kualitas beras.

“Banyak tantangan yang harus dihadapi bisnis komoditas beras. Kenaikan harga bahan baku semakin sulit dikendalikan, sementara kami berkomitmen memenuhi regulasi pemerintah tentang HET dan kualitas beras premium maupun medium,” tulis manajemen dalam surat yang beredar.

Pemilik CV Martindo Rice Indonesia, Suwito, hanya memberikan keterangan singkat alasan penutupan produksi beras premium ditempatnya lantaran harga gabah saat ini cenderung tinggi.

“Iya mas memang kita berhenti sementara karena harga gabah yg tinggi, sekarang harga gabah sudah turun jadi kita sudah mulai produksi lagi” ucap Suwito.

Berdasarkan pantauan pada Rabu (13/08/2025), pagar penggilingan tampak tertutup rapat, meski diduga masih terdapat aktivitas di dalamnya. Melalui suratnya, perusahaan meminta maaf kepada konsumen atas penghentian produksi tersebut dan berharap situasi segera membaik agar seluruh varian beras bisa kembali dipasarkan.

“Kepatuhan terhadap kebijakan HET adalah wujud komitmen kami menjaga stabilitas pangan dan melindungi konsumen,” tulis manajemen dalam surat yang sama.

Tova Pradana – Sinergia

Bagikan
  • Penulis: Tova Pradana

Rekomendasi Untuk Anda

  • Wali Kota Maidi Resmikan Koperasi Merah Putih Oro-Oro Ombo untuk Perkuat Ekonomi Warga

    Wali Kota Maidi Resmikan Koperasi Merah Putih Oro-Oro Ombo untuk Perkuat Ekonomi Warga

    • calendar_month Senin, 10 Nov 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 147
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Koperasi Kelurahan Merah Putih Oro-Oro Ombo (KKMP) resmi dibuka oleh Wali Kota Madiun, Maidi, pada Senin (10/11/2025). Kehadiran koperasi ini diharapkan dapat membantu menekan angka inflasi di Kota Madiun serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Wali Kota Madiun, Maidi menyampaikan bahwa Koperasi Merah Putih Oro-Oro Ombo merupakan koperasi ke-11 yang dibentuk di […]

    Bagikan
  • Korem 081/DSJ Kerahkan Personel Tangani Karhutla di Kalimantan dan Sumatera

    Korem 081/DSJ Kerahkan Personel Tangani Karhutla di Kalimantan dan Sumatera

    • calendar_month Kamis, 27 Agt 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 198
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Korem 081/DSJ mengerahkan sejumlah prajuritnya untuk membantu penanganan bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Kalimantan dan Sumatera. “Sesuai perintah, total ada delapan personel yang kami kerahkan, terdiri dari satu Pamen (Perwira Menengah) dan tujuh Pama (Perwira Pertama). Siang ini mereka langsung berangkat dari Lanud Halim Perdana Kusuma menuju tempat […]

    Bagikan
  • Harga Telur Ayam di Madiun Anjlok, Peternak Mengaku Rugi dan Terancam Gulung Tikar

    Harga Telur Ayam di Madiun Anjlok, Peternak Mengaku Rugi dan Terancam Gulung Tikar

    • calendar_month Kamis, 2 Jul 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 249
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Harga telur ayam ras di tingkat peternak di Kabupaten Madiun mengalami penurunan tajam dalam dua pekan terakhir. Saat ini, harga jual hanya berkisar Rp20.000 per kilogram, jauh di bawah biaya produksi yang diperkirakan mencapai titik impas di kisaran Rp24.000 per kilogram. Kondisi tersebut dikeluhkan para peternak karena dinilai semakin menekan usaha […]

    Bagikan
  • Dua Ular Bersarang di Gudang Rumah Warga, Damkar Butuh 1,5 Jam untuk Evakuasi photo_camera 3

    Dua Ular Bersarang di Gudang Rumah Warga, Damkar Butuh 1,5 Jam untuk Evakuasi

    • calendar_month Rabu, 4 Feb 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 309
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Kepanikan melanda penghuni rumah milik Arif Nugroho di Desa Sugihwaras, Kecamatan Maospati, Magetan. Hal itu setelah seekor ular tiba-tiba ditemukan di dalam gudang penyimpanan barang. Penemuan tersebut bermula saat adik penghuni rumah hendak ke kamar mandi dan melihat sosok yang dikira tokek. Namun setelah dicek justru tampak seekor ular berukuran cukup […]

    Bagikan
  • Waspada Cuaca Ekstrem di Madiun, Sejumlah Rumah Rusak Diterjang Hujan dan Angin Kencang

    Waspada Cuaca Ekstrem di Madiun, Sejumlah Rumah Rusak Diterjang Hujan dan Angin Kencang

    • calendar_month Kamis, 19 Feb 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 386
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Hujan deras disertai angin kencang menerjang wilayah RT 07 Desa Klitik, Kecamatan Wonoasri, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Rabu (18/2/2026) sore. Akibatnya, sejumlah rumah warga mengalami kerusakan, terutama pada bagian atap yang beterbangan diterpa angin. Warga setempat mengaku sempat mendengar suara gemuruh sebelum atap rumah mereka terlepas dan berjatuhan. Tidak ada korban […]

    Bagikan
  • Resah, Seorang Kades Laporkan Oknum LSM Atas Dugaan Pemerasan Ke Polres Madiun

    Resah, Seorang Kades Laporkan Oknum LSM Atas Dugaan Pemerasan Ke Polres Madiun

    • calendar_month Senin, 10 Feb 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 236
    • 1Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Sejumlah Kepala Desa (Kades) di Kabupaten Madiun mengaku resah dengan oknum anggota Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), wartawan, dan Ormas. Pasalnya mereka kerap mendatangi kantor desa dengan upaya mencari cari kesalahan kinerja pemerintah di desa hingga berujung pada praktik pemerasan.  Seperti yang dialami Kepala Desa Kedungrejo, Kecamatan Balerejo, Kabupaten Madiun Suyadi. Karena […]

    Bagikan
expand_less